Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Puluhan Warga Desa Rambutan Masam Keracunan Makanan

- Apahabar.com Sabtu, 15 Desember 2018 - 07:45 WIB

Puluhan Warga Desa Rambutan Masam Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan makanan Foto: lampost.co

apahabar.com, JAMBI – Puluhan warga Desa Rambutan Masam Kecamatan Muaratembesi Kabupaten Batanghari, Jambi, Jumat (14/12), keracunan setelah menyantap makanan yang disajikan di pengajian rutin di rumah warga setempat.

“Ya benar ada 40 lebih warga mengalami keracunan makanan yang dikonsumsi saat acara rutin yasinan yang diselenggarakan setiap Jumat,” kata Kapolsek Muara Tembesi, Iptu Orivan Irnanda di Muara Tembesi.

Menurut Orivan Irnanda, warga yang keracunan makanan tersebut sudah mendapatkan perawatan. Sebagian dirawat di Puskesmas Rawat Inap Muara Tembesi dan sebagian dirawat di Rumah Sakit Umum Muarabulian.

Dia menambahkan anggotanya juga telah diturunkan ke Desa Rambutan Masam guna mendapatkan keterangan lebih lanjut. Warga itu keracunan akibat mengkonsumsi makanan gado-gado yang dihidangkan saat acara yasinan ibu-ibu di RT 02 Dusun Pedak Jayo, Desa Rambutan Masam.

Baca Juga : Suara Misterius Juga Terdengar Meraung-raung di Langit Semarang

Kepala Puskesmas Muara Tembesi, Safrudin mengatakan sampai saat ini ada 14 orang yang dirawat akibat keracunan tersebut dan di mana korbannya terdiri atas ke-13 orang dewasa dan satu orang anak-anak.

Sementara itu, di Rumah Sakit Umum Muarabulian warga yang dirawat akibat keracunan makanan berjumlah 30 orang lebih.

Namun demikian pihak medis belum dapat memastikan apakah warga tersebut keracunan makanan karena dari keterangan warga yang mendapatkan perawatan, mereka menderita sakit perut, mual-mual, muntah, pusing dan badan lemas pada pagi hari setelah mengkonsumsi makanan yang dihidangkan saat pengajian.

Warga yang menderita keracunan makanan tersebut didominasi ibu-ibu dari usia dewasa hingga lansia. Namun juga terdapat beberapa orang anak-anak.

Dari hasil pemeriksaan tidak ada yang sampai menderita dehidrasi berat, kata dr Dinaili yang bertugas di rumah sakit umum daerah itu.

Baca Juga : Mendagri Terbitkan Aturan Pakaian Dinas PNS: Jilbab Dimasukkan Kerah

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Perairan Indonesia Simpan Potensi Tsunami Non Tektonik Cukup Besar
apahabar.com

Nasional

Warga Gugat RS Siloam dan PT NKE Rp300 M
apahabar.com

Nasional

Jawab Sindiran Ahok Soal Peruri Minta Rp 500 M Proyek Pertamina, Ini Penjelasan Dewas
apahabar.com

Nasional

6 Kali Olah TKP, Periksa 131 Saksi, Bareskrim : Gedung Kejagung Sengaja Dibakar, Bakal Ada Tersangka
apahabar.com

Nasional

Polisi Amankan 40 Terduga Preman Bandung
apahabar.com

Nasional

Sikap Resmi Syekh Ali Jaber, Simak Link Live Konferensi Pers di Channel YouTube-nya Sekarang
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bantu Istri Ajudan Pribadi Presiden Soekarno
apahabar.com

Nasional

Bersama Presiden Singapura, Jokowi Tanam Pohon Damar di Istana Bogor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com