Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap Khotbah Salat Id di Masjid Al-Jihad Banjarmasin: Ancaman Budaya Jahiliah & Doa untuk Palestina Longsor Maut Batu Bini HSS, Tim SAR Terpaksa Hentikan Pencarian Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG….

Tak Butuh Kajian Drainase, Pemkot Banjarmasin Pilih Fokus Pengerukan

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tak Butuh Kajian Drainase, Pemkot Banjarmasin Pilih Fokus Pengerukan

Foto - Nusatara Kaya

apahabar.com, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin telah memasuki musim penghujan. Musibah alam seperti banjir dan genangan air menjadi musuh alami.

Kajian pengelolaan saluran air berupa drainase vertikal, serta sumur resapan sangat diperlukan kota berjuluk Seribu Sungai, agar mengurangi adanya banjir.

Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin menilai tidak memerlukan adanya kajian penerapan yang sudah dilakukan Kota Banjarbaru tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Joko Pitoyo kepada reporter apahabar.com, siang tadi, mengatakan kondisi struktur tanah antara Banjarbaru dan Banjarmasin sangatlah berbeda.

Kota Pendidikan itu, kata dia, membutuhkan sumur resapan untuk memanfaatkan air hujan menjadi kebutuhan aktifitas warganya sehari hari, sedangkan Banjarmasin tidak demikian. Banjarmasin merupakan kota dengan letak geografis sudah di atas air.

“Saya menilai tidak usah Banjarmasin begitu, sebab kita di sini sudah berada di atas air,” ucapnya.

Apabila tidak memerlukan kajian pengelolaan saluran air lantas, program efektif apa yang akan dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menangani musibah tahunan ini?

Joko menjawab pihaknya hanya perlu membersihkan, mengeruk dan menormalisasi sungai sungai yang ada di Banjarmasin secara rutin.

Sebab, pihaknya beranggapan 102 sungai yang ada di Banjarmasin merupakan saluran drainase primer bagi Banjarmasin.

“Kita akan memanfaatkan sungai Banjarmasin untuk mengelola saluran air agar tidak banjir,” katanya.

Ia menjelaskan, genangan air yang terjadi di beberapa titik di kota, disebabkan mampetnya salah satu sungai. Sehingga, sungai yang di dekatnya meluap berlebihan karena air susulan tersebut.

“Air di Banjarmasin selalu mengalami pasang surut. Jadi kita butuhkan cuma membersihkan sungai yang ada,” terangnya.

Bukan cuma itu, ia terus mengupayakan kajian pengelolaan saluran air untuk mencegah adanya muncul genangan saat musim hujan.

Usaha ini dengan mengimbau pemilik Rumah Toko (Roko) dan developer perumahan untuk membuat kajian drainase ditempat usahanya.

“Jarang ada yang menaati, tapi kami terus berusaha mengimbau mereka terus,” singkatnya.

Baca Juga: Asyik Main Hujan, Bocah 11 Tahun Tercebur di Kali Tugu Banjarmasin

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Terkejut, Diduga Merebak Aliran Sesat di Banjarmasin Selatan
apahabar.com

Kalsel

2019, Kecelakaan di Kalsel Meningkat
apahabar.com

Kalsel

5 Remaja Korban Prostitusi Online di Paser Dipulangkan, Pemprov Kalsel Berikan Pendampingan Penuh
apahabar.com

Kalsel

Irwasum Awasi Kontijensi Aman Nusa II 2020
apahabar.com

Kalsel

Mau Nuntut Ilmu, Tiga Jemaah Haul Guru Sekumpul Asal Jawa Kehabisan Ongkos
apahabar.com

Kalsel

Jalin Kerja Sama Pemberantasan Narkoba, Kapolda Kalsel Terima Kunjungan Kepala BNNP Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Mengaku Salah, Oknum Guru Tanbu Pengunggah Status Provokatif Minta Maaf
Sungai Tabalong

Kalsel

Mandi Bersama Teman, Bocah SD di Sei Buluh Tenggelam di Sungai Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com