Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Semangat Kurang, Siap- Siap Gulung Tikar

- Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 17:53 WIB

Semangat Kurang, Siap- Siap Gulung Tikar

Kawasan wisata mandiri terlihat sepi pengunjung. Foto -apahabar.com/m.robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota Banjarmasin rupanya sedang menemui jalan buntu. Tak sedikit pedagang UMKM memilih untuk gulung tikar.

Berdasar pantauan di beberapa kawasan kuliner seperti Kawasan Wisata Mandiri (KWM), Baiman dan Kawasan Wisata Kuliner (KWK) di Jalan Cendana, Kayutangi, Banjarmasin Utara, sangat sepi pengunjung. Di sana bahkan sangat banyak kios yang telah ditinggalkan.

Ida, salah seorang pedagang Kawasan Wisata Mandiri (KWM) mengatakan kawasan wisata mandiri sepi pengunjung, kecuali di akhir pekan. Menurutnya, Pemerintah kota Banjarmasin masih belum memantau terkait sepinya Kawasan Wisata Mandiri itu.

“Ya, terkadang penjualan ramai dan terkadang sepi mas,” ucapnya ditemui reporter apahabar.com, Jumat (7/12) sore.

Data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyebut, jumlah pedagang yang gulung tikar di KWM berjumlah 25 dari 50 pedagang, Kawasan Kuliner Baiman 20 dari 60 pedagang dan 50 dari 60 pedagang KWK memilih berhenti.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Priyo Eko membenarkan akan banyaknya pedagang UMKM yang gulung tikar. Pemkot Banjarmasin, kata dia, secepatnya akan berkoordinasi dengan para pedagang sekaligus mendata jumlah pedagang UMKM yang ada.

“Berapa yang ingin melanjutkan usaha dan berapa yang mau mundur,” jelasnya.

Priyo menegaskan, pemkot sebenarnya memiliki program menciptakan 2.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga 2021 mendatang. Di Banjarmasin sendiri sejauh ini baru menciptakan 1.800 pengusaha. Priyo menegaskan tantangan UMKM di Kota Banjamasin yaitu masyarakat Banjarmasin kurang ulet dan kurang serius dalam menjalankan usaha.

“Pedagang terkadang kurang konsisten dalam menjalankan usaha ini,” pungkasnya

Reporter : Muhammad Robby
Editor : Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com/Ahya

Kalsel

Menunggu Sejak 2019, Puluhan Honorer K2 di Barito Kuala Segera Naik Status
apahabar.com

Kalsel

Picu Pembunuhan di Veteran, Polisi Bentuk Tim Anti-Balap Liar
apahabar.com

Kalsel

Diapresiasi Kapolda Kalsel, Sinergitas Bhabinkamtibmas dan Aparat Desa Banyu Hirang Makin Solid
apahabar.com

Kalsel

Modal Usaha untuk Sarkani, Guru Ngaji Penjual Soto
apahabar.com

Kalsel

Raperda Pengelolaan Perparkiran Menunggu Disahkan
apahabar.com

Kalsel

Jual Obat Pertanian Ilegal, Polres HSU Gerebek UD Maju Bersama
apahabar.com

Kalsel

BPD Diresmikan, Kadis DPMPD Tabalong Ingatkan Tugas dan Fungsi
apahabar.com

Kalsel

Termakan Hoaks, Ratusan Warga di Banjarmasin Tolak Tes Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com