Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Surati Presiden Moon, Kim Jong-Un Dorong Denuklirisasi Semenanjung Korea

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 18:52 WIB

Surati Presiden Moon, Kim Jong-Un Dorong Denuklirisasi Semenanjung Korea

Moon Jae-In dan Kim Jong Un. Foto - The Presidential Blue House /Handout via REUTERS

apahabar.com, SOEL – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un berjanji akan kembali menggelar pertemuan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In tahun depan. Hal itu disampaikan Kim dalam surat yang dikirimnya kepada Moon.

Keinginan menggelar pertemuan rutin bersama Korsel itu dilakukan demi mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea. Hal itu juga sebagai upaya membangun perdamaian dan kesejahteraan di Semenanjung Korea.

“Pemimpin Kim mengatakan dia bersedia untuk sering bertemu dengan Presiden Moon tahun depan untuk memajukan diskusi mengenai perdamaian dan kemakmuran dan menyelesaikan masalah denuklirisasi Semenanjung Korea,” ujar Juru bicara Cheong Wa Dae, Kim Eui-kyeom seperti dilansir Reuters, Minggu (30/12).

Baca Juga: Rusia dan Turki Bahas Suriah Setelah Penarikan Tentara AS

Melalui surat itu, Kim Jong Un menyampaikan salam hangatnya sebagai penutup akhir tahun 2018. Surat itu juga untuk memperingati detensi dramatis yang mereka rancang tahun ini, termasuk tiga pertemuan yang digelar keduanya, pasca bertahun-tahun konfrontasi yang ditandai oleh serangkaian uji coba nuklir dan rudal Korea Utara.

Seperti diketahui, tahun ini Korut dan Korsel telah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali. Dua kali di perbatasan desa Panmunjom, dan satu kali di Ibu Kota Korut, Pyongyang.

“Pemimpin Kim mengatakan bahwa kedua pemimpin telah mendorong langkah-langkah praktis dan agresif yang melampaui konfrontasi yang telah berlangsung lama dengan bertemu tiga kali dalam setahun dan menekankan bahwa mereka telah membebaskan rakyat mereka dari ketegangan militer dan ketakutan perang,” katanya.

Baca Juga: Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan

Dalam surat itu Kim juga menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat menepati janjinya berkunjung ke Seoul sebelum tahun 2018 berakhir. Rencana kunjungan bersejarah Kim ini sebelumnya diumumkan Moon di tengah mandeknya perundingan nuklir antara Korut dan Amerika Serikat (AS), sekutu Korsel.

“Pemimpin Kim menyampaikan penyesalannya karena tidak bisa berkunjung ke Seoul tahun ini meskipun dia sangat ingin merealisasikan pertemuan yang sudah disepakati keduanya saat di Pyongyang,” ujar Kim Eui-kyeom.

Baca Juga: 1,3 Juta Ayam Dibantai di Hong Kong demi Lawan ‘Virus Misterius’

Sumber: Detikcom
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Tak Kuat Hidup Bergelimang Harta, Putri Kerajaan Dubai Minggat dari Istana
apahabar.com

Global

Tambang Emas di Afghanistan Runtuh, 30 Orang Tewas Tertimbun
VIrus

Global

Mengenal Disease X, Virus yang Diramal Jadi Pandemi Baru
apahabar.com

Global

Mantan Presiden AS George H.W Bush Wafat pada Usia 94 Tahun
apahabar.com

Global

Tata Kelola Gambut Indonesia Rujukan Dunia
apahabar.com

Global

Dianggap Menjijikkan, Durian Jadi Pajangan di Disgusting Food Musem Swedia
apahabar.com

Global

Arab Saudi Tidak Mau Serahkan Tersangka Kasus Khashoggi
apahabar.com

Global

Hubungan Mencair, Cina Mulai Impor Beras Amerika
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com