Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah

Tak Butuh Kajian Drainase, Pemkot Banjarmasin Pilih Fokus Pengerukan

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tak Butuh Kajian Drainase, Pemkot Banjarmasin Pilih Fokus Pengerukan

Foto - Nusatara Kaya

apahabar.com, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin telah memasuki musim penghujan. Musibah alam seperti banjir dan genangan air menjadi musuh alami.

Kajian pengelolaan saluran air berupa drainase vertikal, serta sumur resapan sangat diperlukan kota berjuluk Seribu Sungai, agar mengurangi adanya banjir.

Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin menilai tidak memerlukan adanya kajian penerapan yang sudah dilakukan Kota Banjarbaru tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Joko Pitoyo kepada reporter apahabar.com, siang tadi, mengatakan kondisi struktur tanah antara Banjarbaru dan Banjarmasin sangatlah berbeda.

Kota Pendidikan itu, kata dia, membutuhkan sumur resapan untuk memanfaatkan air hujan menjadi kebutuhan aktifitas warganya sehari hari, sedangkan Banjarmasin tidak demikian. Banjarmasin merupakan kota dengan letak geografis sudah di atas air.

“Saya menilai tidak usah Banjarmasin begitu, sebab kita di sini sudah berada di atas air,” ucapnya.

Apabila tidak memerlukan kajian pengelolaan saluran air lantas, program efektif apa yang akan dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menangani musibah tahunan ini?

Joko menjawab pihaknya hanya perlu membersihkan, mengeruk dan menormalisasi sungai sungai yang ada di Banjarmasin secara rutin.

Sebab, pihaknya beranggapan 102 sungai yang ada di Banjarmasin merupakan saluran drainase primer bagi Banjarmasin.

“Kita akan memanfaatkan sungai Banjarmasin untuk mengelola saluran air agar tidak banjir,” katanya.

Ia menjelaskan, genangan air yang terjadi di beberapa titik di kota, disebabkan mampetnya salah satu sungai. Sehingga, sungai yang di dekatnya meluap berlebihan karena air susulan tersebut.

“Air di Banjarmasin selalu mengalami pasang surut. Jadi kita butuhkan cuma membersihkan sungai yang ada,” terangnya.

Bukan cuma itu, ia terus mengupayakan kajian pengelolaan saluran air untuk mencegah adanya muncul genangan saat musim hujan.

Usaha ini dengan mengimbau pemilik Rumah Toko (Roko) dan developer perumahan untuk membuat kajian drainase ditempat usahanya.

“Jarang ada yang menaati, tapi kami terus berusaha mengimbau mereka terus,” singkatnya.

Baca Juga: Asyik Main Hujan, Bocah 11 Tahun Tercebur di Kali Tugu Banjarmasin

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rancangan APBD Banjarmasin 2020 Capai Triliunan
apahabar.com

Kalsel

Jumadi, Pria yang Mengaku Nabi Isa di Balangan Diduga Gangguan Mental
apahabar.com

Kalsel

Geger, Bocah Enam Tahun Tewas di Saluran Air Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Siang Hari Hujan Disertai Petir Landa Batulicin dan Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Pencemaran Nama Baik Habib Banua, Polisi Belum Periksa Adhariani
apahabar.com

Kalsel

Hingga 19 Juli, Banjarmasin Hampir Tembus 2 Ribu Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Minta GTPP Sigap Penuhi Kebutuhan RS Rujukan
apahabar.com

Kalsel

Identitas Jasad Pria Mengapung di Sungai Barito Terkuak, Begini Firasat Sang Kakak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com