Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi

- Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 16:01 WITA

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi

Ilustrasi Unjuk rasa di Serbia. Foto - gettyimages

apahabar.com, JAKARTA – Ribuan orang berunjuk rasa di pusat Kota Beograd pada Sabtu (9/12), untuk memprotes serangan terhadap seorang politikus oposisi dan menuntut perubahan-perubahan kebijakan oleh Presiden Aleksandar Vucic dan partai Progresif Serbia yang berkuasa.

Dengan slogan “Hentikan kemeja berdarah,” para pengunjuk rasa berteriak-teriak sementara mereka bergerak melalui pusat kota dan mengutuk serangan terhadap Borko Stefanovic, pemimpin partai kecil Kiri Serbia.

Stefanovic diserang oleh sekelompok pria berpakaian hitam pada 23 November di Kruevac, kota di bagian selatan Serbia, dan menderita luka-luka setelah dipukuli dengan tongkat besi.

Vucic mengatakan para penyerang Stefanovic ditangkap beberapa saat setelah penyerangan, tetapi tokoh-tokoh oposisi mengatakan partainya terlibat -tudingan yang dibantah keras oleh para pemimpin Progresif.

“Kita harus melawan dengan teriakan terhadap rezim yang menjijikkan dan licin,” kata Branislav Trifunovic, seorang aktor dan pemimpin protes, kepada kerumunan massa.

Para aktivis oposisi mengatakan Vucic seorang otokrat dan menyebut Partai Progresif Serbia korup.

Peringkat Vucic telah turun sejak ia meraih suara mayoritas dalam pemilihan presiden tahun 2016, tetapi ia masih tetap sebagai pemimpin politik paling populer dan koalisinya yang berkuasa memiliki suara mayoritas dengan menguasai 160 dari 250 kursi di parlemen.

“Korupsi, kekerasan, pengekangan kebebasan pers, mereka (partai Progresif) melakukan semuanya itu dan Vucic adalah rajanya,” Radovan Peric, 49 tahun, seorang mekanik dari Beograd.

Unjuk rasa pada Sabtu diserukan oleh mantan Walikota Beograd Dragan Djilas, pemimpin Aliansi Serbia -kelompok heterogen beranggota 30 partai, yang melukiskan demonstrasi itu sebagai perlawanan warga negara terhadap pemerintahan otoriter.

Protes-protes oleh oposisi relatif jarang dilakukan di Serbia sejak pergolakan rakyat yang menggulingkan orang kuat Slobodan Milosevic tahun 2000. Vucic, tokoh nasionalis dalam kejatuhan bekas Yugoslavia tahun 1990-an, kemudian menganut nilai-nilai Eropa dan menetapkan keanggotaan Serbia di Uni Eropa sebagai tujuan strategis negaranya. Dia juga memelihara hubungan erat dengan Rusia dan China.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Abbas Dan Paus Bahas Masalah Timur Tengah
Vaksin

Global

Vokal Menentang Vaksin, Pria di Amerika Meninggal Akibat Covid-19
Yunani diterpa cuaca panas. Foto-Net

Global

Diterpa Gelombang Panas hingga Suhu 40 Derajat Celcius, Yunani Pinta Warganya Tidak Bepergian
Gelombang Panas

Global

Alasan Gelombang Panas Tak Ancam Indonesia Seperti di Eropa
Ilustrasi. Foto-Net.

Global

Gelar Uji Coba Rudal di Latihan ‘Nabi Besar 17’, Iran Target Pusat Nuklir Israel
apahabar.com

Global

Stok AS Meningkat, Harga Minyak Merosot
Djoko Tjandra

Global

Kasus Surat Palsu, Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara
Ivermectin

Global

Ivermectin Ternyata Juga Heboh di Malaysia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com