Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

“Salam” Tuan Guru Husin Qaderi Buat Pecatur Insyaf

- Apahabar.com Rabu, 5 Desember 2018 - 13:47 WIB

“Salam” Tuan Guru Husin Qaderi Buat Pecatur Insyaf

Tuan Guru Husin Qaderi. Foto-alfaqir.blogspot.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kesantunan tidak membuat orang direndahkan. Sebaliknya, malah membuat orang dihormati. Kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak hanya didengarkan, tapi juga akan ditaati.

Satu bukti pernyataan di atas adalah sosok Ulama Besar Martapura Kalimantan Selatan bernama KH Husin Qaderi atau Tuan Guru Husin Qaderi.

Disebutkan, Tuan Guru Husin Qaderi merupakan ulama yang memiliki sifat santun. Tidak pernah terlihat menunjukkan amarah. Sehingga, orang yang melihatnya bersimpati, bahkan sampai meneladani.

Satu ketika, Tuan Guru Husin Qaderi berjalan menuju Masjid Al Karomah untuk menunaikan salat berjamaah.

Di sisi jalan, ada anak muda sedang asyik kumpul bermain catur. Oleh Tuan Guru, anak muda itu diberi salam, hanya diberi salam, “Assalamu’alaikum.”

Para anak muda itu pun tertunduk layu, menahan malu. Sebab masih asyik bercatur, padahal adzan sudah berkumandang. Mereka pun kemudian mengiringi Tuan Guru ke Masjid untuk menunaikan ibadah.

Rupanya, peristiwa itu membekas di hati mereka. Hingga keesokan harinya, anak muda itu tidak lagi bercatur saat adzan sudah dikumandangkan. Mereka lebih dulu mengambil wudhu dan langsung menuju ke masjid untuk menunaikan salat berjamaah, ibadah fardhu.

Tuan guru Husin Qaderi tidak mengajak mereka secara tegas, apalagi keras. Beliau hanya mengucap salam kepada mereka, dan berlalu begitu saja.

Namun kesan “salam” yang disampaikan ulama santun itu menghujam ke bagian terdalam hati mereka, sehingga mereka merasa diajak untuk salat bersama. Dan mereka akan sangat malu apabila mengulangi kekeliruannya.

Begitulah, jika dakwah dijalankan dengan kesantunan dan orang yang mendakwahkan memang bukan orang sembarangan.

Tanpa melakukan perintah pun, orang mudah tersentuh untuk melakukan kebajikan. Melihat dakwah mereka, Tuhan seolah memberi “pengabulan doa” lebih, sehingga dakwah mereka mudah dijalankan.

Wallahu’alam.

Baca Juga: Masjid Kayu Berumur 6,5 Abad Kembali  Difungsikan

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Keramat Guru Rosyad, Vespa yang Tak Bisa Dipindah
apahabar.com

Religi

Dikenal Lembut, Ternyata Abu Bakar Shiddiq Juga Pernah Marah
apahabar.com

Sirah

Rahasia Rasulullah SAW Gemar Puasa Hari Senin
apahabar.com

Religi

Sains Mengungkap Kebenaran Al-Qur’an Tentang Cerita Ashabul Kahfi
apahabar.com

Religi

Melihat Mungilnya Rumah Baginda Rasullah SAW
apahabar.com

Religi

Akhir Indah Ibnu Arabi, Pulang dengan Memeluk Al-Qur’an
apahabar.com

Religi

Awal Pembangunan Masjid Nabawi
apahabar.com

Religi

Syahid di Perang Uhud, Sahabat Ini Dimandikan Malaikat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com