3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Pusdai Gelar Disabilitas Mengaji, Catat Rekor Baru

- Apahabar.com Selasa, 18 Desember 2018 - 17:11 WIB

Pusdai Gelar Disabilitas Mengaji, Catat Rekor Baru

Kegiatan Disabilitas Mengaji dari Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat di Bale Asri, Pusdai, Kota Bandung, Selasa (18/12). Foto - Republika Online

apahabar.com, BANDUNG – Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat menggelar acara Disabilitas Mengaji di Bale Asri, Pusdai Kota Bandung, Selasa (18/12). Acara itu mencatat rekor baru dari Original Rekor Indonesia sebagai pengajian dengan jamaah penyandang disabilitas terbesar di Indonesia.

Acara khataman Alqur’an yang diikuti 300 orang penyandang disabilitas tersebut merupakan rangkaian dari Pusdai Milad ke 21.

Acara itu disebut sebagai kepedulian Pusdai pada kaum disabilitas dalam menyambut Hari Disabilitas Internasional.

“MTQ ini biasanya penyandang tunanetra saja tetapi yang dilakukan Pusdai sekarang bukan hanya oleh tunanetra saja tapi ada tunadaksa, tunarungu, dan sebagainya,” kata Ketua DKM Pusdai KH Choirul Anam.

Dia menyebut antusias penyandang disabilitas ternyata di luar ekspektasi panitia penyelenggara. Karena target peserta adalah 210 orang dari 20 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

“Rencana 210, seperti simbolnya milad ke 21 tapi ternyata antusiasnya luar biasa,  jadi ada satu yayasan bawa 15 orang padahal kita minta hanya lima orang yang dibawa ” kata Chairul.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan dari Original Rekor Indonesia sebagai pengajian dengan jamaah penyandang disabilitas terbesar di Indonesia. Penghargaan ini juga sebagai apresiasi pada tingginya antusias jamaah disabilitas dalam beribadah.

“Untuk mengapresiasi para penyandang disabilitas agar tidak termarjinalkan, jadi ke depannya Pusdai diharapkan tidak hanya mengaji bagi kaum disabilitas tetapi akan dilakukan MTQ untuk disabilitas,” tegas Chairul.

Sementara itu perwakilan penyandang disabilitas adalah Ketua Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia, Sri Agustini. Sri menuturkan, acara ini mendapat sambutan besar dari komunitasnya.

Sri mengatakan, tema Hari Disabilitas Internasional tahun ini adalah Indonesia Ramah Disabilitas. Namun dengan acara ini, kajian tema tersebut dapat diartikan dalam bentuk lain.

“Pengajian bisa jadi sektor keramahan juga. Kami berharap menjadi penyandang disabilitas  bukan hanya menuntut haknya saja tapi juga menunaikan kewajibannya sebagai manusia makhluk Allah,” tegas Sri.

Baca Juga: Imbas Penimbunan BBM Batola: Pertamina Stop Salurkan Solar Subsidi di Dua SPBU

 

Sumber: Republika Online
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Imam Al Ghazali Sebut 7 Anggota Badan yang Harus Dijaga
apahabar.com

Habar

Usai Hadiri Penandatangan Pembangunan Museum Sejarah Rasul, JK Diberi Kesempatan Umrah
apahabar.com

Habar

Imam Masjid di Uganda Nikahi Laki-laki, Kok Bisa?
apahabar.com

Religi

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi
apahabar.com

Religi

Habib Umar bin Hafidz: Ucapan Selamat Natal Diperbolehkan Bersyarat

Habar

Ulama Arab Saudi Fatwakan Organisasi Ikhwanul Muslimin Sesat
apahabar.com

Hikmah

Ketika Rasulullah SAW Menangis karena Kesyukuran
apahabar.com

Habar

Sah! Idul Fitri 1441 H pada Hari Minggu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com