Naik, Harga Elpiji Kalsel Diklaim Termurah Se-Kalimantan Megaproyek Gedung Baru DPRD Banjarmasin, Ibnu Sina Buka Suara Lagi, Danau Eks Tambang di Banjar Renggut Korban Jiwa Ironi Gedung Baru DPRD: Orang Miskin di Banjarmasin Makin Banyak Blak-blakan Ibnu Sina Bicara Konsep IKN Nusantara: Jangan Oligarkis & Ngutang

Swafoto dengan Para Guru Jokowi : Profesi Guru Tak Tergantikan Mesin

- Apahabar.com     Sabtu, 1 Desember 2018 - 20:24 WITA

Swafoto dengan Para Guru  Jokowi : Profesi Guru Tak Tergantikan Mesin

Jokowi Swafoto. Foto-Antara

apahabar.com,BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo menyempatkan melakukan swafoto dengan para guru saat menghadiri ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-73 sekaligus Hari Guru Nasional di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (1/12).

Swafoto yang diambil sendiri oleh Presiden itu dilakukan saat Presiden memasuki maupun saat keluar dari stadion Pakansari.

Presiden pun mengenakan batik PGRI saat menghadiri acara dan berswafoto dengan para guru yang duduk di bagian tribun maupun menunggu di pintu keluar stadion.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa profesi guru adalah profesi yang mulia dan tidak bisa digantikan oleh mesin yang paling canggih sekalipun.

“Guru haruslah tetap guru. Guru tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun, secanggih apapun tidak bisa. Guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter-karakter anak bangsa dengan budi pekerti, toleransi, dan nilai-nilai kebaikan,” kata Presiden.

Gurulah pihak yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi dan kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa khususnya bagi generasi penerus.

Namun saat ini, ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. “Dunia virtual adalah kampus kita. Sekarang ini juga kita bicara apa adanya, Google juga sudah menjadi perpustakaan kita. Wikipedia juga menjadi ensiklopedi kita. Kindle, buku elektronik, juga menjadi buku pelajaran kita,” ungkap Presiden.

Presiden meminta agar para guru harus waspada terhadap maraknya media digital yang muncul.

“Kita sering terkaget-kaget anak-anak muda kita mampu belajar secara mandiri. Mereka bisa tahu jauh lebih banyak melalui bantuan teknologi. Oleh sebab itu peran guru harus lebih dari mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa. Guru dituntut lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan lebih menyenangkan bagi siswa,” jelas Presiden.

Setelah selama empat tahun fokus pada pembangunan infrastruktur, maka selanjutnya pemerintah, menurut Presiden akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga peran guru akan semakin sentral, utama, dan strategis.

“Guru harus menjadi agen-agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen-gen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa. Sebagaimana topik acara hari ini guru dituntut untuk meningkatkan profesionalisme guru untuk menuju pendidikan abad 21,” ungkap Presiden.

Baca Juga: Peneliti Intelejen : Mayoritas Peserta Reuni 212 Pendukung Prabowo Sandi

Editor : Budi Ismanto

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Bantah Menteri Sofyan, Kaltim Belum Pasti Jadi Ibu Kota
Abu Janda

Nasional

Hari Ini, Abu Janda Diperiksa Bareskrim Soal Cuitan ‘Islam Arogan’

Nasional

Lagi! Longsor Sukabumi Telan Korban, Terjepit di Antara Reruntuhan Rumah
apahabar.com

Nasional

Tinjau RS Darurat Wisma Atlet, Presiden Berharap Tidak Sampai Digunakan

Nasional

Emak-emak Jagoan, Lerai Duel Sajam Pakai Sandal
pinjol

Nasional

Ketua OJK: Pinjol Legal Berikan Bunga Murah ke Masyarakat
apahabar.com

Nasional

Kerugian Indonesia Akibat Covid-19 Bisa Tembus Rp 320 Triliun
Jaksel

Nasional

Pengunjung Sidang Praperadilan Habib Rizieq di PN Jaksel Dibatasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com