Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 12:50 WIB

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda. Foto - tempo.com

apahabar.com, Jakarta – Tidak adanya peringatan dini Tsunami di Selat Sunda oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BMKG mengaku mengaku kekurangan alat pendeteksi.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Rachmat Triyono menjelaskan alasan tak ada peringatan dini terkait tsunami Selat Sunda yang melanda pesisir pantai Banten dan Lampung pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Menurut Rachmat, alat yang dimiliki oleh BMKG saat ini hanya untuk melaporkan peringatan dini alias early warning system untuk tsunami yang diakibatkan gempa tektonik saja.

“Tsunami ini (Banten-Lampung) diakibatkan oleh gempa vulkanik, saat ini belum ada alatnya,” kata Rahmat di kantornya pada Minggu (23/12) dini hari.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ditengarai sebagai penyebab dari tsunami yang melanda pesisir pantai Banten, dan Lampung. Kekuatan tsunami bertambah saat bergabung dengan gelombang pasang air laut yang tinggi akibat dari fenomena bulan purnama.

Menurut Rachmat, BMKG sebelumnya pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB telah mengeluarkan peringatan dini adanya gelombang pasang setinggi dua meter di perairan Selat Sunda. Peringatan tersebut berlaku hingga tanggal 25 Desember 2018 mendatang.

“Kalau soal gelombang tinggi sekitar 2 meter, BMKG sudah memberikan peringatan dini,” kata dia.

Dengan adanya peristiwa ini, Rachmat berharap BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kedepannya dapat meningkatkan sinergitas dalam memberikan peringatan dini terkait kasus serupa.

“Pusat Geologi memberikan warning terkait aktivitas Anak Gunung Krakatau, BMKG memberikan warning daerah-daerah yang akan terdampak,” ujarnya.

Baca Juga: Postingan Terakhir Bani Seventeen, “Hore bapakku pulang..,” Viral di Medsos

Rencananya, pagi ini PVMBG dan BMKG akan mengirim tim ke area Gunung Anak Krakatau untuk memverifikasi dugaan tersebut. Mereka ingin memastikan apakah tsunami di Selat Sunda disebabkan oleh longsornya lereng gunung itu akibat erupsi atau faktor lain.

Baca Juga: 4 Fakta Bani Bassis Seventeen, Korban Tsunami Banten

Sumber: Tempo.co
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rekor Lagi, Kasus Positif Covid-19 Tambah 1.853 Orang Hari Ini
apahabar.com

Nasional

PSBB Berlaku, Jokowi-Ma’ruf dan Para Menteri Tak Gelar Open House Idulfitri
apahabar.com

Nasional

HPN 2020, Ilham Bintang: Deklarasi JMSI Penting dan Perlu Diapresiasi
apahabar.com

Nasional

H2 Muktamar Pemuda Muhammadiyah: Kandidat Calon Ketua Dipilih Hari ini
apahabar.com

Nasional

Bukalapak Tambah Server Hadapi Harbolnas
apahabar.com

Nasional

Cegah Virus Menular, Begini Cara Batuk yang Benar
apahabar.com

Nasional

Kawal Aksi Demo AMP, Seorang Prajurit TNI Tewas Dibacok
DPR

Nasional

Wakil Ketua DPR: Pemahaman UU Cipta Kerja Masyarakat Belum Utuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com