Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Tujuh Strategi Ekonomi dalam Arah Kebijakan BI 2019

- Apahabar.com Senin, 3 Desember 2018 - 15:31 WIB

Tujuh Strategi Ekonomi dalam Arah Kebijakan BI 2019

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalsel, Herawanto. Foto-apahabar.com/baha.

apahabar.com, BANJARMASIN – Bank Indonesia akan mengambil tujuh kebijakan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia guna mendorong pengembangan ekonomi termasuk keuangan syariah.

“Dalam pertemuan tahunan BI kemarin, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dan untuk mendukung itu terdapat tujuh area kebijakan yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia,” tutur Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalsel, Herawanto saat pertemuan dengan sejumlah media di ruang Cafetaria BI Kalsel, siang ini.

Tujuh kebijakan itu adalah, kebijakan moneter akan tetap difokuskan pada stabilitas, khususnya pengendalian inflasi sesuai sasaran 3,5+1% dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya.

Stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan ahead-the-curve akan dipertahankan pada tahun 2019.

Kedua, kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong intermediasi perbankan dalam pembiayaan ekonomi termasuk untuk menjaga ketahanan sistem keuangan dengan memperkuat surveilans terhadap bank-bank besar dan korporasi yang sistemik.

Ketiga, kebijakan sistem pembayaran akan terus dikembangkan untuk kelancaran, efisiensi, dan keamanan transaksi pembayaran nontunai maupun tunai, termasuk dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital.

Keempat, akselerasi pendalaman pasar keuangan terus didorong untuk mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan pembiayaan ekonomi secara lebih luas serta terus berpartisipasi aktif dalam inovasi berbagai instrumen pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur ke depan.

Kelima, mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik melalui program-program Bank Indonesia maupun sebagai bagian program Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Keenam, perluasan pengembangan UMKM dengan fokus pada pengendalian inflasi dan penurunan defisit transaksi berjalan.

Terakhir, kebijakan internasional diarahkan untuk memperkuat persepsi positif terhadap Indonesia dan berperan aktif dalam perumusan kebijakan di berbagai lembaga internasional.

Tidak hanya itu, terkait soal pertumbuhan ekonomi secara nasional, prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4%. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah,” sambung Herawanto.

Sedangkan defisit transaksi berjalan 2019, akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB dengan langkah-langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata.

Fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi dari pasar modal akan terus meningkat.

Lalu sektor Pertumbuhan kredit pada 2019 diprakirakan mencapai 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.

Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi 2024 diproyeksikan akan lebih tinggi lagi yaitu mencapai kisaran 5,5-6,1%, dan defisit transaksi berjalan akan menurun dibawah 2% dari PDB.

Reporter: Bahaudin Qusairi/Rilis Bank Indonesia

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bahan Makanan Pemicu Utama Deflasi di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Bergerak Seperti Yoyo
apahabar.com

Ekbis

Corona Efek, Harga Minyak Naik Tipis
apahabar.com

Ekbis

Bayar PPB di Tokopedia, Warga Kalsel Ikut Dorong Perekonomian Daerah
apahabar.com

Ekbis

Pernyataan Maruarar Terbukti, Pemerintah tak Naikan Harga BBM dan TDL
apahabar.com

Ekbis

Mendagri Minta Tambahan Anggaran Blanko e-KTP, Ini Alasannya
apahabar.com

Ekbis

Sepekan, Harga Gula di Tanbu Sudah Tiga Kali Naik
apahabar.com

Ekbis

Musim Dingin Kerek Harga Acuan Batu Bara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com