Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Sidang Korupsi Pasar Ulin Raya: JPU akan Hadirkan Enam Saksi

- Apahabar.com     Minggu, 2 Desember 2018 - 14:26 WITA

Sidang Korupsi Pasar Ulin Raya: JPU akan Hadirkan Enam Saksi

AA, dan AJ Dua pejabat eselon II Pemkot Banjarmasin dijemput Tim Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Jum’at 16 November 2018 dipastikan terkait dugaan korupsi retribusi parkir pasar Ulin Raya. Dok. Kejari

apahabar.com,BANJARBARU – Sidang dugaan kasus korupsi parkir Pasar Ulin Raya akan kembali bergulir besok, Senin (3/11).

Sidang kedua dengan terdakwa dua Mantan Kadishub Banjarbaru AA dan AJ ini, nantinya akan beragendakan mendengarkan keterangan saksi. Jaksa Penuntut Umum dari Tipisdus Kejaksaan Negeri Banjarbaru, akan menghadirkan enam saksi sekaligus.

“Dapat kabar dari mana ini kawan-kawan? Tapi memang benar kami akan menghadirkan enam saksi langsung, dalam sidang besok,” ungkap Kasi Tipisdus Mahardika PW Rosadi kepada apahabar.com, Minggu (1/12) siang.

Alasan mendatangkan enam saksi sekaligus, ujar Mahardika, agar proses persidangan berjalan efisien. Total akan ada 20 saksi dihadirkan sepanjang persidangan kasus dugaan korupsi parkir Pasar Ulun Raya ini.

“Kami memakai asas sederhana, cepat dan biaya ringan. Jadi kami hadirkan langsung enam saksi,” jelasnya.

Mengenai siapa-siapa saksi tersebut, Mahardika enggan menyebutkan nama. Yang pasti, sambungnya, tiga orang  berasal dari pemerintahan, dan sisanya berasal dari kalangan sipil.

AA, dan AJ dua pejabat eselon II Pemkot Banjarmasin ditahan Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Jum’at 16 November 2018 dipastikan terkait dugaan korupsi retribusi parkir pasar Ulin Raya.

Belakangan diketahui inisial yang dimaksud adalah Antoni Arpan, dan Ahmad Jayadi. AA  sedang masuk purna tugas, sedangkan AJ sudah pensiun setahun belakangan.

Usai berkas penyidikan rampung, pelimpahan berkas dari penyidik ke JPU dilakukan, sekalius penahanan keduanya. Sejauh kasus dikembangkan, penyidik mendapatkan total kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 1,6 miliar.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Pihak Kejaksaan juga telah mengantongi 400 dokumen emas, guna mengembangkan kasus ini.

Baca Juga: Sidang Perdana Korupsi Pasar Ulin, Dua Terdakwa Bungkam

Penulis: Zepi Al Ayubi
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Tak Hanya Gelar Doktor Kehormatan, Rektor ULM: Sahbirin Noor Layak Jadi Menteri
apahabar.com

Kalsel

Petugas Mulai Keteteran Amankan Titik Api di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Geger Pemuda Desa Tebing Siring Tala Tewas Tergantung di Kebun Karet
Lagi, Kalsel Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir Hari Ini

Kalsel

Lagi, Kalsel Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Mayoritas S2, Rektor ULM Sebut Dosen S3 di PTS Kalimantan Langka
apahabar.com

Kalsel

Wakil Bupati Berharap Kapuas Bebas Kabut Asap Tahun Ini
Tabalong

Kalsel

Duh, Sudah Puluhan Bocah di Tabalong Kalsel Minta Kawin!
Perbatasan Kalsel-Kaltim

Kalsel

Cek Penyekatan di Perbatasan Kalsel-Kaltim, Pamatwil Polda Kalsel Turun ke Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com