Sosok Promotor Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin Bukan Orang Sembarangan Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban Tarif PCR Sudah Turun, Maskapai Penerbangan di Kalsel Masih Menjerit

Syarbani Haira Soroti Kasus Perempuan Digigit Kobra

- Apahabar.com     Selasa, 11 Desember 2018 - 16:39 WITA

Syarbani Haira Soroti Kasus Perempuan Digigit Kobra

Salasiah korban digigit kobra tergeletak tak berdaya. Foto: banjarmasin.tribunnews.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus perempuan digigit kobra yang divonis dokter meninggal dunia, namun mendapat penolakan pihak keluarga dan masyarakat setempat, mendapat sorotan dari tokoh agama Kalimantan Selatan.

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan (Kalsel), Syarbaini Haira mengatakan bahwa dalam sejarah kehidupan memang ada kejadian seperti koma atau tak sadarkan diri.

Menurutnya, memang pada awal zaman Islam teknologi di bidang kesehatan sangatlah seret dibandingkan sekarang ini.

apahabar.com

Syarbani Haira. Foto; majelisulamadanwali.blogspot.com

“Dalam sejarah, memang ada (kasus, red) ketika dinyatakan meninggal oleh dokter, akan tetapi hidup kembali,” ucapnya kepada apahabar.com, Selasa (11/12).

Syarbani mengatakan bahwa dalam konteks Islam, apabila seseorang dinyatakan telah meninggal, maka pasti meninggal sedangkan dalam kehidupan sosial persepsi lain bisa saja terjadi seperti halnya mati suri atau koma.

“Tapi kalau aku masih belum mengetahui secara rinci masalah tersebut,” jelasnya.

Dia menyarankan bahwa solusi terbaik yang harus dilakukan yaitu pihak keluarga, tokoh masyarakat, ulama dan tim medis harus berembuk untuk menilai serta membuktikan apakah korban tersebut masih hidup atau meninggal dunia.

Terkait pengobatan tradisional dan ritual yang dilakukan dengan tujuan proses pengobatan, Syarbaini mengatakan bahwa langkah tradisional sifatnya macam-macam asalkan tidak berbau syirik dan menyekutukan Allah SWT.

“Kalau tujuannya ke arah yang lebih baik, maka tidak jadi masalah. Akan tetapi, kalau kearah syirik itu jelas tidak boleh,” pungkasnya.

Baca Juga : Nadi Salasiah Berdenyut, Korban Digigit Kobra Gunakan Oksigen

Reporter : Muhammad Robby dan Tania Anggrainy
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gelar Sidang Pertama, DPRD Balangan Bahas Evaluasi Kinerja dan Pencapaian

Kalsel

Sertijab di Polres Tanbu, Kabag Ops dan Kasat Lantas Berganti

Kalsel

KPU Perlu Rp23 Miliar Untuk PSU Pilgub Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Pelayanan, Petugas Operator Disdukcapil Kapuas Ikuti Bimtek
Ratu Zaleha

Kalsel

Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin
Bunuh Anak

Kalsel

7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron
apahabar.com

Kalsel

Status dan Gaji P3K Masih Belum Jelas
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Cerah Sambut Gelaran PSU Pilgub Kalsel Hari ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com