Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Update Daftar Zona Sebaran Covid-19 di Banjarmasin Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda Tenang, Gempa 5,5 R di Pangandaran Tak Berpotensi Tsunami 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel

Tsunami Banten, Tidak Dipicu oleh Gempa Bumi

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 08:38 WIB

Tsunami Banten, Tidak Dipicu oleh Gempa Bumi

ILUSTRASI-Kota Palu Setelah Terhantam Tsunami. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan peristiwa tsunami di Pantai Barat Banten tidak dipicu oleh gempa bumi.

“Benar, ada tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22/12/2018, 20.27 WIB. Penyebab tsunami bukan gempa bumi. Namun kemungkinan adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau. Bersamaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho 14 menit yang lalu sejak berita ini diketik.

Baca Juga: Tsunami Banten, Grup Band Seventeen Belum Ditemukan

Terbaru Sutopo mengatakan fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan.

“Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” jelasnya

BMKG mencermati peristiwa tsunami mengeluarkan beberapa tanggapan, salah satunya soal pendeteksian dini disusul peringatan dini yang berlaku pada 22 Desember pukul 07.00 hingga 25 Desember pukul 07.00 khususnya di wilayah perairan Sunda.

apahabar.com

BMKG Menerangkan Titik Terjadinya Tsunami. Foto-Getra.com

Diwartakan sebelumnya tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak dalam data sementara dampak tsunami di Pantai di Kab Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan hingga Ahad 23 Desember 2018 pukul 04.30 WIB.

“Data korban kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya dikutip apahabar.com dalam akun akun twitter terverifikasi miliknya 33 menit lalu.

BNPB sementara menyimpulkan, penyebab tsunami di di Pandeglang dan Lampung Selatan adalah kemungkinan kombinasi dari longsor bawah laut akibat pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang saat purnama.

BMKG masih meneliti lebih jauh untuk memastikan penyebab tsunami.

Delapan jam yang lalu Sutopo merilis gelombang pasang yang terjadi di Pantai Anyer menyebabkan beberapa hotel dan kendaraan rusak pada 22 Desember 2018 pada pukul pukul 21.15 WIB.

Berselang dua jam kemudian dampak gelombang pasang di Pantai Anyer Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan adalah 1 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

Sampai sekarang penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Gelontorkan Puluhan Triliun ke 12 BUMN
apahabar.com

Nasional

Atasi Covid-19, Pengadaan Ventilator Diperbanyak
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Dana Desa Dipakai Mulai Januari 2020: Utamakan Padat Karya
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta ke Raja Salman Tambahan Kuota Haji Jadi 250.000 Jemaah
apahabar.com

Nasional

Gempa Ternate Tak Berpotensi Tsunami, Intip Pusatnya
apahabar.com

Nasional

Ahok Tanggapi Santai Penolakan Serikat Pekerja Pertamina
apahabar.com

Nasional

MK Tolak Dalil Perolehan Suara Versi Prabowo-Sandiaga
apahabar.com

Nasional

Pesawat Cargo Trigana Tergelincir di Bandara Sentani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com