Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Serba-Serbi Soal Mitos Telur dan Fakta Sebenarnya

- Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 11:15 WIB

Serba-Serbi Soal Mitos Telur dan Fakta Sebenarnya

Telur rebus. Foto-republika.co.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Ahli nutrisi sepakat bahwa protein dan vitamin yang terkandung di dalam telur membuatnya menjadi salah satu makanan sehat. Menurut ahli gizi Brigitte Zeitlin, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan otot yang sehat dan kuat.

Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein dan hanya 72 kalori. Telur juga kaya akan nutrisi penting seperti biotin yang mengubah makanan menjadi energi, kolin, vitamin A serta antioksidan lutein dan zeaxhantin.

“Telur juga satu-satunya makanan yang bisa memproduksi vitamin D secara alami dan menjaga tulang tetap kuat,” kata Zeitlin.

Namun di luar itu semua, salah satu hal yang masih sering diragukan yaitu mengenai manfaat kuning telur. Apakah kuning telur baik atau buruk untuk kesehatan. Selama bertahun-tahun, kuning telur sering dianggap tidak sehat karena mengandung kolesterol.

Satu butir telur berukuran besar mengandung 186 mg kolesterol, dimana jumlah konsumsi kolesterol yang dianjurkan dalam sehari kurang dari 300 mg. Tingginya kandungan kolesterol ini membuat telur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Meski demikian, menurut ahli gizi Ryan Maciel, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol yang berasal dari makanan tidak terlalu berdampak pada tingkat kolesterol di dalam darah. Selain kolesterol, kuning telur juga mengandung nutrisi lainnya.

Kuning telur tinggi akan zat besi, folat, vitamin, lutein dan zeaxhanthin seperti kandungan telur secara keseluruhan.

“Walaupun kuning telur mengandung protein lebih sedikit dari putih telur, kuning telur mengandung sejumlah nutrisi sehat seperti lemak sehat, asam lemak esensial dan antioksidan,” kata Maciel.

Putih atau Kuning saja?
Ahli nutrisi juga lebih menganjurkan untuk memakan telur secara keseluruhan dari pada hanya putih telur saja atau kuning telur saja. Hanya memakan putih telur saja dan menyingkirkan bagian kuningnya sama saja dengan membuang separuh kandungan protein pada telur.

Selain kehilangan setengah kandungan protein, nutrisi lainnya yang juga tidak bisa didapatkan yaitu vitamin D, E, A, kolin dan antioksidan. Terkait bahaya kolesterol pada kuning telur, menurut 2015 Dietary Guidelines, risiko penyakit jantung lebih besar karena faktor genetik serta gaya hidup yang tidak sehat termasuk kurang olahraga.

Faktanya, penelitisn terbaru menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sebutir telur sehari berisiko lebih rendah mengalami penyakit jantung dan stroke. Kemungkinan hal itu dikarenakan tingkat kolesterol baik (HDL) dalam telur sangat tinggi.

Bagi mereka yang masih khawatir, tidak sedikit dari mereka mencoba mengonsumsi telur organik. Penelitian menunjukkan bahwa praktik peternakan organik memang lebih baik untuk lingkungan.

Selain itu, menurut Maciel, telur organik lebih sehat karena saat pemeliharaan mereka lebih bahagia tidak seperti ayam di peternakan konvensional Mengonsumsi makanan yang berasal dari bahan organik dapat mengurangi konsumsi antibiotik, bahan-bahan kimia dan juga logam berat.

Namun, tidak ada jaminan telur-telur organik itu terbebas dari kontaminasi bakteri salmonella. Di luar semua itu, cara terbaik mengonsumsi telur yaitu dengan memasaknya. Selain menurunkan risiko keracunan makanan, telur yang dimasak membuat kandungan protein lebih mudah dicerna serta bisa meningkatkan bioavailabilitas biotin.

Beberapa pilihan cara dalam mengolah telur diantaranya dengan didadar, omelet, rebus. “Selama Anda memakannya secara utuh, Anda akan mendapatkan semua nutrisi baik dari telur,” kata Zeitlin. Untuk lebih sehat, telur bisa diolah dengan menambahkan sayur-sayuran.

Sumber : republika.co.id
Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Wadai Sagu, Kudapan Khas Kandangan yang Masih Diburu
apahabar.com

Gaya

Sering Buang Air Kecil Ketika Malam, Tanda Hipertensi
apahabar.com

Gaya

Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
apahabar.com

Gaya

Kalimantan Selatan Relatif Aman DBD
apahabar.com

Gaya

Resep Mie : Spicy Noodle Soup with Keecho
apahabar.com

Gaya

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang Peserta Touring Kemerdekaan
apahabar.com

Gaya

Ini 5 Tanda Ayam Sudah Tak Layak Dikonsumsi
apahabar.com

Gaya

Lebih Tahan Gores, Samsung Akan Pakai Gorilla Glass Victus Terbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com