4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas Sempat Tertunda karena Banjir, Akhirnya Vaksin Covid-19 Tiba di Tala Bertambah 13.094, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta Kasus

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 15:40 WIB

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan

Roket Long March-3B yang membawa Chang'e-4. Foto - REUTERS

apahabar.com, BEIJING – Robot penjelajah milik China, Chang’e-4 telah bersiap untuk mendarat di titik terjauh Bulan, atau dikenal sebagai “far side of the moon”, walau istilah “dark side of the moon” lebih familiar di telinga. Misi ini merupakan langkah penting Negeri Tirai Bambu itu dalam program antariksanya.

Dilansir Reuters, Minggu (30/12/2018), Chang’e-4 telah memasuki orbit yang direncanakan untuk bersiap ‘menginjakkan kaki’ di titik terjauh bulan untuk pertama kalinya. Namun belum diketahui di mana titik Chang’e-4 akan mendarat.

Baca Juga: 1,3 Juta Ayam Dibantai di Hong Kong demi Lawan ‘Virus Misterius’

Chang’e-4 diluncurkan pada awal bulan ini yang dibawa oleh Long March-3B rocket. Itu termasuk alat pendarat dan penjelajah untuk menjelajahi permukaan bulan.

Dilaporkan kantor berita resmi Xinhua, robot penjelajah tersebut telah memasuki orbit bulan elips pada 08.55 waktu Beijing, yang membawanya pada titik terdekat atau hanya 15 kilometer dari permukaan bulan. Chang’e-4 pertama kali memasuki orbit bulan pada 12 Desember 2018.

Tugas Chang’e-4 termasuk melakukan observasi astronomi, menyurvei medan bulan, bentuk lahan dan komposisi mineral, serta mengukur radiasi neutron dan atom netral untuk mempelajari lingkungan di titik terjauh bulan.

Langkah ini merupakan salah satu upaya China untuk mengejar ketinggalan dari Rusia dan Amerika Serikat dalam hal space power di tahun 2030. China juga berencana untuk meluncurkan pembangunan stasiun ruang angkasa berawaknya sendiri tahun depan.

Baca Juga: 1.709 Pelajar di Malaysia Positif Narkotika

Kendati demikian, meski China bersikeras bahwa ambisinya dalam ‘space power’ bertujuan damai, Departemen Pertahanan AS menuduh China ingin mencegah negara lain dari menggunakan aset berbasis ruang angkasa selama krisis.

Sumber: Detiknews
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Misteri MH370 di Langit Banda Aceh dan Dugaan Pesawat Celaka di Pulau Christmas
apahabar.com

Global

Terancam Disapu Badai Dahsyat, Ribuan Turis di Thailand Dievakuasi
apahabar.com

Global

Gempa 7,1 SR Filipina Dirasakan Warga Talaud
apahabar.com

Global

Bos Huawei Ditangkap, AS-China Bisa Batal ‘Rujuk’?
apahabar.com

Global

Baru Nikahi Miss Moscow, Raja Malaysia Mengundurkan Diri
apahabar.com

Global

Akibat Penggundulan Hutan Makin Marak, Tujuan Kesepakatan Paris Terancam Gagal
Facebook

Global

Tak Hanya Twitter, Facebook hingga YouTube Blokir Akun Donald Trump
apahabar.com

Global

Indonesia dan Australia Perpanjang Kerjasama Penanggulangan Terorisme
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com