Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Rhenald Prihatin Banyak Opini Miring Terkait Freeport

- Apahabar.com Senin, 24 Desember 2018 - 16:38 WIB

Rhenald Prihatin Banyak Opini Miring Terkait Freeport

Eks kegiatan tambang Freeport.Foto-Suara Merdeka

apahabar.com, JAKARTA – PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) kini resmi mengambil alih 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) senilai USD 3,8 miliar. Namun, berbagai kritikan pedas turut mengiringi pencaplokan salah satu tambang emas terbesar di dunia ini, sebab pemerintah kudu merogoh kocek guna mengakuisisi saham Freeport.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengaku prihatin atas rentetan ucapan miring berlebih tersebut.

“Bangun Freeport itu bukan seperti kasih orang ngontrak tanah di atas tanah kita seperti ucapan wakil rakyat yang mungkin kurang paham atau belum pernah jalan-jalan ke areal tambang di puncak gunung,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (25/12/2018).

“Atau mungkin juga mereka belum pernah belajar corporate strategy dan corporate finance. Jadi wajar kalau orang kurang kompetensi berpendapat bebas. Lucu-lucuan bisa terjadi,” tambahnya.

Dia beranggapan, getir juga melihat pernyataan para pengamat yang telah memaki bangsanya goblok atas upaya akuisisi saham PTFI ini. Padahal menurutnya, perwakilan negara telah membuat pusing petinggi Freeport dengan deal yang katanya hebat.

“Namun saya menduga, mereka yang ngamuk-ngamuk itu hanya kurang kompetensi saja. Maklum menganalisis Freeport ini complex. Ini gabungan macro-micro, corporate finance dan fiscal policy, masalah hukum dan lingkungan hidup, antara kepentingan domestik dengan global value chain,” paparnya.

Selain itu, ia mengatakan, kesuksesan ini pun memiliki dampak politis yang cukup mengundang opini. “Jadi biasa saja. Kalau sudah cukup berilmu pasti mereka bisa lebih rendah hati dan tak main kasih cap goblok ppada orang lain. Saya yakin mereka akan sampai ke sana. Namun tentu harus banyak sabar dan belajar secara komprehensif,” sambungnya.

Rhenald melanjutkan, ada perbedaan mendasar antara bumi Papua dan kekayaan alam yang dimiliki negara dengan perusahaan tambang yang dipunyai asing.

“Kita tak pernah mendirikan Freeport. Juga tak pernah taruh uang di perusahaan itu sehingga kita punya saham. Jadi kalau Freeport diusir atau berakhir (2021) yang kembali ke pangkuan kita ya cuma buminya saja, tanahnya. Lalu untuk eksploitasinya kita harus tanam modal juga bukan? Artinya keluar duit lagi, bukan?” jelasnya.

Baca Juga: Mudik Natal dan Tahun Baru, Pertamina Siagakan Pasokan 24 Jam

Sumber : Liputan6.com
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Anggota DPR Ingin BPOM Sidak Jelang Akhir Tahun
apahabar.com

Nasional

Total 125 Jenazah Diidentifikasi di Penutupan Operasi DVI Lion Air
apahabar.com

Nasional

BPJS Kesehatan Terapkan Close Payment System
apahabar.com

Nasional

Ini Nama Istri Terduga Teroris di Sibolga yang Meledakan Diri
apahabar.com

Nasional

Dukung Presiden Jokowi Soal Aparat Hukum, Ketum BPP Hipmi Mardani H Maming: Pemeras Musuh Bersama
apahabar.com

Nasional

Pelindo III Catat 47 Ribu Pemudik Lewat Tanjung Perak
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi: Kita Ingin TNI dan Polri Ada di Setiap Keramaian
apahabar.com

Nasional

44 Persen Kabupaten/Kota Berisiko Rendah dan Aman Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com