Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin? Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall

Tak Kuat Hidup Bergelimang Harta, Putri Kerajaan Dubai Minggat dari Istana

- Apahabar.com     Jumat, 7 Desember 2018 - 16:46 WITA

Tak Kuat Hidup Bergelimang Harta, Putri Kerajaan Dubai Minggat dari Istana

Putri Kerajaan Dubai, Sheikha Latifa Mohammed Al Maktoum. Foto - grid.id

apahabar.com,DUBAI – Jika ada istilah harta duniawi tak menjamin kebahagiaan, kelihatannya itu memang benar adanya.Seperti kisah seorang putri kerajaan asal Dubai, Uni Emirat Arab. Putri bernama Sheikha Latifa Mohammed Al Maktoum (32) ini mengaku tak kuat hidup di ‘Penjara Emas’ ia ingin kebebasan.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (6/12) Sheikha ialah salah satu dari 30 anak di kerajaan Dubai. Sheikha merupakan anak dari Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA).

Diketahui Sheikha minggat dari istana kerajaan Dubai pada Maret lalu. Sheikha kabur dan bersembunyi di sebuah kapal pesiar bernama Nostromo di lepas pantai Goa, India.

Namun petugas keamanan India berhasil menemukan Sheikha dan menangkapnya.
Sheikha kemudian dibawa kembali ke Dubai. Ada lagi seorang mantan agen rahasia Perancis dan tiga anggota awak kapal pesiar ditangkap karena terbukti membantu menyembunyikan sang putri.

Mengetahui kejadian ini, Amnesty International memaksa UEA agar menghormati hak Putri Sheikha untuk bepergian keluar negeri.

Kejadian ini akan dibahas pada rapat PBB di Geneva pekan depan. “Hari ini menandai enam bulan sejak Sheikha Latifa dan lima orang lainnya ditahan di laut oleh pasukan keamanan India dan UEA, sementara kapal yang mereka tumpangi disita,” kata juru bicara Amnesty International.

“Sheikha Latifa ditahan secara tidak sengaja di sebuah lokasi yang dirahasiakan oleh UEA,” imbuhnya. Amnesty Internasional menganggap kejadian ini sebagai pelanggaran HAM yang dilakukan India dan UEA.

Sebelumnya, Sheikha sempat memrilis sebuah video. Dalam konten tersebut, Sheikha mengaku tak betah hidup bergelimang harta namun tidak mendapat perhatian keluarga. Pada usia 16 tahun Sheikha juga pernah mencoba kabur.

Namun ia tertangkap dan dijebloskan ke penjara, dipukul, disiksa dan diperlakukan tak semestinya sebagai seorang putri kerajaan. Ayahnya juga sangat membatasi gerak-gerak sang putri, dimanapun kapanpun.

Sumber : grid.id
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksinasi Pelajar

Tak Berkategori

Vaksinasi Pelajar Banjarmasin Dimulai, Banyak Orang Tua Takut
apahabar.com

Tak Berkategori

Bawa Sajam ke Warung Remang-Remang, Warga Batang Alai Ditangkap
apahabar.com

Tak Berkategori

Peringati Hari Lansia 2019, Pemko Banjarmasin Gelar Pasar Murah

Tak Berkategori

Usai Hina Habib Rizieq, McDanny Akhirnya Minta Maaf
apahabar.com

Tak Berkategori

Bulan Puasa: Produsen Rokok di Kalimantan Rugi Rp 20 Miliar
Gelombang Panas

Tak Berkategori

Alasan Gelombang Panas Tak Ancam Indonesia Seperti di Eropa
apahabar.com

Tak Berkategori

Amankan Haul Guru Sekumpul ke 14, Polda Kalsel Terjunkan 22 Ribu Petugas Gabungan
Kebakaran

Tak Berkategori

Kebakaran Asrama Polsek Banjarmasin Utara, 4 Rumah Hangus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com