3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Ratusan Warga Gorontalo Mengungsi Akibat Termakan Isu Tsunami

- Apahabar.com Kamis, 27 Desember 2018 - 08:00 WIB

Ratusan Warga Gorontalo Mengungsi Akibat Termakan Isu Tsunami

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Ratusan warga di Desa Koluwoka dan Buluwatu, Gorontalo Utara mengungsi ke wilayah perbukitan akibat termakan informasi akan terjadinya tsunami di wilayah tersebut. Padahal hingga kini, tak ada informasi resmi dari BMKG terkait peringatan dini tsunami di wilayah tersebut.

“Sudah beberapa hari ini, warga disibukkan mengemas barang-barang berharga. Pada Rabu (26/12) sejak pukul 21.00 WITA, (mereka) mulai mengungsi di wilayah perbukitan Koluwoka,” ujar Muhlis Ismail, warga Koluwoka, dikutip dari Antara, Kamis (27/12).

Muhlis beserta keluarga dan sekitar ratusan kepala keluarga dari Dusun Tenilo, Bahari, dan Halabolu Desa Koluwoka sudah mengungsi di tempat yang dianggap aman dari terjangan tsunami. Puluhan warga lainnya di Desa Buluwatu juga ikut mengungsi.

Baca Juga: 14 Tahun Menanti, Taufik Akhirnya Temukan Jenazah Istri yang Jadi Korban Tsunami Aceh

Menurut Muhlis, sebagian besar pengungsi adalah anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Ia mengaku, masyarakat menerima informasi dari mulut ke mulut yang berasal dari media sosial, kemudian memunculkan reaksi ketakutan sehingga mereka memilih mengungsi. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, tsunami akan melanda wilayah itu pada Rabu (26/12).

Saat ini, rata-rata pemukiman penduduk Desa Koluwoka berjarak 100-300 meter dari tepi pantai.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Pemerintah Desa Koluwoka Ahmad Usman menjelaskan beberapa warga memang memilih berada di lokasi-lokasi ketinggian sejak lepas maghrib. Ia sendiri mengaku telah meminta warga tak panik dan tak mudah percaya pada informasi yang tidak akurat.

“Beberapa kepala keluarga bahkan keluarga terdekat saya, memilih ikut ke wilayah perkebunan yang ada di ketinggian, karena takut akan adanya tsunami. Kami tidak menganjurkan, tapi tidak menahan warga untuk tidak mengungsi,” ujar Ahmad.

Ia mengatakan, warga yang mengungsi tidak membangun tenda-tenda pengungsian. Rata-rata warga menginap di gubuk-gubuk yang dibangun di areal perkebunan.

Kebanyakan mereka hanya membawa barang seadanya, seperti makanan dan selimut juga barang berharga yang mudah dibawah.

Di sisi lain, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gorontalo Utara tengah berupaya untuk membujuk para warga untuk turun.

“Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mitigasi kebencanaan, maka mereka diharapkan segera turun dari lokasi-lokasi pengungsian, apalagi para balita, anak-anak, lanjut usia (lansia) dan ibu hamil, yang rentan terhadap cuaca dingin,” ujar Penasihat Tagana Risan Demanto.

Ia berharap warga tidak mempercayai informasi yang tidak akurat, apalagi tidak ada informasi akan adanya tsunami yang diterbitkan oleh pihak yang berkompeten, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Informasi yang beredar adalah perlunya kewaspadaan terhadap curah hujan tinggi, angin kencang di wilayah perairan serta gelombang tinggi yang bisa berdampak pada aktivitas masyarakat di tepi pantai ataupun bagi keselamatan para nelayan. Sementara situasi perairan atau kondisi gelombang laut di wilayah itu, kata Risan, cukup tenang hingga saat ini.

Baca Juga: Update Korban Tsunami Selat Sunda, 430 Tewas

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemprov: KEK MBTK 100 Persen Siap Diresmikan
apahabar.com

Nasional

Sahkan RUU Cipta Kerja, Instagram Puan Diserbu, Ketua ProDem: Jokowi Akan Diminta Pertanggungjawaban di Akhirat
apahabar.com

Nasional

Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik Diukur Ulang
apahabar.com

Nasional

Masyarakat Keluhkan Kenaikan Tarif Listrik Sepihak, Cuncung Tuding PLN Kurang Transparan!
apahabar.com

Nasional

Belum Sempat Dirujuk, Pasien Suspect Corona di Cianjur Meninggal
apahabar.com

Nasional

Jubir Covid-19 Kaltim Positif Covid-19, Berawal dari Lengah dan Tanpa Gejala
apahabar.com

Nasional

Apa Rahasia Singkawang Jadi Kota Paling Toleran di Indonesia?
apahabar.com

Nasional

Jokowi Turut Berduka atas Kewafatan Ustaz Arifin Ilham
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com