Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 15:40 WIB

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan

Roket Long March-3B yang membawa Chang'e-4. Foto - REUTERS

apahabar.com, BEIJING – Robot penjelajah milik China, Chang’e-4 telah bersiap untuk mendarat di titik terjauh Bulan, atau dikenal sebagai “far side of the moon”, walau istilah “dark side of the moon” lebih familiar di telinga. Misi ini merupakan langkah penting Negeri Tirai Bambu itu dalam program antariksanya.

Dilansir Reuters, Minggu (30/12/2018), Chang’e-4 telah memasuki orbit yang direncanakan untuk bersiap ‘menginjakkan kaki’ di titik terjauh bulan untuk pertama kalinya. Namun belum diketahui di mana titik Chang’e-4 akan mendarat.

Baca Juga: 1,3 Juta Ayam Dibantai di Hong Kong demi Lawan ‘Virus Misterius’

Chang’e-4 diluncurkan pada awal bulan ini yang dibawa oleh Long March-3B rocket. Itu termasuk alat pendarat dan penjelajah untuk menjelajahi permukaan bulan.

Dilaporkan kantor berita resmi Xinhua, robot penjelajah tersebut telah memasuki orbit bulan elips pada 08.55 waktu Beijing, yang membawanya pada titik terdekat atau hanya 15 kilometer dari permukaan bulan. Chang’e-4 pertama kali memasuki orbit bulan pada 12 Desember 2018.

Tugas Chang’e-4 termasuk melakukan observasi astronomi, menyurvei medan bulan, bentuk lahan dan komposisi mineral, serta mengukur radiasi neutron dan atom netral untuk mempelajari lingkungan di titik terjauh bulan.

Langkah ini merupakan salah satu upaya China untuk mengejar ketinggalan dari Rusia dan Amerika Serikat dalam hal space power di tahun 2030. China juga berencana untuk meluncurkan pembangunan stasiun ruang angkasa berawaknya sendiri tahun depan.

Baca Juga: 1.709 Pelajar di Malaysia Positif Narkotika

Kendati demikian, meski China bersikeras bahwa ambisinya dalam ‘space power’ bertujuan damai, Departemen Pertahanan AS menuduh China ingin mencegah negara lain dari menggunakan aset berbasis ruang angkasa selama krisis.

Sumber: Detiknews
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Siwon Choi Super Junior  Doakan Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Bos Huawei Ditangkap, AS-China Bisa Batal ‘Rujuk’?
apahabar.com

Global

Kotaro Chiba, Konsumen Pertama Terima HondaJet Elite
apahabar.com

Global

Gempa 7,1 SR Filipina Dirasakan Warga Talaud
apahabar.com

Global

Sengketa Dua Negara di Balik Penangkapan Petinggi Huawei
apahabar.com

Global

Paus Fransiskus Ajak Masyarakat Dunia Peduli Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

152 Ribu Pengungsi Pulang ke Darfur Utara
apahabar.com

Global

Indonesia-Taiwan Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com