Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Tujuh Strategi Ekonomi dalam Arah Kebijakan BI 2019

- Apahabar.com Senin, 3 Desember 2018 - 15:31 WIB

Tujuh Strategi Ekonomi dalam Arah Kebijakan BI 2019

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalsel, Herawanto. Foto-apahabar.com/baha.

apahabar.com, BANJARMASIN – Bank Indonesia akan mengambil tujuh kebijakan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia guna mendorong pengembangan ekonomi termasuk keuangan syariah.

“Dalam pertemuan tahunan BI kemarin, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dan untuk mendukung itu terdapat tujuh area kebijakan yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia,” tutur Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalsel, Herawanto saat pertemuan dengan sejumlah media di ruang Cafetaria BI Kalsel, siang ini.

Tujuh kebijakan itu adalah, kebijakan moneter akan tetap difokuskan pada stabilitas, khususnya pengendalian inflasi sesuai sasaran 3,5+1% dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya.

Stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan ahead-the-curve akan dipertahankan pada tahun 2019.

Kedua, kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong intermediasi perbankan dalam pembiayaan ekonomi termasuk untuk menjaga ketahanan sistem keuangan dengan memperkuat surveilans terhadap bank-bank besar dan korporasi yang sistemik.

Ketiga, kebijakan sistem pembayaran akan terus dikembangkan untuk kelancaran, efisiensi, dan keamanan transaksi pembayaran nontunai maupun tunai, termasuk dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital.

Keempat, akselerasi pendalaman pasar keuangan terus didorong untuk mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan pembiayaan ekonomi secara lebih luas serta terus berpartisipasi aktif dalam inovasi berbagai instrumen pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur ke depan.

Kelima, mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik melalui program-program Bank Indonesia maupun sebagai bagian program Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Keenam, perluasan pengembangan UMKM dengan fokus pada pengendalian inflasi dan penurunan defisit transaksi berjalan.

Terakhir, kebijakan internasional diarahkan untuk memperkuat persepsi positif terhadap Indonesia dan berperan aktif dalam perumusan kebijakan di berbagai lembaga internasional.

Tidak hanya itu, terkait soal pertumbuhan ekonomi secara nasional, prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4%. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah,” sambung Herawanto.

Sedangkan defisit transaksi berjalan 2019, akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB dengan langkah-langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata.

Fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi dari pasar modal akan terus meningkat.

Lalu sektor Pertumbuhan kredit pada 2019 diprakirakan mencapai 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.

Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi 2024 diproyeksikan akan lebih tinggi lagi yaitu mencapai kisaran 5,5-6,1%, dan defisit transaksi berjalan akan menurun dibawah 2% dari PDB.

Reporter: Bahaudin Qusairi/Rilis Bank Indonesia

Editor: Fariz F

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hasil Rapat Fed Diumumkan, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Antispasi Green Product, Luhut: Indonesia Optimalkan SDA
Ilustrasi jaringan 5G

Ekbis

Pemerintah Pertimbangkan Pilih Vendor 5G
apahabar.com

Ekbis

Triwulan I 2019, Sumber Pajak Reklame Banjarmasin Terendah
apahabar.com

Ekbis

Trik Pelaku UMKM Kalsel Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Lenovo Kenalkan Laptop Yoga C930  di Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Terdampak Corona dan Isu Resesi, Rupiah Melemah Lagi
apahabar.com

Ekbis

Ingin Kaya Sejak Muda, Intip Kiat Belajar Investasi ala Miliarder AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com