Terungkap, 8 DPC Demokrat Kalsel Membelot Ikuti KLB Sumut! RAKERNAS 2021 Dibuka Jokowi, Ketum Hipmi: Saatnya Jadi Bangsa Produktif Jokowi di Rakernas Hipmi 2021: Investasi-Hilirisasi Industri Jadi Kunci Pengamat: Hati-Hati Manuver Politik KLB Demokrat, RK! Duh, Jembatan Perhotelan Sepanjang Ahmad Yani Banjarmasin Dituding Langgar IMB

Ribuan Warga Unjuk Rasa Menentang Icerd di Malaysia

- Apahabar.com Minggu, 9 Desember 2018 - 10:30 WIB

Ribuan Warga Unjuk Rasa Menentang Icerd di Malaysia

Ribuan warga Malaysia berunjuk rasa menolak pengesahan Konvensi Internasional Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD) di Dataran Merdeka, Kualalumpur, Sabtu.

apahabar.com, KUALALUMPUR – Ribuan warga Malaysia berunjuk rasa menolak pengesahan Konvensi Internasional Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD) di Dataran Merdeka, Kualalumpur, Sabtu (8/12).

Unjuk rasa yang digalang Gerakan Pembela Ummah pimpinan Aminuddin Yahya, diikuti ribuan orang dari Partai UMNO, Partai Islam se-Malaysia (PAS), kelompok pencak silat dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat.

Pengunjuk rasa memadati sepanjang jalan di depan Bangunan Tua Sultan Abdul Samad di depan Dataran Merdeka dan sepanjang Jalan Raja Laut mulai dari depan Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (pemerintah kota Kualalumpur) hingga di depan stasiun kereta ringan Masjid Jamek.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak dan istrinya Datin Rosmah datang bersama sejumlah pendukungnya dari stasiun kereta ringan PWTC setelah berjalan berarakan dari kantor UMNO di sebelah gedung PWTC.

Sebagian besar laki-laki dan perempuan pengunjuk rasa mengenakan baju putih bertuliskan “Bantah ICERD”, “ICERD Mengancam Islam dan Melayu”, “Daulat Tuanku, Jangan Hina Raja Kami” dan sebagainya sambil membawa bendera tauhid, bendera Malaysia, bendera PAS dan UMNO.

Sejumlah polisi dan petugas keamanan dari partai peserta turut menjaga unjuk rasa itu, yang berlangsung hingga pukul 17.00.

Mereka khawatir bahwa dengan penerapan ICERD, hak istimewa orang Melayu dan Islam, yang ada dalam Konstitusi Federal, akan dihapus.

Pada 23 November, Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa Pemerintah Pakatan Harapan tidak akan mengesahkan ICERD dan terus mempertahankan Perlembagaan Persekutuan atau Konstitusi Federal Malaysia.

Undang-undang dasar itu, yang berlaku sejak 1957, adalah hukum tertinggi Malaysia, yang memberikan keistimewaan kepada hak orang Melayu.

Sejumlah tokoh ikut berpidato pada acara tersebut, di antaranya Presiden UMNO Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, Presiden PAS Datuk Abdul Hadi bin Awang serta Ketua Sekretariat Gerakan Pembela Ummah Aminuddin Yahya.

“Ayo, yang membawa bendera dan banner bangun, tunjukkan sebab saya dapat laporan konon hanya 50 ribu yang berkumpul kalau kita bangun kita akan lihat 500 ribu berkumpul di tempat ini,” kata Presiden UMNO Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi dalam pidatonya.

Zahid mengatakan bahwa banyak orang berkumpul menunjukkan bahwa jika Islam dan Melayu diusik, maka mereka akan bersatu.

“Pemerintah sekarang jangan main-main dengan rakyat. Kalau diusik, maka kita akan bersatu. Ini harga diri,” katanya.

Ketua Gerakan Pembela Ummah Aminuddin Yahya mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya ditelepon diminta tidak melakukan unjuk rasa, namun tetap berunjuk rasa untuk menyelamatkan Konstitusi Federal dalam menyelamatkan hak istimewa orang Melayu.

 

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

KJRI Marseille Gelar Pertemuan Bisnis
apahabar.com

Global

Lagi-lagi! India Deportasi Pengungsi Rohingya ke Myanmar
apahabar.com

Global

Dorong Warga Desa Bentuk Forum Peduli HIV/AIDS

Global

Kenali 7 Gejala Terpapar Virus Corona Baru Inggris
apahabar.com

Global

Inilah 10 Negara Dengan Gaji Tertinggi di Dunia
Vagina

Global

Heboh Patung Vagina Raksasa di Tengah Taman, Dihujat Publik
apahabar.com

Global

Akhir dari “Perceraian Rahasia”, Perempuan Saudi Akan Dapat Konfirmasi Status Janda
apahabar.com

Global

Abbas Dan Paus Bahas Masalah Timur Tengah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com