Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Punya Pusat Unggulan Iptek, Kementan Intensif Kembangkan Tanaman Serat

- Apahabar.com Rabu, 26 Desember 2018 - 17:51 WIB

Punya Pusat Unggulan Iptek, Kementan Intensif Kembangkan Tanaman Serat

Apresiasi Lembaga Litbang 2018. Foto-kementrianpertanian

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini telah memiliki Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk tanaman serat.

Pada Apresiasi Lembaga Litbang 2018 di Indonesia Conventional Exhibition (ICE) BSD Serpong, Kamis 13 Desember lalu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pun telah menetapkan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) sebagai Pusat Unggulan IPTEK Serat.

Penetapan Balittas sebagai PUI disambut antusias oleh jajaran peneliti dan staf pendukung. Kepala Balittas Mohammad Cholid menyampaikan bahwa dengan penetapan ini, instansinya memperoleh dana insentif operasional Pengembangan Pusat Unggulan Iptek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi setiap tahun selama maksimum 3 (tiga) tahun.

Selain itu, sebagai PUI, Balittas juga akan mendapatkan kemudahan atau prioritas dalam meraih program.

“PUI juga akan mendapatkan pembinaan secara kelembagaan. Ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja dari sisi akademik dan komersialisasi hasil litbang sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terang Cholid saat dimintai keterangan, Rabu (26/12).

Balittas telah mengusulkan untuk menjadi PUI sejak tahun 2016. Menurut Cholid, sebagai salah satu kebutuhan pokok dunia terhadap 4F (food, feed, fiber, dan fuel), tanaman serat sangat strategis untuk dikembangkan.

“Deklarasi FAO tentang International Year of Natural Fibres 2009 yang bertujuan untuk memunculkan kembali serat alam untuk bahan baku industri, semakin menunjukkan pentingnya tanaman serat sebagai penghasil serat alam untuk lebih dikembangkan secara intensif,” sebutnya.

Pada tahun 2018, Balittas berupaya untuk memenuhi kriteria PUI. Cholid menyampaikan pada tahun ini, ada penambahan kegiatan sinergi dengan lembaga litbang lain yang juga tergabung dalam PUI dan hilirisasi produk. Sementara untuk meningkatkan public awareness, Balittas juga melakukan publikasi melalui media massa maupun website dan media sosial.

“Kami mengundang stasiun televisi untuk meliput kegiatan lokakarya tanaman serat sekaligus untuk memperkenalkan tanaman serat kepada publik,” jelas Cholid.

Sumber: Okezone
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dorong Industri Film Daerah, Forum Sineas Banua Gelar Masterclass di Taman Budaya
apahabar.com

Nasional

Tunda RUU HIP, Pemerintah Diapresiasi Ormas Islam dan PPP
apahabar.com

Nasional

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka
apahabar.com

Nasional

Semburan Air di Azzikra Bogor Mengandung Gas

Nasional

Selama PJJ, IGI: Perlu Ada Standar Penugasan dari Guru
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota RI, Intip Harapan Masyarakat Adat Dayak
apahabar.com

Nasional

Bupati yang Terjaring OTT KPK Miliki Kekayaan Rp 54 Miliar
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Nyatakan Pasien yang Meninggal di Cianjur Negatif Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com