BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

PVMBG Terjunkan Tim ke Gunung Anak Krakatau

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 16:17 WIB

PVMBG Terjunkan Tim ke Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau meletus. Foto - BNPB

apahabar.com, BANDUNG – Pasca-tsunami yang menerjang wilayah Selat Sunda, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengerahkan tim untuk meneliti penyebab air bah yang menyapu pesisir Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu malam. Tim akan melakukan kajian dan merekam citra morfologi Gunung Anak Krakatau.

“Kami sudah kirim empat orang untuk penelitian. Selanjutkan kami juga akan ke sana untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya tsunami,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi, Wawan Irawan di Bandung, Minggu (23/12/2018).

Ia menjelaskan, gelombang tinggi yang menelan puluhan korban jiwa belum bisa dipastikan atas aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau. Sebab berdasarkan catatan, tidak ada aktivitas besar yang bisa menyebabkan gelombang pasang atau tsunami di kawasan Selat Sunda.

“Butuh pendalaman untuk mencari tahu penyebabnya. Karena diperlukan tenaga yang besar seperti pergeseran lempeng, letusan besar gunung api, maupun longsoran besar yang masuk ke dalam kolom air laut untuk terjadi hal itu (tsunami),” kata Wawan.

Menurutnya, agak susah mencari kesimpulan mengenai data awal. Karena itu harus lebih dahulu diteliti dan dicari data permukaan morfologi Gunung Anak Krakatau. “Jadi dapat dipastikan longsoran terjadi di bagian tebing atau bagian lainnya,” ucapnya.

Baca Juga: Update Korban Tsunami Selat Sunda: 168 Orang Meninggal, 745 Terluka.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau secara visual teramati terjadi letusan dengan tinggi asap berkisar 300-1.500 meter di atas puncak kawah. Secara kegempaan, terekam gempa tremor menerus dengan amplitudo overscale (58 mm).

“Kami melihat amplitudo tremor maksimum III. Itu makanya kami agak kaget malam itu ada hubungannya dengan isu tsunami. Jadi untuk pembuktian aktivitas tsunami atau gelombang laut, hasilnya akan menunggu setelah tim kembali dari lapangan,” pungkasnya.

Sumber : Okezone
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ustaz Solmed: Mbah Moen Meninggal saat Hendak Salat Tahajud
apahabar.com

Nasional

Mensesneg: Reshuffle Tidak Relevan Lagi Bila Kabinet Bekerja Bagus
apahabar.com

Nasional

Fenomena Sensen Komara di Garut, ‘Rasul’ Menyesatkan dengan Ribuan Jemaah

Nasional

Kasus ‘Idi Kacung WHO’, Jerinx SID Dituntut 3 Tahun Penjara
Update Corona, Bintang Film hingga Pemain Juventus Terinfeksi

Nasional

Update Corona, Bintang Film hingga Pemain Juventus Terinfeksi
apahabar.com

Nasional

Ganja Jadi Komoditas Binaan Tanaman Obat, Apa Maksudnya?
apahabar.com

Nasional

Sah! Dibayar Lunas, Indonesia Resmi ‘Miliki’ Freeport
apahabar.com

Nasional

Bahas Ratifikasi IA-CEPA, Jokowi Akan Berkunjung ke Australia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com