Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap Khotbah Salat Id di Masjid Al-Jihad Banjarmasin: Ancaman Budaya Jahiliah & Doa untuk Palestina Longsor Maut Batu Bini HSS, Tim SAR Terpaksa Hentikan Pencarian Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG….

TNI Kuasai Tiga Distrik di Nduga, Ruang Gerak Separatis Kian Sempit

- Apahabar.com Minggu, 9 Desember 2018 - 11:30 WIB

TNI Kuasai Tiga Distrik di Nduga, Ruang Gerak Separatis Kian Sempit

TNI Kuasai Tiga Distrik di Nduga, Ruang Gerak Separatis Kian Sempit. foto - viva.co.id

apahabar.com, JAYAPURA – Personel gabungan TNI-Polri sudah berhasil menguasai tiga distrik di Kabupaten Nduga, Papua Barat, yang menjadi lokasi pembantaian pekerja Trans Papua dan rute pergerakan kelompok separatis bersenjata. Ketiga distrik yang sudah dikuasai TNI adalah Distrik Yall, Distrik Yigi dan Distrik Mbua.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan TNI masih menyisir wilayah tersebut untuk mengejar para pelaku, sembari mencari tiga jenazah korban tewas lainnya yang hingga kini belum ditemukan.

“Disamping evakuasi, kita juga melakukan penindakan hukum, sebagaimana perintah Panglima TNI pelaku harus ditangkap hidup atau mati,” kata Kolonel Aidi seperti dilansir tvOne, Minggu, (9/12).

Aidi menegaskan penyisiran yang dilakukan TNI bukan tanpa arah. TNI katanya, memanfaatkan sumber daya masyarakat setempat untuk meminta informasi terkait pergerakan kelompok bersenjata.

Kendati demikian, Aidi mengakui upaya tersebut tidak mudah. Sebab, apabila kelompok bersenjata itu terpojok, mereka akan membaur bersama masyarakat dan menyembunyikan senjatanya. Sehingga TNI sulit mengidentifikasi mana kombatan mana masyarakat umum.

Uniknya lagi, banyak masyarakat sekitar yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan para kelompok bersenjata, sehingga cenderung menutupi keberadaan para kombatan saat dicari aparat.

“Mereka ini berada di lingkungan sendiri, wilayahnya sendiri, keluarganya sendiri. Kami tidak katakan semua orang Yigi ini separatis. Secara umum masyarakat Yigi ini orang-orang baik yang punya hati nurani. Kelompok yang jahat itu hanya sebagian kecil,” ujarnya.

Sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri telah berhasil mengevakuasi 16 jenazah pekerja jembatan proyek jalan Trans Papua. Dari informasi resmi yang diterima aparat, ada 19 pekerja tewas korban pembantaian kelompok bersenjata, dan 1 korban dari anggota TNI atas nama Sersan Handoko. Dengan demikian total korban tewas berjumlah 20 orang.

Sumber : viva.co.id
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Riset IFJ-AJI: Kebebasan Media di Indonesia Stagnan
Red Notice

Nasional

Red Notice Djoko Tjandra Eks Kadiv Humas Mabes Polri: Sudah Ada Tambahan
apahabar.com

Nasional

Situs Kemendagri Diretas Hacker, Tampilkan Gambar RIP KPK
Satgas Covid-19

Nasional

Satgas Covid-19: 1.227.918 Nakes Telah Divaksinasi
apahabar.com

Nasional

Konfederasi Sarbumusi Upayakan Judical Review UU Cipta Kerja ke MK
apahabar.com

Nasional

Tiga KRI Siaga Tempur Menyusul Masuknya 33 Kapal China di Laut Natuna 
apahabar.com

Nasional

Jadi Ibu Kota, Penajam Minta Masukan UGM
apahabar.com

Nasional

Apa Impian Jokowi Soal Ibu Kota Baru?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com