Cuaca Kalsel Hari Ini: Waspada! Hujan Petir Melanda Hampir Seluruh Wilayah Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Rasulullah Mengutamakan Kelembutan Hati di Atas Kemarahannya

- Apahabar.com     Sabtu, 1 Desember 2018 - 13:29 WITA

Rasulullah Mengutamakan Kelembutan Hati di Atas Kemarahannya

Tuan Guru Bajang memberikan tausiah di peringatan haul Almarhumah HJ. Nurhayati. Foto : apahabar.com/randy

Orang Yahudi itu pun beranjak pergi. Tak jauh dia berjalan, Sayidina Umar yang masih penasaran dengan prilaku orang itu, lantas menepuk pundaknya dan menanyakan motif orang itu.

Saya ini membaca kitab suci saya, dari semua tanda Nabi akhir zaman ada pada diri nabimu, semua tanda kenabian kecuali dua hal. Kemurahan dan kelembutan hatinya mendahului kemarahan dan murkanya, yang kedua semakin dikasari semakin keluar kelembutan hatinya.

Dan tadi ketika saya marah, saya menghardik dia, saya ingin membuktikan apakah dua ini ada pada diri Nabimu. Dan tadi saya saksikan kelembutan hatinya mendahului kemarahannya. Dan semakin kasar diperlakukan, semakin muncul kelembutan jiwanya. Maka saya bersaksi “Laa ilaaha illaallaah Muhammadurrasulullah.”

Si Yahudi pun langsung dibawa Sayidina Umar ke hadapan Rasulullah SAW. Di sana dia menceritakan motif prilakunya sebelumnya.

“Di situlah para ulama menjelaskan, ini adalah salah satu bukti yang Allah SWT firmankan ‘Fabima Rohmatimminallah lintalahum…” beber TGB.

Dengan rahmat dan kasih sayang, Islam tersebar ke seluruh dunia. Masuk ke hati-hati manusia yang sebelumnya tak mengenal agama. Dan menjadi agama yang paling tinggi pertumbuhannya sampai saat ini di seluruh dunia.

“Maka kalau dulu sebelum Rasul wafat, Allah menurunkan firmannya: Idzadza anasrullah wal fath (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, red). Maka insya-Allah kita akan menyaksikan nasrullahu wal fath (pertolongan Allah dan kemenangan, red) pada masa ini dan akan datang. Kapan itu terjadi, kalau kita semua bisa meneladani kemurahan hati, kemaafan, dan kebesaran jiwa Rasulullah SAW,” pungkas Tuan Guru Bajang.

Tausiah TGB tersebut disampaikan dalam peringatan Haul Almarhumah Hj Siti Nurhayati, istri Almarhum H Abdussamad Sulaiman HB, di kediaman keluarganya di Kampung Melayu Banjarmasin, Jumat 30/11 malam.

Baca Juga : Guru Wildan Ungkapkan Keprihatinan Kondisi Indonesia Pada Tuan Guru Bajang

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Ramadan Bulan Mendidik Nafsu, Begini Penjelasan Guru Zuhdi
apahabar.com

Ceramah

Ceramah Maulid di Banjarmasin, Abu Zein Fardany Tekankan Mutabaah Batiniah
apahabar.com

Ceramah

Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan
apahabar.com

Ceramah

Cara Mudah Meyakini Isra Mikraj, Begini Penjelasan Syekh Mutawalli Asy Sya’rawi
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Hidup Jangan Dibikin Sulit
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Sifat Allah Terkandung dalam “Laailaahaillallaah”
Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat

Ceramah

Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat
apahabar.com

Ceramah

Batalkan Haji Padahal Sudah Diniatkan, Berdosakah?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com