Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

Kereta Api Banjarmasin-Tabalong: Paman Birin Komunikasi dengan Investor Jepang

- Apahabar.com Senin, 17 Desember 2018 - 21:28 WIB

Kereta Api Banjarmasin-Tabalong: Paman Birin Komunikasi dengan Investor Jepang

Ilustrasi kereta api. Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pemprov Kalimantan Selatan mengincar kerja sama dengan calon investor asal Jepang untuk pendanaan pembangungan proyek Kereta api lintas Tabalong-Banjarmasin.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat ditemui apahabar.com menyatakan, sudah berulang kali rencana proyek KA Trans Kalimantan disampikan kepada presiden Jokowi di Istana Negara.

Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan Jokowi, Paman Birin- sapaan karibnya- memastikan KA bakal menghubungkan sembilan daerah di Kalsel. Adapun panjang rel yang telah disampaikan mencapai 1069 Kilometer.

“Terakhir informasi pembahasan Amdal sudah dibahas. Investor, kami sedang jajaki dari Jepang. Kami sudah komunikasi dengan investor ini. Untuk teknis, silakan tanya ke Kepala Dinas Perhubungan Provinsi,” ungkapnya Senin (17/12) sore di sela kegiatan di kantor BPK Perwakilan Kalsel Banjarbaru.

Dari komunikasi yang terbangun dengan investor, beberapa titik terminal KA di daerah yang akan dilewati telah ditentukan.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Siap Lanjutkan Proyek Kereta Api Borneo

“Penentuan terminal untuk kereta api sudah dibahas. Kepada bupati dan wali kota juga sudah disampaikan, untuk merancang titik-titik terminal kereta api ini nantinya,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie menambahkan proyek kereta api bakal berjalan sesuai perencanaan pembangunan. Meski tidak termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), pihaknya bertekad melanjutkan pembangunan KA tersebut.

Terkait pendanaan proyek tersebut, Haris mengaminkan perkataan dari Kadis Perhubungan Kalsel Rusdiansyah, jika sumber pendanaan proyek ini mesti berasal dari pihak ketiga. Sebab pembangunan KA sudah pasti menyedot kas daerah yang relatif besar.

APBD Kalsel 2019 seperti diketahui naik sebesar 3,97 persen menjadi Rp 6,3 triliun lebih dari APBD murni 2018 sebesar Rp6 triliun.

Baca Juga: Pengamat: Pembangunan Kereta Api Jangan Mempermudah Korporasi

“Program lain bisa terkesampingkan apabila menggunakan APBD,” katanya dihubungi media ini, siang tadi.

Kepala Sub Bagian Humas dan Kerja Sama Luar Negeri (KSLN) Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan RI, Eben Torsa sebelumnya memastikan jalur KA lintas Tabalong-Banjarmasin akan menggunakan tipe single track line atau jalur tunggal.

Nantinya, KA akan diproyeksikan untuk angkutan angkutan barang atau batubara di Banua -sebutan Kalsel.

apahabar.com

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (baju kuning). Foto – Dok. Pemprov Kalsel

“Ya, itu benar mas spek (single track line) akan digunakan nantinya. Sejauh ini kita masih melakukan kajian trase dan studi kelayakan analisis dampak lingkungan,” ujarnya kepada apahabar.com akhir pekan lalu. Saat ini desain penetapan trase alur kereta api khusus Trans Kalimantan, yakni segmen Tanjung-Paringin-Kandangan-Rantau tengah dibahas.

Baca Juga: Kereta Api Tabalong-Banjarmasin, Ditjen Perkeretaapian: Gunakan Rel Tunggal

Dari Kaltim, Gubernur Isran Noor menyatakan siap melanjutkan proyek KA Trans Kalimantan, meski sempat mengalami penundaan. Menurut Isran, pihaknya telah bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Ludmila Vorobieva di Bali. Pertemuan membahas kembali kerja sama yang sempat terbangun antara Pemprov Kaltim dengan Perusahaan Kereta Api di Rusia.

Ya, sepanjang 2018 ini praktis tak ada satupun kegiatan dari proyek ambisius itu yang berjalan. “Makanya saya minta keputusan segera, paling tidak harus ada keputusan di bulan Februari 2019, kalau tidak, saya putus dan cari investor lain,” ungkap Isran.

Pihak Rusia diklaim menyatakan keseriusannya bekerjasama membangun proyek kereta api ini. Dicoret dari PSN, pemerintah setempat menyiasatinya dengan public private partnership (PPP) menggandeng pihak Rusia; Russian Railways dan anak perusahaanya, PT. KAB.

Baca Juga: Masih Menanti Investor, Kereta Api Tabalong-Banjarmasin Dijamin Tak Terabas Hutan

Nama terakhir tengah fokus membangun General Transshipment Terminal (terminal pengangkutan umum) di Kawasan Industri Buluminung yang menjadi bagian dari konsep pengembangan rencana investasi mereka di Kaltim.

Rencananya, konstruksi rel kereta api wilayah selatan -PPU-Kubar- akan dimulai sekitar pertengahan 2019, sepanjang 203 km. Kaltim sadar, rel kereta api tidak mungkin dibangun menggunakan APBN. KAB siap mengucurkan dana hingga US$2 miliar untuk pembangunan kereta api di Bumi Etam.

Reporter: Zepy Al Ayubi/Muhammad Robby
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Internasional

Penampakan Mumi dalam Peti Mati Berumur 2.500 Tahun Ditemukan di Giza Mesir
apahabar.com

Tak Berkategori

Cerita ‘Ganjil’ Saat Renovasi Masjid Sultan Suriansyah

Borneo

Mualim 1 Ditemukan, Operasi SAR TB Fortunesius Clear
apahabar.com

Tak Berkategori

Terkait Masalah Sungai di Banjarmasin, Cawali Hj Ananda Terima Banyak Masukan dari Prof Lambut
apahabar.com

Tak Berkategori

Akhirnya, Puan Maharani Akui Matikan Mic Irwan Fecho di Paripurna Pengesahan RUU Cipta Kerja, Ini Alasannya!
apahabar.com

Tak Berkategori

Update Covid-19 di Indonesia: Bertambah 979 Positif, 9 Wilayah Nihil Kasus Baru
apahabar.com

Tak Berkategori

Viral! Pengantin Pria Ini Mirip Presiden Jokowi
apahabar.com

Tak Berkategori

FIFAPro Pertanyakan Langkah PSSI Soal Pangkas Gaji Pemain
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com