Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Pungli Jenazah Korban Tsunami, RSDP Serang: Kami Sedih, Sangat Hancur

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 11:31 WIB

Pungli Jenazah Korban Tsunami, RSDP Serang: Kami Sedih, Sangat Hancur

Bon pungutan pengambilan jenazah korban tsunami. Foto - ist

apahabar.com, JAKARTA – Pihak Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang mengaku kecolongan terkait pungli terhadap jenazah korban tsunami. Pihak rumah sakit merasa kecewa dengan tingkah oknum pegawainya.

Pelaksana tugas Direktur RSDP Serang, Sri Nurhayani mengatakan, pihak rumah sakit amat menyayangkan adanya pungli dalam pengurusan jenazah korban tsunami. Padahal, kata dia, sesuai undang-undang yang berlaku, tak ada pungutan apapun jika terjadi kejadian luar biasa (KLB) seperti bencana tsunami.

“Kami terus terang amat sangat menyayangkan dan kami sendiri dari jajaran RSDP tentunya sangat terpukul dengan kejadian ini dan sangat sedih dan sangat hancur buat kami dalam kasus ini,” katanya saat jumpa pers di Mapolda Banten, Sabtu (30/12/2018) malam.

Baca Juga: Pelari Menempuh 1.567 Km untuk Kampanyekan Anti-Narkoba

“SOP yang ada di kami peraturan yang ada di UU Kesehatan sudah jelas bahwa manakala ada kejadian KLB salah satunya adalah bencana ini tidak boleh dipungut biaya se sen pun terhadap korban dan itu sudah kami lakukan dan kami instruksikan kepada semua jajaran yang ada di RSDP,” lanjutnya.

Saat pungli terjadi pada 23 Desember atau sehari pasca tsunami, situasi di rumah sakit sedang penuh sesak oleh korban tsunami baik dari Serang dan Pandeglang. Memanfaatkan situasi itu, oknum ASN dan 2 orang pegawai swasta memanfaatkan untuk melakukan pungli.

“Kami terus terang saja pada saat kejadian tanggal 23 dengan kondisi yang sangat crowded dengan pelayanan yang kami berikan baik itu di IGD ataupun kamar jenazah karena memang sangat crowded sekali tanggal 23 itu,” tuturnya.

Setelah peristiwa ini, pihak rumah sakit akan mengevaluasi kinerja para pegawai agar peristiwa serupa tak terulang. Sri yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang itu melanjutkan, dirinya bersama jajaran juga akan mengevaluasi kerja sama antara pihak swasta yang mengurusi jenazah di RSDP.”Intinya kami sangat menyesalkan dan sangat mengutuk peristiwa ini,” tutupnya.

Baca Juga: Dirikan 8 Dapur Umum di Lokasi Terdampak Tsunami Selat Sunda

Sumber: Detiknews
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Anggota Tubuh Rentan Bermaksiat, Apa Maksiatnya Kaki?
apahabar.com

Hukum

Polisi Temukan Ladang Ganja 1,5 Hektare di Purwakarta
apahabar.com

Hukum

Bawa Sabu Karyawan Salon Dibekuk Polisi
apahabar.com

Hukum

Bawa Sabu, Polisi Tangkap Seorang Warga Kelurahan Sungai Pasah Kapuas
apahabar.com

Hukum

Berkedok Penggandaan Uang, Warga Lepasan Menipu Ratusan Juta
apahabar.com

Hukum

Pengacara Kecewa, Habib Bahar Smith Dituntut 6 Tahun
apahabar.com

Hukum

Habib Bahar Smith Diadili Hari Ini
apahabar.com

Hukum

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Sayangkan Vonis Hakim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com