Sidang Pembuktian AnandaMu, Koordinator Banjarmasin-Baiman 2 Beri Kesaksian Kecelakaan Tunggal di Tol Mantewe Tanbu, Dua Orang Tewas Buntut Pembongkaran, Satgas Normalisasi Sungai Banjarmasin Kena Gugat Beredar Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta, Kordiv Bawaslu Terkejut Tak Cuma Wali Rakyat, Wali Kota Banjarmasin Juga Minta Mobdin Baru!

Survey LIPI : Mayoritas Publik Setuju Negara Tertibkan Ormas yang Gunakan Kekerasan

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 14:24 WIB

Survey LIPI : Mayoritas Publik Setuju Negara Tertibkan Ormas yang Gunakan Kekerasan

Suasana seminar LIPI tentang intoleransi dan radikalisme yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/12). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil survey terkait intoleransi dan radikalisme di sembilan provinsi di Indonesia. Dari hasil survey LIPI diantaranya menunjukan, mayoritas publik menyatakan setuju ormas yang menggunakan kekerasan ditertibkan Negara.

“Berdasarkan penelitian, sebanyak 67 persen responden setuju ormas menggunakan kekerasan ditertibkan negara,” kata Koordinator Tim Penelitian LIPI, Cahyo Pamungkas dalam Seminar Akhir Kegiatan Penelitian: Studi terhadap Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia, di Jakarta, Selasa (4/12).

Penelitian LIPI ini dilakukan di sembilan provinsi paling intoleran 2012-2017, versi indeks intoleransi Setara Institute, Wahid Foundation dan Komnas HAM.

Sembilan provinsi itu yakni Aceh, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara, terhadap 1.800 responden dari total penduduk sembilan provinsi yang berjumlah 116.034.389 jiwa.

Penelitian dilakukan melalui metode multistage random sampling, dan margin of error 2,4 persen.

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden setuju tindakan keras terhadap penganut aliran sesat.

“Mayoritas responden juga setuju Pancasila ideologi paling tepat untuk Indonesia,” jelasnya.

Dalam penelitian itu LIPI juga menyodorkan pertanyaan, apakah responden setuju bahwa Indonesia mendukung organisasi terlarang ISIS. Hasilnya masih ada lima persen responden yang menyatakan setuju.

Sementara itu dari sisi intoleransi, LIPI memunculkan pertanyaan antara lain, terkait kesediaan responden menerima pendirian rumah ibadah agama lain di lingkungan tempat tinggalnya.

Hasilnya meski mayoritas publik menyatakan bersedia atas hal itu, namun ada juga responden yang menolak pendirian rumah ibadah agama lain di lingkungan tempat tinggalnya.

Mayoritas publik juga hanya menerima Presiden yang beragama sama dengan dirinya.

Sumber : Antara
Editor : Budi Ismanto

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Politik

Melawan Lupa, Jalan ‘Kubangan Kerbau’ di Tanah Bumbu Disulap Jadi Mulus di Era MHM
apahabar.com

Politik

Disertai Doa Orang Tua, Cawali Banjarmasin Hj Ananda Mantap Gunakan Hak Suara
apahabar.com

Politik

PDIP Ajak Peneliti Gelorakan Semangat Berdikari Melalui Riset
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin, Ibnu Sina Rangkul Koalisi 01 dan 02 Pilpres 2019
apahabar.com

Politik

Calon Wali Kota Banjarmasin Ustadz Mushaffa Zakir Kunjungi Pemurus Baru, Warga Ngaku Kagum di Pertemuan Pertama
Pemurus Dalam

Politik

Nyoblos di TPS 23 Pemurus Dalam, Khairul Saleh Dapat Firasat Kemenangan
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin 2020: Wow, Hj Ananda–H Mushaffa Zakir Perjuangkan Parkir untuk Ojek Online
Kongres PMII XX

Politik

Bendahara PBNU Beri Restu Ramli Jauhari di Kongres PMII XX Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com