Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Respon Psikolog soal Kekerasan Remaja Banjarbaru yang Viral di Medsos

and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 15:26 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 15:26 WIB

Respon Psikolog soal Kekerasan Remaja Banjarbaru yang Viral di Medsos

Penyebab perkelahian dua remaja yang viral di Banjarbaru hanya karena perkata tetek bengek. Sumber foto: Youtube

apahabar.com BANJARBARU– Perilaku anak adalah produk pola asuh dan kondisi dalam keluarga. Begitu pandangan psikolog usai melihat perkara penganiayaan dan kekerasan fisik yang menimpa remaja perempuan 13 tahun di Banjarbaru.

Menjadi perhatian banyak pihak, pemicunya video kekerasan itu sempat viral di media sosial dan menjadi tontonan publik.

Baca: Dua Pengedar Sabu Dibekuk, Salah Satunya Oknum Sarjana Kehutanan

“Masa remaja merupakan suatu masa transisi, antara anak-anak menuju dewasa. Nilai-nilai baru mereka dapatkan, tak hanya di lingkungan keluarga seperti masa anak-anak.

Namun juga lingkungan sekolah, teman sebaya dan lingkungan sekitar,” ucap Psikolog Klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Sukma Noor Akbar, Jumat (7/12) siang.

Faktor lingkungan selama ini kerap memengaruhi para remaja, sering mendapatkan nilai yang salah kemudian diterapkannya dalam perilaku. Apalagi masa remaja merupakan masa yang suka berkelompok. Sehingga teman sebaya berperan sangat tinggi dalam membentuk perilaku remaja.

Baca: Terungkap Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham

“Selain itu sikap yang labil, agresif dan pencarian identitas diri. Sehingga tindakan ke arah pelanggaran norma sosial, sekolah, agama maupun hukum sangat sering terjadi pada masa ini,” jelasnya.

Pada kasus kekerasan fisik yang dilakukan kepada seseorang remaja perempuan di Banjarbaru, ia menilai hal itu lantaran remaja tersebut bergabung dengan teman sebaya, yang juga melakukan kenakalan atau tindakan ke arah kriminal maka ia cenderung untuk mengikuti perilaku tersebut.

“Apalagi jika didukung tidak kuatnya norma-norma yang diterapkan di keluarga. Maka, remaja akan mudah untuk melakukan penyimpangan dari aturan-aturan. Sikap dan perilaku anak, merupakan produk dari pola asuh atau kondisi di dalam keluarga,” ujarnya.

Reporter: Zepi Al Ayubi
Editor: Fariz F

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sekda Tala ‘Dicopot’, Sukamta Merasa Berat
apahabar.com

Kalsel

Usulan Karantina Wilayah Ditolak, Ibnu Sina Lobi Pusat
apahabar.com

Kalsel

Jaksa Yakin Bupati Balangan Terlibat Penipuan Cek Kosong
apahabar.com

Kalsel

Bupati Banjar Berharap Habib Syech Bisa Kembali Hadir Tahun Depan
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Intip Peluang Sengketa di Pilkada Kalsel, Begini Penyelesaiannya
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Potensi Desa Ajung Balangan, dari Gunung Hauk hingga Madu Lokal
apahabar.com

Kalsel

Hindari Penyebaran Covid-19, 12 Pasar di Batola Tutup Sementara
apahabar.com

Kalsel

Segera Pasang PJU di Sungkai dan Pengaron
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com