2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya Hasil Liga Italia, Taklukkan Crotone 2-1, Fiorentina Kembali ke Jalur Kemenangan

Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai

- Apahabar.com Senin, 31 Desember 2018 - 16:03 WIB

Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai

Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kacang memang salah satu jenis camilan yang lezat, dan kerap menjadi teman pendamping saat menonton film atau pertandingan olahraga.

Di pasaran, jenis kacang tanpa kulit paling banyak diburu karena lebih praktis dan bisa langsung dikonsumsi tanpa harus membuka kulitnya.

Namun, tahukah Anda bahwa kacang tanpa kulit yang tidak diproduksi dengan memerhatikan keamanan pangan bisa berpotensi sebagai penyebab kanker?

Prof Dr Ir Nuri Andarwulan, Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science & Technology (SEAFEST) mengungkapkan, kacang tanpa kulit berisiko tercemar zat racun bernama aflatoksin yang bersifat karsinogenik.

Baca Juga: Jangan Lupa Cek Kesehatan Hati

“Toksin ini bahayanya karena larut lemak, jadi ketika diserap usus halus tidak ada proses ekskresi. Sehingga dia mengikuti jalur deposit lemak yakni di hati. Tumpukan lemak ini yang lama kelamaan memicu kanker dan merusak kerja hati,” kata Prof Nuri pada sesi diskusi Nestle bertajuk ‘Food Safety: Dont’t Let Good Food Go Bad’ di Menteng, seperti dilansir dari health.uzone.id, belum lama ini.

Aflatoksin akan mencemari kacang yang tidak ditangani dengan baik sejak mulai ditanam, dipanen hingga didistrubusikan ke konsumen. Proses pengeringan, menurut dia, merupakan yang paling menentukan risiko pertumbuhan aflatoksin. Itu sebabnya keamanan pangan harus dipertimbangkan sejak proses menanam.

“Bahan pertanian ini kan basah lalu mengalami proses pengeringan. Kalau proses pengeringannya lama nanti jadi pertumbuhan aflatoksin. Jadi harus sesegera mungkin dikeringkan agar bakteri tidak tumbuh,” ungkapnya.

Tidak hanya kacang, Prof Nuri menyebut jagung juga berisiko tercemar zat berbahaya ini jika tak dilindungi oleh klobotnya.

“Kacang dan jagung yang tercemari akan menyebabkan kanker. Sama seperti kacang dengan kulitnya, kalau jagung masih ada klobotnya juga tidak akan terkontaminasi,” tandasnya.

Baca Juga: 9 Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

Sumber: health.uzone.id
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Data Pengguna Waze: Pengemudi Bandung Paling Taat PSBB
YouTube

Gaya

Giliran YouTube Perbarui Fitur untuk Batasi Ujaran Kebencian
apahabar.com

Gaya

Pasar Tomohon, Pasar di Sulut yang Jual Hewan Liar Seperti di Wuhan
Sederet Ide Menarik Saat di Rumah Aja

Gaya

Sederet Ide Menarik Saat di Rumah Aja
apahabar.com

Gaya

Obat Favipiravir Tunjukkan Hasil Memuaskan untuk Covid-19
apahabar.com

Gaya

Inilah Makanan Kucing Kampung
apahabar.com

Gaya

WHO Siapkan Aplikasi Covid-19 untuk Android dan iOS
apahabar.com

Gaya

Viral Rumah Berlapis Emas Milik Crazy Rich di Palu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com