Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

TNI Tanam Padi Di Lokasi HPS

- Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 21:54 WIB

TNI Tanam Padi Di Lokasi HPS

Peringatan Hari Pangan Nasional (HPS) ke- 38 di Kalimantan Selatan dinilai menjadi terobosan baru dalam membangun kantong penyangga pangan nasional dari lahan rawa. Harapanya penggarapan lahan terus dioptimalkan. Foto - Idendefensi

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan anggota TNI-AD dari Kodim 1005 Marabahan dan Korem 101/Antasari Kalimantan Selatan kembali dikerahkan untuk membantu pelaksanaan optimalisasi lahan yang ada di lokasi Hari Pangan Sedunia di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.

WA Asisten Teritorial (Aster) Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo usai meninjau lokasi lahan di Desa Jejangkit Rabu mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan.

Menurut dia, pelaksanaan penanaman di lahan ekspelaksanaan HPS tersebut, merupakan upaya optimalisasi lahan, yang awalnya hanya tanam pada saat kemarau akan diupayakan bisa tanam pada musim penghujan.

“Kegiatan tanam yang bakal dimulai pada Kamis (13/12) merupakan upaya optimalisasi, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa menanam pada musim penghujan juga bisa berhasil dengan baik,” katanya.

Rencananya, para anggota TNI tersebut akan menanam padi jenis unggul, sehingga petani ke depan bisa melaksanakan panen satu tahun dua hingga tiga kali.

Pada tahap awal, anggota menanam di lahan seluas sekitar 50 hektare dari total lahan seluas 240 hektare.

Setelah itu, akan dievaluasi bagaimana hasilnya, bila bagus maka penanaman akan dilanjutkan dan diharapkan upaya tersebut, bisa ditiru oleh para petani.”Berapa jumlah pasukan yang kita turunkan, akan disesuaikan,” katanya.

Saat ini, beberapa pekerja terlihat sedang melakukan penyelesaian pembangunan tanggul-tanggul air yang berada di sepanjang lokasi pertanian. Selain itu, beberapa pekerja juga melakukan proses pengaspalan jalan di sepanjang lokasi pertanian Jejangkit, sehingga jalan yang awalnya sudah aspal, bertambah mulus.

Terlihat hamparan lahan, yang pada saat HPS dipenuhi tanaman padi, kini terendam oleh air pasang. Rencananya air tersebut, akan disedot dengan pompa untuk dialirkan ke tanggul-tanggul yang telah dibangun di sepanjang pinggiran sawah.

Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Fathurrahman mengatakan, setelah air disedot, maka lahan akan kembali siap ditanami dengan padi jenis unggul. Menurut Fathurrahman, seharusnya proses tanam padi dilakukan pada Oktober, namun karena air masih cukup banyak yang menggenangi persawahan, penanaman mundur hingga Desember.

Diperkirakan, pada Maret 2019, padi tersebut akan dipanen, dan dilanjutkan musim tanam berikutnya pada Maret, kemudian April hingga September akan ditanami dengan padi lokal.

Sedangkan sisa waktu yang ada yaitu September – Oktober, bisa ditanami sayur mayur maupun lainnya, selain padi.

Baca Juga: Sering Bercanda, Mengeluh Sakit Perut di Kampus; Elsya di Mata Sahabat

 

Sumber : Antara

Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

AP I Kebut Perbaikan Plafon Terminal Baru Syamsuddin Noor
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Segera Uji Swab 10.000 Spesimen, Simak Kriterianya
apahabar.com

Kalsel

Rumah Wityo Kini Layak Huni, Tugas Satgas TMMD ke-109 Kodim 1022 Tanah Bumbu Rampung
apahabar.com

Kalsel

Forum Rektor Indonesia Dukung Penyampaian Aspirasi dan Penguatan UU KPK
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Cempaka Banjarbaru, Korban Terdampak Capai 2.509 Jiwa
apahabar.com

Kalsel

BPBD Kalsel Buka Posko Bantuan Bencana Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Kalsel

Rizki Bocah Tanpa Anus Harapkan Uluran Tangan Dermawan
apahabar.com

Kalsel

Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com