Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai

- Apahabar.com Senin, 31 Desember 2018 - 16:03 WIB

Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai

Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kacang memang salah satu jenis camilan yang lezat, dan kerap menjadi teman pendamping saat menonton film atau pertandingan olahraga.

Di pasaran, jenis kacang tanpa kulit paling banyak diburu karena lebih praktis dan bisa langsung dikonsumsi tanpa harus membuka kulitnya.

Namun, tahukah Anda bahwa kacang tanpa kulit yang tidak diproduksi dengan memerhatikan keamanan pangan bisa berpotensi sebagai penyebab kanker?

Prof Dr Ir Nuri Andarwulan, Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science & Technology (SEAFEST) mengungkapkan, kacang tanpa kulit berisiko tercemar zat racun bernama aflatoksin yang bersifat karsinogenik.

Baca Juga: Jangan Lupa Cek Kesehatan Hati

“Toksin ini bahayanya karena larut lemak, jadi ketika diserap usus halus tidak ada proses ekskresi. Sehingga dia mengikuti jalur deposit lemak yakni di hati. Tumpukan lemak ini yang lama kelamaan memicu kanker dan merusak kerja hati,” kata Prof Nuri pada sesi diskusi Nestle bertajuk ‘Food Safety: Dont’t Let Good Food Go Bad’ di Menteng, seperti dilansir dari health.uzone.id, belum lama ini.

Aflatoksin akan mencemari kacang yang tidak ditangani dengan baik sejak mulai ditanam, dipanen hingga didistrubusikan ke konsumen. Proses pengeringan, menurut dia, merupakan yang paling menentukan risiko pertumbuhan aflatoksin. Itu sebabnya keamanan pangan harus dipertimbangkan sejak proses menanam.

“Bahan pertanian ini kan basah lalu mengalami proses pengeringan. Kalau proses pengeringannya lama nanti jadi pertumbuhan aflatoksin. Jadi harus sesegera mungkin dikeringkan agar bakteri tidak tumbuh,” ungkapnya.

Tidak hanya kacang, Prof Nuri menyebut jagung juga berisiko tercemar zat berbahaya ini jika tak dilindungi oleh klobotnya.

“Kacang dan jagung yang tercemari akan menyebabkan kanker. Sama seperti kacang dengan kulitnya, kalau jagung masih ada klobotnya juga tidak akan terkontaminasi,” tandasnya.

Baca Juga: 9 Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

Sumber: health.uzone.id
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Performa HP Melambat? Lakukan 6 Cara Ini!

Gaya

Performa HP Melambat? Lakukan 6 Cara Ini!
apahabar.com

Gaya

Cloud Bakal Jadi Tren Saat Penerapan Normal Baru
apahabar.com

Gaya

Demi Rp45 Juta, Mahasiswi Ini Rela Kirim Foto Kaki Seksinya
apahabar.com

Gaya

Masuk ‘Dessert’ Paling Enak, Cendol Diperebutkan Singapura dan Malaysia
apahabar.com

Gaya

Setelah Gaet Blackpink dan Cristiano Ronaldo, Shopee Hadirkan GFriend Dipromo Puncak 9.9
apahabar.com

Gaya

Disebut Penyembuh Kanker Payudara, Kenali 3 Jenis Tanaman Bajakah
Apahabar.com

Gaya

Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit
apahabar.com

Gaya

Bioskop Buka Serentak Mulai 29 Juli, Pengelola Pastikan Taat Protokol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com