Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi

- Apahabar.com Minggu, 9 Desember 2018 - 16:01 WIB

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi

Ilustrasi Unjuk rasa di Serbia. Foto - gettyimages

apahabar.com, JAKARTA – Ribuan orang berunjuk rasa di pusat Kota Beograd pada Sabtu (9/12), untuk memprotes serangan terhadap seorang politikus oposisi dan menuntut perubahan-perubahan kebijakan oleh Presiden Aleksandar Vucic dan partai Progresif Serbia yang berkuasa.

Dengan slogan “Hentikan kemeja berdarah,” para pengunjuk rasa berteriak-teriak sementara mereka bergerak melalui pusat kota dan mengutuk serangan terhadap Borko Stefanovic, pemimpin partai kecil Kiri Serbia.

Stefanovic diserang oleh sekelompok pria berpakaian hitam pada 23 November di Kruevac, kota di bagian selatan Serbia, dan menderita luka-luka setelah dipukuli dengan tongkat besi.

Vucic mengatakan para penyerang Stefanovic ditangkap beberapa saat setelah penyerangan, tetapi tokoh-tokoh oposisi mengatakan partainya terlibat -tudingan yang dibantah keras oleh para pemimpin Progresif.

“Kita harus melawan dengan teriakan terhadap rezim yang menjijikkan dan licin,” kata Branislav Trifunovic, seorang aktor dan pemimpin protes, kepada kerumunan massa.

Para aktivis oposisi mengatakan Vucic seorang otokrat dan menyebut Partai Progresif Serbia korup.

Peringkat Vucic telah turun sejak ia meraih suara mayoritas dalam pemilihan presiden tahun 2016, tetapi ia masih tetap sebagai pemimpin politik paling populer dan koalisinya yang berkuasa memiliki suara mayoritas dengan menguasai 160 dari 250 kursi di parlemen.

“Korupsi, kekerasan, pengekangan kebebasan pers, mereka (partai Progresif) melakukan semuanya itu dan Vucic adalah rajanya,” Radovan Peric, 49 tahun, seorang mekanik dari Beograd.

Unjuk rasa pada Sabtu diserukan oleh mantan Walikota Beograd Dragan Djilas, pemimpin Aliansi Serbia -kelompok heterogen beranggota 30 partai, yang melukiskan demonstrasi itu sebagai perlawanan warga negara terhadap pemerintahan otoriter.

Protes-protes oleh oposisi relatif jarang dilakukan di Serbia sejak pergolakan rakyat yang menggulingkan orang kuat Slobodan Milosevic tahun 2000. Vucic, tokoh nasionalis dalam kejatuhan bekas Yugoslavia tahun 1990-an, kemudian menganut nilai-nilai Eropa dan menetapkan keanggotaan Serbia di Uni Eropa sebagai tujuan strategis negaranya. Dia juga memelihara hubungan erat dengan Rusia dan China.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Ribuan Warga Unjuk Rasa Menentang Icerd di Malaysia
Libur Nataru

Global

Libur Nataru, Kemenpan Larang Seluruh ASN Keluar Daerah
apahabar.com

Global

Bentrokan Pasukan Israel dengan Demonstran Palestina, 23 Orang Luka
apahabar.com

Global

Akibat Penggundulan Hutan Makin Marak, Tujuan Kesepakatan Paris Terancam Gagal
apahabar.com

Global

1.709 Pelajar di Malaysia Positif Narkotika
apahabar.com

Global

Australia Seharusnya Tak Akui Yerusalem Barat
apahabar.com

Global

Sengketa Dua Negara di Balik Penangkapan Petinggi Huawei
apahabar.com

Global

Dorong Warga Desa Bentuk Forum Peduli HIV/AIDS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com