Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Raperda Narkotika Banjarmasin Perlu Diperbaiki

- Apahabar.com Rabu, 5 Desember 2018 - 13:54 WIB

Raperda Narkotika Banjarmasin Perlu Diperbaiki

Ilustrasi : narkoba. Foto-jurnalmedia

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Banjarmasin H Budi Wijaya mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang narkotika yang sudah difinalisasi pembahasannya dan diajukan untuk dievaluasi pemerintah provinsi belum mendapat persetujuan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Budi mengungkapkan saat di gedung dewan kota, Rabu, pemerintah provinsi meminta Raperda yang lengkapnya berjudul Pencegahan Terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya itu untuk kembali diperbaiki materi dan drafnya.

“Jadi bukan dikembalikan tidak disetujui sama sekali, tapi diminta diperbaiki, di mana pemerintah provinsi akan kembali menerima jika sudah dilakukan,” terang politisi PKB tersebut.

Sebab, tutur Budi, pemerintah provinsi dalam hal ini bagian hukum memberikan catatan mana saja yang perlu diperbaiki materi dan draf Raperda tersebut.”Karena penelaahannya harus bersesuaian dengan peraturan hukum dan kesehatan, tidak ada celah kekeliruan di kemudian hari,” paparnya.

Menurut Budi, Raperda ini memang harus cepat disahkan, karena pembahasannya sudah cukup lama, meski demikian harus cermat tidak ada kesalahan atau bertentangan dengan peraturan di atasnya.

“Kita memang sudah beberapa kali mengkonsultasikan Raperda ini kepemerintahan pusat, tidak hanya di Kemenkes tapi juga Badan Narkotika Nasional (BNN),” paparnya.

Sehingga, kata Budi, jika pun ada perbaikan, tidak begitu banyak, sehingga bisa diselesaikan secepatnya oleh panitia khusus (Pansus) Raperda tersebut sebelum tutup tahun ini.

“Mungkin objeknya sasaran di Raperda ini lebih difokuskan, tidak semua jenis barang narkotika di masukkan, karena kan sudah ada undang-undangnya yang mengatur khusus itu,” tutur Budi.

Namun dia mengungkapkan, dasar dibuatnya Raperda ini berawal dari Banjarmasin yang dinyatakan darurat narkoba, khususnya obat jenis Zenith yang sangat tinggi penyalahgunaannya.

“Raperda inikan dibuat sebelum jenis obat terlarang, yakni, Zenith belum masuk kategori narkoba kelas 1,” ujarnya.

Dengan semangat memberantas peredarannya di daerah ini, karena dulunya bagi pelanggarnya hanya dikenakan pasal melanggar undang-undang kesehatan yang begitu ringan hukumannya, maka dibuatlah inisiatif peraturan daerah untuk bisa memaksimalkan sanksinya.

Tapi dalam perjalanannya, kata Budi, Raperda ini lebih menekankan pada pembinaan, khususnya melindungi anak-anak yang menjadi korbannya.

“Makanya dibuat agak luas cakupannya, tidak hanya kategori narkotika, namun juga barang-barang yang bisa memabukkan, seperti penyalahgunaan menghisap lem,” ujarnya.

Fenomena banyaknya remaja dan anak-anak berperilaku menyimpang seperti hal tersebut yang harus jadi perhatian semua. Dengan adanya peraturan daerah akan bisa maksimal ditangani, demikian kata Budi Wijaya.

Baca Juga: Empat Tempat Hiburan Banjarmasin Jadi Sasaran Razia Narkotika

Sumber : Antara
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kasus Aktif Melandai, Kalsel Beralih Jadi Zona Risiko Sedang
apahabar.com

Kalsel

Update Kondisi Pejuang Medis Positif Covid-19 di Kotabaru

Kalsel

Ada Desa ‘Hantu’ di Balangan, Walhi Minta KPK Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Kabar Positif, Pasien Covid-19 Kotabaru Sembuh Lagi
apahabar.com

Kalsel

Disenggol Truk, Jasad Pemancing di Swarangan Tala Akhirnya Ditemukan!
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Pengurus DPD KNPI Balangan Dilantik
apahabar.com

Kalsel

Kawal Pembangunan Daerah, Kejari HST Sosialisasikan Tim TP4D
apahabar.com

Kalsel

Kondisi Banjarmasin Pasca Supersemar (3), Bentuk Front Pancasila
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com