Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Tata Kelola Gambut Indonesia Rujukan Dunia

- Apahabar.com Minggu, 2 Desember 2018 - 16:45 WIB

Tata Kelola Gambut Indonesia Rujukan Dunia

Lahan Gambut. Foto-jurnalbumi.com

Ia kembali mengingatkan bahwa pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2015, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla telah memberi perhatian lebih pada pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.

“Ini untuk mencegah kebakaran gambut seperti yang terjadi pada tahun 2015 ketika sekitar 800.000 ha dari 2,6 juta hektare area yang terbakar adalah lahan gambut,” ungkapnya.

Komitmen Pemerintah Indonesia ini semakin dipertegas Siti Nurbaya saat menjadi pembicara kunci pada Pembukaan Forum Global Landscape 2018. Ia mengatakan telah terjadi pergeseran besar tata kelola kehutanan Indonesia menuju perspektif baru keberlanjutan.

Kami telah pindah dari manajemen berorientasi kayu ke pengelolaan lanskap hutan. Kami juga telah mengambil langkah-langkah korektif untuk mencapai pengelolaan hutan lestari,” katanya.

Karhutla Siti Nurbaya menyatakan Indonesia telah belajar banyak dari karhutla yang rutin terjadi hampir selama dua dekade. Pemerintahan Presiden Jokowi tidak mau mengulangi kesalahan yang sama karena sangat merugikan lingkungan, kesehatan, ekonomi dan juga kehidupan sosial masyarakat.

“Kami telah mengembangkan banyak instrumen pengelolaan lahan gambut,” kata Siti Nurbaya. Di antaranya melalui kebijakan penghentian sementara atau moratorium izin di lahan gambut dan hutan primer, menerbitkan PP 57/2016 tentang Perlindungan dan pengelolaan lahan gambut, hingga menegakkan hukum lingkungan secara konsisten.

Indonesia juga telah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk memperbaiki konstruksi restorasi gambut dan operasi dan pemeliharaan infrastruktur dan pemanfaatan gambut.

“Saat ini sekitar 177 pemegang konsesi telah mengembangkan rencana dan melaksanakan restorasi gambut sampai 2026,” ungkap Siti Nurbaya.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Emas Berjangka Naik Didukung Pelemahan Dolar AS
apahabar.com

Global

Trump akan Campur Tangan dalam Penangkapan Eksekutif China
apahabar.com

Global

PBB: Dua Peluncur Rudal Ditemukan di Yaman, Diduga Dari Iran
apahabar.com

Global

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan
apahabar.com

Global

Trump Tinjau Kebakaran California: Manajemen Hutan yang Buruk
apahabar.com

Global

Di Polandia, WALHI Minta Para Kepala Negara Serius Tangani Perubahan Iklim
apahabar.com

Global

Marc Marquez Motivasi Korban Tsunami Banten
apahabar.com

Global

Tambang Emas di Afghanistan Runtuh, 30 Orang Tewas Tertimbun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com