Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Rusia dan Turki Bahas Suriah Setelah Penarikan Tentara AS

- Apahabar.com     Minggu, 30 Desember 2018 - 17:49 WITA

Rusia dan Turki Bahas Suriah Setelah Penarikan Tentara AS

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah pertemuan. Foto - ndtv.com

apahabar.com, MOSKOW – Menteri luar negeri dan pertahanan dari Rusia dan Turki membahas koordinasi antara pasukan mereka di Suriah setelah keputusan Amerika Serikat akan menarik tentara dari republik Arab itu, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Sabtu (30/12).

“Hari ini, kesepahaman dicapai mengenai bagaimana wakil-wakil militer dari Rusia dan Turki akan terus mengoordinasikan langkah-langkah mereka di lapangan berdasarkan kondisi baru dengan tujuan untuk menghapuskan ancaman teroris di Republik Arab Suriah,” kata Lavrov.

Baca Juga: 1,3 Juta Ayam Dibantai di Hong Kong demi Lawan ‘Virus Misterius’

Dalam perubahan kebijakan tiba-tiba, Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu, Washington akan menarik sekitar 2.000 personelnya di Suriah, menjungkirbalikkan pilar kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah dan membuat sekutu-sekutu AS merasa khawatir.

Keputusan itu diambil setelah percakapan telepon Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin itu menyepakati perlunya bagi koordinasi yang lebih efektif mengenai negara yang dicabik perang saudara tersebut.

Tentara AS di Suriah telah bekerja sama dengan YPG/PKK untuk memerangi Da’esh (ISIS), meskipun Turki keberatan dengan tindakan memanfaatkan satu kelompok teror itu untuk memerangi kelompok teror lain.

Kantor berita Turki Anadolou melaporkan dari Azas, Suriah, pada Jumat pagi (28/12), Presiden Erdogan mengatakan Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad “melancarkan operasi psikologis”.

Dia menambahkan, “Kami menentang pemecahan Suriah. Tujuan kami ialah kelompok teroris pergi dari sana. Jika kelompok (teroris) itu pergi, maka tak ada tugas lagi buat kami.”

Baca Juga: Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan

Erdogan juga mengatakan satu delegasi pejabat senior Turki dijadwalkan mengunjungi Moskow pada Sabtu untuk membahas situasi di Suriah, termasuk Manbij.

sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Global

Dua Pekan Tutup, Sistem Perbankan Afghanistan Terancam Ambruk

Global

Pascaserangan Roket ke Bandara Kandahar, Tentara Afghanistan Berjuang di Beberapa Kota

Global

Serangan Israel Sudah Menewaskan 34 Anak di Palestina

Global

Palestina Berduka, ‘Dokter Corona’ di Gaza Jadi Korban Serangan Israel
Seniman Penggambar Kartun Nabi Muhammad

Global

Seniman Penggambar Kartun Nabi Muhammad Tewas
apahabar.com

Global

Jelang Unjuk Rasa, Enam Jalan Utama Kualalumpur Ditutup
apahabar.com

Global

Terancam Disapu Badai Dahsyat, Ribuan Turis di Thailand Dievakuasi
Investasi UEA

Ekbis

Dari Komitmen Investasi UEA, Indonesia Raih Rp 642,2 Triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com