Naik, Harga Elpiji Kalsel Diklaim Termurah Se-Kalimantan Megaproyek Gedung Baru DPRD Banjarmasin, Ibnu Sina Buka Suara Lagi, Danau Eks Tambang di Banjar Renggut Korban Jiwa Ironi Gedung Baru DPRD: Orang Miskin di Banjarmasin Makin Banyak Blak-blakan Ibnu Sina Bicara Konsep IKN Nusantara: Jangan Oligarkis & Ngutang

Sepuluh Bulan Terakhir, 5.546 Istri Gugat Cerai Suami di Kalsel

- Apahabar.com     Kamis, 6 Desember 2018 - 16:30 WITA

Sepuluh Bulan Terakhir, 5.546 Istri Gugat Cerai Suami di Kalsel

Ilustrasi wanita sedang menangis. Foto-windymindy.wordpress.com

apahabar.com BANJARBARU – Data kasus perkara perceraian di Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Selatan menunjukkan 5.546 kasus istri menggugat cerai suaminya dalam rentang waktu Januari-Oktober 2018.

“Berdasarkan data laporan perceraian di Kalsel memang didominasi gugat cerai dari pihak perempuan, sebanyak 5.546 perkara. Kalau dipersentasekan mencapai angka 49 persen dari total 11.322 perkara selama tahun 2018,” ungkap Panitera PTA Kalsel Siti Romiyani SH MH kepada apahabar.com.

Sedangkan perkara cerai talak dari pihak suami hanya berada di posisi ketiga. Dengan 1.563 laporan perkara atau 14 persen saja, setelah perkara isbath nikah sebanyak 2.046 laporan perkara.

“Faktornya bermacam-macang yang menyebabkan perceraian. Mulai dari zina, mabuk, madat, judi, meninggalkan salah satu pihak dan dihukum penjara. Selain itu ada juga faktor karena poligami, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), cacat badan, ekonomi, perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus. Ada juga faktor karena kawin paksa dan murtad atau pindah agama,” jelasnya.

Baca Juga : Perkara Perceraian di Kalsel Masih Tinggi, Capai Angka Belasan Ribu

Tapi menurutnya, berdasarkan data dari Pengadilan Agama di 13 Kabupaten Kota di Kalsel. Faktor yang terbanyak adalah perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus, dengan 3.991 perkara. Bahkan mengalahkan faktor masalah ekonomi yang hanya 858 perkara. Disusul faktor meninggalkan salah satu pasangan dengan 712 perkara.

Menariknya adalah kasus faktor poligami menjadi salah satu faktor terendah. Bahkan dari 13 Kabupaten Kota di Kalsel, hanya 62 perkara. Terbanyak di Kabupaten Batola 18 perkara, Tabalong 16 perkara dan Kabupaten Banjar 9 perkara. Sisanya hanya hitungan jari saja.

Perlu diketahui, jumlah perceraian di rentang waktu Oktober-November 2018 ini mencapai angka 11.322 perkara. Hampir sama jumlahnya dengan tahun 2017 yang mencapai 11.795 perkara.

Kasus perceraian terbanyak berada di Kota Banjarmasin dengan 1.966 perkara. Disusul oleh Kabupaten Tanah Laut dengan 1.164 perkara, Kabupaten Banjar 1.124 perkara, Tanah Bumbu 1.151 perkara dan Hukum Sungai Utara dengan 1.090 perkara.

Reporter : Zepi Al Ayubi
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Terancam Dicopot, Kadisdik akan Panggil Kepsek dan Tim Manajemen Keuangan BOS se-Kalsel
apahabar.com

Tak Berkategori

Syekh Yasin dan Abah Guru Sekumpul Mengetahui Waktu Kewafatan Sendiri
apahabar.com

Tak Berkategori

Klaim Kelola Sampah dengan Baik, Sukamta Optimistis Raih Adipura
apahabar.com

Tak Berkategori

Hadiri Kegiatan Bermain dan Makan Bersama Anak Usia Dini, Istri Pjs Wali Kota Banjarbaru Sampaikan Ini
apahabar.com

Tak Berkategori

DLH Gandeng Sopir di Kalimantan Hadapi Haul Sekumpul ke-14
apahabar.com

Tak Berkategori

Produksi Karet Lesu, Gugur Daun Jadi Biang Kerok
apahabar.com

Tak Berkategori

‘Denganku Lebih Indah’, Begini Lirik Lagu Baru 5Romeo
Hasil PCR

Tak Berkategori

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Balikpapan, Satu Klinik Ditutup Sementara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com