Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Tuan Guru Husin Ali, Istiharah Membeli Paku

- Apahabar.com Rabu, 19 Desember 2018 - 15:40 WIB

Tuan Guru Husin Ali, Istiharah Membeli Paku

Tuan Guru Husin Ali dan Kiai Falaq Bogor. Foto-Dok Keluarga Tuan Guru Husin Ali

apahabar.com, BANJARMASIN – Kehati-hatian dalam berprilaku adalah ciri khas para ulama wara. Mereka teliti menimbang diri, sebelum ditimbang di hari kiamat nanti.

Sayidina Umar bin Khattaab Radhiallahu‘anhu berkata di dalam khutbahnya: “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (di hari kiamat), dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang (di hari kiamat).”

Dalam riwayat lain, Sayidina Umar bin Khatab RA mengatakan, “Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari Aradh Akbar (hari perhitungan/kiamat). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab dirinya di dunia.”

Perkataan Sayidina Umar yang mengingatkan tentang kehati-hatian bertindak itu rupanya menjadi cambuk para ulama, sebagaimana KH Husin Ali atau yang juga dikenal dengan sebutan Tuan Guru Husin Ali.

Diungkapkan KH Syaifuddin Zuhri, rumah Tuan Guru Husin Ali dibangun dalam jangka waktu yang lama. Hal itu bukan karena ketiadaan biaya. Sebab, beliau adalah seorang saudagar permata, yang kerap berdagang ke Pulau Jawa.

Baca Juga : Mendengar Khotbah Guru Seman, “Pertikaian” Berujung Damai

Keterlambatan rumah itu dibangun, sambung Pengasuh Majelis Taklim Bani Ismail Banjarmasin ini, diketahui karena sikap beliau yang penuh hati-hati.

“Untuk memilih tanah, beliau istiharah. Beli papan istiharah, bahkan untuk membeli paku,” kata Abah Guru Banjar Indah –KH Syaifuddin Zuhri-.

Kehati-hatian Guru Husin Ali juga disaksikan KH Mahmud Hashil ketika beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

“Ada beberapa kali seingatku, aku membawakan lampu templok untuk menerangi Guru Husin Ali berwudhu di sungai. Beliau kalau berwudhu, sementara ada kotoran larut di sungai (meski jauh, red), beliau akan mengulang wudhunya. Dan kejadian itu terulang beberapa kali,” ungkap penulis Kitab Simpanan Berharga itu.

Begitulah para ulama bersikap. Takwa menghiasi hidup mereka. Jangankan yang haram atau yang remang, yang halal pun dibatasi dan diteliti agar tidak menjerumuskan ke jurang penyesalan (neraka).

Baca Juga : Tokoh Ulama di Balik Berdirinya NU di Kalsel

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Kader Muda NU Hadirkan Habib Seggaf Baharun di Tabligh Akbar, Catat Tanggalnya
apahabar.com

Religi

Panitia Masak 250 Belek Beras dan 11 Ekor Sapi
apahabar.com

Habar

Gelar Pasukan, 25 Ribu Relawan Siap Amankan Haul Guru Sekumpul ke 15
apahabar.com

Religi

Setelah Ayah dan Nenek, Ulama Ini Berjasa Besar Membimbing Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Religi

Tanda Kiamat: Arab Kian Menghijau
apahabar.com

Religi

Beruntungnya Berteman Orang Baik, Abu Darda Mengalaminya
apahabar.com

Hikmah

Akhlak Imam Hanafi dan Imam Malik Ketika Ditanya Siapa yang Lebih Utama
Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya

Habar

Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com