Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu

Tumpukan Sampah di Sungai Martapura, Pengemudi Perahu Siap Turun Tangan

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 14:47 WIB

apahabar.com, BANJARMASIN – Terhambatnya arus lalu lintas sungai di bawah Jembatan Antasari, menjadi pekerjaan tambahan bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Sudah dua hari kiriman sampah dari hulu sungai Martapura itu terjadi. Diperkirakan kiriman sampah akan terus bertambah.

Lima buah perahu mesin atau kelotok milik pengemudi perahu kandas. Sebabnya, tumpukan sampah plastik, dan eceng gondong tadi. Lahan pekerjaan yang memanfaatkan transportasi air ikut terhambat.

“Kalau tak ada gerakan dari dinas, kita arahkan kelompok pengemudi perahu untuk gotong royong membersihkan sampah,” terang Ketua Dermaga Kelotok Menara Pandang Banjarmasin, Syarbani, siang ini kepada apahabar.com.

Pria paruh baya 55 tahun itu berinsiatif untuk turun tangan mengatasi tumpukan sampah yang terjadi di salah satu sungai Martapura. Rencana mencuat setelah tidak adanya gerakan nyata dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin dalam mengatasi sampah sungai sampai kini. Namun insiatif pembersihan sampah sungai ini, katanya akan berlangsung saat debit air sungai tenang.

“Kita pantau kondisi air tenang dulu, perkiraan sore-lah,” ucapnya.

Dia menerangkan pekerjaan saling bantu membantu sering dilaksanakan saat kondisi sampah sungai datang setiap tahun pada musim hujan.

“Tidak sekali dua kali, tapi sering tiap tahun. Relawan pun bisa berasal dari aparat kepolisian,” katanya.

Salah satu pengemudi kapal, Abdul Haris menerangkan pengaruh pasang air sungai menjadi faktor utama penyebab datangnya kiriman sampah dari dua hari lalu. Oleh karena itu, rute jalur perahu yang mengarah ke sungai Kuin, sungai Andai, sungai Tarantang dan sungai Kelayan tidak bisa dilalui

“Sudah dua hari jalur air tersumbat. Dibersihkan sudah, tapi sampahnya datang lagi,” kata Abdul yang sudah 10 tahun melakoni pekerjaan taksi kapal.

Baca Juga: Sampah Ganggu Lalu Lintas Jalur Sungai

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tahapan Pilkada Serentak 2020, Dinkes Banjarmasin Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan
Gedung Idham Chalid di Kompleks Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru yang dipastikan menjadi lokasi SKD CPNSD Barito Kuala.

Kalsel

Tempat Sudah Pasti, CPNS Batola Tunggu Tanggal Seleksi
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Apel Pagi Satker Dit Lantas, Kapolda Kalsel Tekankan Tentang Soliditas
apahabar.com

Kalsel

Langgar Protokol Kesehatan di Kabupaten Banjar, 6 Warga Martapura Harus Terima Sanksi Ini
apahabar.com

Kalsel

BNNP Kalsel Duduki Posisi Ketiga Realisasi P4GN se-Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Tertinggi Kasus Covid-19, Kelurahan di Banjarmasin Selatan Segera ‘Dihijaukan’
apahabar.com

Kalsel

Ujian SBMPTN ULM, Gelombang Kedua Khusus Calon yang Suspek
Komisi IV Intai Pelayanan BPJS di RSUD Sultan Suriansyah

Kalsel

Komisi IV Intai Pelayanan BPJS di RSUD Sultan Suriansyah  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com