Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel

Tumpukan Sampah di Sungai Martapura, Pengemudi Perahu Siap Turun Tangan

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 14:47 WIB

apahabar.com, BANJARMASIN – Terhambatnya arus lalu lintas sungai di bawah Jembatan Antasari, menjadi pekerjaan tambahan bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Sudah dua hari kiriman sampah dari hulu sungai Martapura itu terjadi. Diperkirakan kiriman sampah akan terus bertambah.

Lima buah perahu mesin atau kelotok milik pengemudi perahu kandas. Sebabnya, tumpukan sampah plastik, dan eceng gondong tadi. Lahan pekerjaan yang memanfaatkan transportasi air ikut terhambat.

“Kalau tak ada gerakan dari dinas, kita arahkan kelompok pengemudi perahu untuk gotong royong membersihkan sampah,” terang Ketua Dermaga Kelotok Menara Pandang Banjarmasin, Syarbani, siang ini kepada apahabar.com.

Pria paruh baya 55 tahun itu berinsiatif untuk turun tangan mengatasi tumpukan sampah yang terjadi di salah satu sungai Martapura. Rencana mencuat setelah tidak adanya gerakan nyata dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin dalam mengatasi sampah sungai sampai kini. Namun insiatif pembersihan sampah sungai ini, katanya akan berlangsung saat debit air sungai tenang.

“Kita pantau kondisi air tenang dulu, perkiraan sore-lah,” ucapnya.

Dia menerangkan pekerjaan saling bantu membantu sering dilaksanakan saat kondisi sampah sungai datang setiap tahun pada musim hujan.

“Tidak sekali dua kali, tapi sering tiap tahun. Relawan pun bisa berasal dari aparat kepolisian,” katanya.

Salah satu pengemudi kapal, Abdul Haris menerangkan pengaruh pasang air sungai menjadi faktor utama penyebab datangnya kiriman sampah dari dua hari lalu. Oleh karena itu, rute jalur perahu yang mengarah ke sungai Kuin, sungai Andai, sungai Tarantang dan sungai Kelayan tidak bisa dilalui

“Sudah dua hari jalur air tersumbat. Dibersihkan sudah, tapi sampahnya datang lagi,” kata Abdul yang sudah 10 tahun melakoni pekerjaan taksi kapal.

Baca Juga: Sampah Ganggu Lalu Lintas Jalur Sungai

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terindikasi Radikal, Oknum Guru di Tanbu Ajarkan Kebiasaan Tak Lazim
apahabar.com

Kalsel

Amati Hilal di Tengah Covid-19, Banjarmasin Terhalang Awan

Kalsel

Operasi Yustisi di HST, Pelanggar Prokes Didominasi Salah Pakai Masker
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kalsel: 2 Kasus Positif, Jumlah ODP Merosot Turun
apahabar.com

Kalsel

Bupati HSS Keluarkan Edaran Netralitas ASN Untuk Pemilu
apahabar.com

Kalsel

Air Terjun Setinggi 25 Meter Jadi Potensi Wisata Baru Martapura
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Berkurban, Aiptu Nanang Purnomo Bagikan Masker Gratis
apahabar.com

Kalsel

Lindungi Pelanggan, Gojek Banjarmasin Fokus Jaga Keamanan, Kebersihan, dan Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com