Bantah Ijazah Rahmad Masud Palsu, Rektor Untri Siap Lapor Balik Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes Varian Baru Corona B117 Sudah Masuk Kalsel, Banjarmasin Belum Ada Temuan Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta

Respon Psikolog soal Kekerasan Remaja Banjarbaru yang Viral di Medsos

and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 15:26 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 15:26 WIB

Respon Psikolog soal Kekerasan Remaja Banjarbaru yang Viral di Medsos

Penyebab perkelahian dua remaja yang viral di Banjarbaru hanya karena perkata tetek bengek. Sumber foto: Youtube

apahabar.com BANJARBARU– Perilaku anak adalah produk pola asuh dan kondisi dalam keluarga. Begitu pandangan psikolog usai melihat perkara penganiayaan dan kekerasan fisik yang menimpa remaja perempuan 13 tahun di Banjarbaru.

Menjadi perhatian banyak pihak, pemicunya video kekerasan itu sempat viral di media sosial dan menjadi tontonan publik.

Baca: Dua Pengedar Sabu Dibekuk, Salah Satunya Oknum Sarjana Kehutanan

“Masa remaja merupakan suatu masa transisi, antara anak-anak menuju dewasa. Nilai-nilai baru mereka dapatkan, tak hanya di lingkungan keluarga seperti masa anak-anak.

Namun juga lingkungan sekolah, teman sebaya dan lingkungan sekitar,” ucap Psikolog Klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Sukma Noor Akbar, Jumat (7/12) siang.

Faktor lingkungan selama ini kerap memengaruhi para remaja, sering mendapatkan nilai yang salah kemudian diterapkannya dalam perilaku. Apalagi masa remaja merupakan masa yang suka berkelompok. Sehingga teman sebaya berperan sangat tinggi dalam membentuk perilaku remaja.

Baca: Terungkap Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham

“Selain itu sikap yang labil, agresif dan pencarian identitas diri. Sehingga tindakan ke arah pelanggaran norma sosial, sekolah, agama maupun hukum sangat sering terjadi pada masa ini,” jelasnya.

Pada kasus kekerasan fisik yang dilakukan kepada seseorang remaja perempuan di Banjarbaru, ia menilai hal itu lantaran remaja tersebut bergabung dengan teman sebaya, yang juga melakukan kenakalan atau tindakan ke arah kriminal maka ia cenderung untuk mengikuti perilaku tersebut.

“Apalagi jika didukung tidak kuatnya norma-norma yang diterapkan di keluarga. Maka, remaja akan mudah untuk melakukan penyimpangan dari aturan-aturan. Sikap dan perilaku anak, merupakan produk dari pola asuh atau kondisi di dalam keluarga,” ujarnya.

Reporter: Zepi Al Ayubi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Narkoba

Kalsel

Penghujung 2020, Polres Tanbu Sukses Gulung Sindikat Narkoba
apahabar.com

Kalsel

Polisi Optimalkan Pelayanan SIM Harganas, Catat Waktu dan Lokasinya
apahabar.com

Kalsel

Mappanretasi jadi Wahana Bersyukur Nelayan Teluk Tamiang Kotabaru
Mortir

Kalsel

Tim Gegana Polda Kalsel Ledakkan Mortir Peninggalan Belanda di Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Kalsel: Panwascam di HST Harus Profesional
apahabar.com

Kalsel

Suasana Idul Fitri di Tapin Diprediksi Akan ‘Sepi’
apahabar.com

Kalsel

Dampak Pelebaran Jalan Trans Kalimantan, PKL Handil Bakti Harus Berkemas Mulai Maret
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut R4 VS R2 di Gambut Kalsel, Satu Pemotor Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com