Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Serda JR Penembak Letkol Dono Miliki Senpi Legal

- Apahabar.com Rabu, 26 Desember 2018 - 16:03 WIB

Serda JR Penembak Letkol Dono Miliki Senpi Legal

Kendaraan melintas dekat lokasi penembakan perwira TNI AD Letkol Dono Kuspriyanto di Jatinegara, Jakarta, Rabu (26/12). Hasil temuan sementara, pelaku Serda JR menembak Letkol Dono dalam kondisi mabuk. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Pelaku penembakan anggota TNI di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur merupakan perwira TNI Angkatan Udara. Tersangka berinisial JR berpangkat Serda itu telah melalui proses kepemilikan senjata api.

“Serda JR ini punya surat ijin menggunakan senjata yang baru dikeluarkan pada November 2018 sampai dengan November 2019,” tutur Kasubdispenum TNI AU Letkol Sus M. Yuris di Kodam Jaya, Jakarta Timur, Rabu (26/12).

Serda JR disebut telah mengikuti persyaratan memegang senjata di TNI AU dengan serangkaian tes, salah satunya psikotes. Keseluruhannya prosedur dimulai sejak Mei 2018.”Dan hasilnya layak memegang senjata,” jelas dia.

Saat kejadian, korban dan pelaku terlibat senggolan di jalan dan mengakibatkan penembakan itu terjadi. Korban yakni perwira TNI AD yang bertugas sebagai polisi militer, Letkol Dono Kuspriyanto tewas ditempat dengan luka tembak di bagian pelipis dan punggung.

“Kejadian tadi malam terjadi kemungkinan yamg bersangkutan berada dalam pengaruh alkohol atau minuman keras. Kemudian kejadian serempetan di jalan memicu emosi dan melakukan penembakan, apapun alasannya tidak bisa dibenarkan,” Yuris menandaskan.

Serda JR, pelaku penembakan anggota TNI di Jatinegara, Jakarta Timur bakal diproses dalam peradilan militer. Sebab korban dan pelaku sama-sama anggota TNI.

Adapun pelaku dari kesatuan Polisi Militer (POM) Angkatan Udara. Sementara korbannya, Letkol Dono Kuspriyanto berasal dari Polisi Militer (POM) Angkatan Darat.

Baca Juga: Penembakan di Jatinegara Disebut Murni Tindakan Kriminal

“Ini menyangkut tersangkanya anggota militer, kemudian korban militer, maka yang berlaku adalah KUHPM (Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer), peralidannya pun peradilan militer,” Kasubdispenun AU Letkol Sus M Yuris saat konferensi pers di Markas Kodam Jaya, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2018).

Kasus penembakan anggota TNI ditangani oleh POM AU yang bermarkas di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Yuris menyebut setelah berkas penyidikan lengkap bakal diserahkan kepada auditur militer untuk disidangkan di pengadilan militer.

“Akan melimpahkan berkas penyidikan kepada auditur militer dan akan dilimpahkan ke pengadilan militer untuk diadili,” kata dia.

Sementara, Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi mengatakan pelaku bakal dijerat Pasal 338 KUHP. Ancamannya 15 tahun penjara hingga pemecatan.”Itu ancamannya 15 tahun, dengan tambahan pecat,” kata Kristomei.

Baca Juga: Usai Upacara Militer, Jenazah Letkol Dono Dimakamkan

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kalimantan Jadi Ibu Kota, Dayak Meratus Jangan Tergerus
apahabar.com

Nasional

Elektabilitas Jokowi di Kalsel Terus Meningkat
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Kesiapan Masjid Istiqlal Terapkan New Normal
apahabar.com

Nasional

MUI: Haram Gunakan Kata Neraka, Setan atau Iblis untuk Nama Produk
apahabar.com

Nasional

Stabilitas Terjaga, Prospek Perekonomian Indonesia Diyakini Membaik
apahabar.com

Nasional

Gempa Lagi, Kali Ini Mengguncang Kepulauan Nias
apahabar.com

Nasional

Bintang Muda FTV Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Positif Corona di Indonesia Bertambah 7 Orang, Total Jadi 31 Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com