Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Tsunami Banten, Tidak Dipicu oleh Gempa Bumi

- Apahabar.com     Minggu, 23 Desember 2018 - 08:38 WITA

Tsunami Banten, Tidak Dipicu oleh Gempa Bumi

ILUSTRASI-Kota Palu Setelah Terhantam Tsunami. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan peristiwa tsunami di Pantai Barat Banten tidak dipicu oleh gempa bumi.

“Benar, ada tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22/12/2018, 20.27 WIB. Penyebab tsunami bukan gempa bumi. Namun kemungkinan adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau. Bersamaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho 14 menit yang lalu sejak berita ini diketik.

Baca Juga: Tsunami Banten, Grup Band Seventeen Belum Ditemukan

Terbaru Sutopo mengatakan fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan.

“Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” jelasnya

BMKG mencermati peristiwa tsunami mengeluarkan beberapa tanggapan, salah satunya soal pendeteksian dini disusul peringatan dini yang berlaku pada 22 Desember pukul 07.00 hingga 25 Desember pukul 07.00 khususnya di wilayah perairan Sunda.

apahabar.com

BMKG Menerangkan Titik Terjadinya Tsunami. Foto-Getra.com

Diwartakan sebelumnya tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak dalam data sementara dampak tsunami di Pantai di Kab Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan hingga Ahad 23 Desember 2018 pukul 04.30 WIB.

“Data korban kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya dikutip apahabar.com dalam akun akun twitter terverifikasi miliknya 33 menit lalu.

BNPB sementara menyimpulkan, penyebab tsunami di di Pandeglang dan Lampung Selatan adalah kemungkinan kombinasi dari longsor bawah laut akibat pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang saat purnama.

BMKG masih meneliti lebih jauh untuk memastikan penyebab tsunami.

Delapan jam yang lalu Sutopo merilis gelombang pasang yang terjadi di Pantai Anyer menyebabkan beberapa hotel dan kendaraan rusak pada 22 Desember 2018 pada pukul pukul 21.15 WIB.

Berselang dua jam kemudian dampak gelombang pasang di Pantai Anyer Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan adalah 1 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

Sampai sekarang penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tiga Mobil Mewah Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Madiun Dilelang

Nasional

Viral, Anak Perempuan Menangis di Depan Jenazah Ibu: Tak Bisa Tidur Aku Ma!
Pulau

Nasional

Bayar Rp900 Juta, Wanita Ini Segera Miliki Keindahan Pulau Lantigiang Selayar
BMKG

Nasional

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sebagian Wilayah Indonesia
apahabar.com

Nasional

Berikut Alasan Presiden Kembali Naikkan Iuran BPJS
Sutarti

Kalsel

Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan

Nasional

Jika Rizieq Penuhi Panggilan Polisi, Massa PA 212 Siapkan Strategi
apahabar.com

Nasional

Mahfud Diserang Hoaks, Buya Syafii Maarif: Punya Darah Madura Jadi Dia Tegar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com