Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Upaya Penanganan Adiksi Online Game

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 17:59 WIB

Upaya Penanganan Adiksi Online Game

Kecanduan gameonline ancam perkembangan anak. Foto - Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Permainan sangat digemari tidak hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa. Permainan yang memerlukan aktivitas di luar ruangan dapat merangsang perkembangan fisik anak. Anak perlu berlatih gerakan-gerakan tubuh (motorik) untuk perkembangan fisiknya. Bermain di luar ruangan di antaranya bermain bola, memanjat, berseluncur, dan melompat.

Sama halnya orang dewasa yang dianjurkan berolahraga untuk kebugaran badan, anak pun membutuhkan aktivitas di luar ruangan untuk perkembangan fisik. Di zaman sebelum teknologi maju seperti sekarang ini, anak-anak gemar bermain beragam permainan tradisional.

Dilansir dari Sahabat Keluarga Kemdikbud.go.id bahwa permainan tradisional dapat meningkatkan perkembangan sosial anak. Permainan tradisional yang dimainkan oleh beberapa anak memungkinkan terjadi interaksi sosial. Contoh permainan tradisional yang bagus adalah gobak sodor, kucing-kucingan, congklak, gasing, dan engkle.

Seiring beranjaknya waktu, kemajuan teknologi semakin pesat. Kemunculan teknologi internet memudahkan pengguna untuk mengakses. Banyak juga muncul permainan modern yang semakin canggih yang menawarkan sejumlah kesenangan, keasyikan, kemudahan, dan ketagihan.

Mulai dari video game hingga permainan berbasis internet (online game). Dengan menjamurnya warung internet, menjamur pula permainan-permainan berbasis internet.

Warung internet dipenuhi oleh siswa-siswa tidak hanya untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga untuk bermain. Tidak jarang orang tua memarahi anaknya karena menghabiskan uang dan waktunya untuk bermain online game.

Online game dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan bagi pemainnya. Menurut Weinstein, adiksi online game ditandai oleh sejauh mana pemain game bermain secara berlebihan yang dapat berpengaruh negatif bagi pemain game tersebut.

Online game digemari oleh semua kalangan mulai dari anak usia sekolah dasar hingga orang dewasa. Perilaku yang tampak pada anak yang adiksi terhadap online game dapat berdampak negatif pada diri anak. Hal ini memerlukan upaya penanganan yang serius oleh orang tua, guru, dan orang-orang di sekitar.

Upaya penanganan adiksi online game dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua, guru, dan orang-orang di sekitar perlu bekerjasama untuk mengawasi dan menanggulangi adiksi online game pada anak.

Cara penanganan yang harus dilakukan oleh orang tua yaitu menanamkan nilai-nilai agama kepada anak, mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan motorik berbasis lingkungan (baik di rumah maupun di luar), mengawasi anak ketika bermain gawai (gadget), serta mengatur jadwal belajar dan bermain anak.

Di lingkungan sekolah yang harus dilakukan oleh guru dan pihak sekolah di antaranya adalah mengadakan seminar bagi orang tua dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai adiksi online game dan menambahkan materi penyuluhan penanganan adiksi online game pada saat kegiatan ekstrakurikuler anak di sekolah.

Di lingkungan masyarakat, perlu digalakkan kegiatan gotong royong semacam menghias kampung untuk menjalin hubungan sosial antarsesama dan menarik perhatian anak dari online game.

Sumber: Majalan 1000Guru
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Kucing Hanya Diberi Makanan Kering, Bolehkah?
apahabar.com

Gaya

Si Merah Delima nan Menawan, Honda Mega Pro 2004 Modif Chopper
apahabar.com

Gaya

Ketika Getuk, Lupis dan Si Hijau Kokoleh dalam Satu Piring
apahabar.com

Gaya

Baut Mesin Mudah Kendur, Volkswagen Tarik 210 Ribu Lebih Sedan Jetta
apahabar.com

Gaya

PFI Kecam Pernyataan Anji Soal Foto Jenazah Covid-19 Terbungkus Plastik
Desain

Gaya

Hampir 10 Tahun Dirilis, LINE Kini Punya Desain Baru
apahabar.com

Gaya

Ada Fitur Baru di Telegram, Salah Satunya Admin Anonim
apahabar.com

Gaya

Imbas Corona, Google Akan Hapus Biaya Iklan untuk Media
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com