Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah

- Apahabar.com Selasa, 11 Desember 2018 - 11:15 WIB

Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah

KH Seman Mulya. Foto-Majelis Ta’lim Al Munawwarah

apahabar.com, BANJARMASIN – Islam mengajarkan bagaimana menerima takdir Tuhan. Tapi penerimaan tentu berbeda dari masing-masing orang. Bagi orang awam takdir terbagi dua, manis dan pahit. Tapi tidak bagi para ulama yang mewarisi akhlaknya para anbiya (para nabi), semua takdir dirasa manis.

Salah satu contoh akhlak dalam menerima takdir itu ditunjukkan oleh KH Seman Mulya (Martapura) atau yang akrab dikenal dengan Guru Seman Bujang (ketika beliau belum kawin) dan Guru Seman Padang (karena rumah beliau di sekitar sawah/padang).

Sebagaimana diceritakan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dalam tausiahnya, di masa tuanya, Guru Seman menerima banyak tamu di kediamannya. Suatu ketika, karena asyik menjamu tamu, beliau terlambat untuk mengisi majelis taklim khusus wanita.

Menyadari hal itu, Guru Seman bergegas berjalan. Rupanya, tikar plastik di rumah beliau, terciprat air hingga menjadi licin. Sehingga ketika menginjak bagian itu, beliau terjatuh. Dan akibatnya, kaki beliau pun patah.

Baca Juga : Belajar Agama dengan Berguru

Namun, ulama sepuh itu tidak lantas menyalahkan keadaan apalagi mencari kambing hitam. Semisal, siapa yang tidak membersihkan tikar ini. Tidak. Penyikapan Guru Seman berbeda. Ulama sepuh itu, malah bersyukur dengan kejadian yang menimpanya.

“Alhamdulillah tenang aku,” kata Abah Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini) mengutip perkataan Guru Seman kala itu.

Sebagaimana diketahui, sebelum patah kaki, Guru Seman sibuk menerima tamu, mengajar, dan menghadiri undangan. Setelah itu, Guru Seman lebih fokus mengajar.

Abah Guru pun mengomentari cerita itu, “Betapa baiknya sangka Guru Seman.”

Baca Juga : 700 Santri Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Haji 2020 Masih Tanda Tanya, WHO Beri Masukan ke Arab Saudi
apahabar.com

Religi

Ethiopia, Saksi Perjuangan Sahabat Rasulullah SAW
apahabar.com

Habar

Haul Guru Sekumpul ke 15 Akan Digelar Layaknya di Makkah
apahabar.com

Religi

Perasaan Tak Enak, Ini Doanya
apahabar.com

Religi

Melihat Dukungan Nabi Muhammad Memberi untuk Mualaf
MTQ

Habar

Pelatihan Calon Dewan Hakim MTQ di Kapuas Resmi Ditutup
apahabar.com

Habar

500 WNI di Yordania Jalani Puasa di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Religi

Sarjana-Sarjana Barat Akui Rasulullah SAW Sosok Toleran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com