Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Update Jumlah Korban Tsunami: 437 Orang Tewas, 14.059 Luka

- Apahabar.com     Senin, 31 Desember 2018 - 16:17 WITA

Update Jumlah Korban Tsunami: 437 Orang Tewas, 14.059 Luka

Para pengungsi beristirahat di sebuah masjid setelah dievakuasi menyusul gelombang tinggi dan letusan Anak Krakatau di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, 22 Desember 2018. Foto-Antara via Reuters

apahabar.com, JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda bertambah. Jumlah korban tewas menjadi 437 orang.

“Sampai hari ini 437 jiwa meninggal dunia, yang saat ini 426 sudah dimakamkan, sementara 9 jenazah belum teridentifikasi, Selain itu 14.059 luka-luka, 16 orang hilang dan 33.721 mengungsi,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Graha BNPB, Jl Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).

Tidak hanya itu, jumlah bangunan rusak juga terus mengalami kenaikan. Bangunan tersebut diantaranya 2.752 rumah, 92 penginapan atau warung. Selain itu, untuk alat transportasi sebanyak 510 perahu dan kapal, 147 kendaraan, serta dua fasilitas dermaga dan shelter juga mengalami kerusakan.

Baca Juga: 7 Hari Ngapung di Selat Sunda, Nelayan Korban Tsunami Selamat

Terdapat lima kabupaten yang mengalami kerusakan yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus. Pandeglang adalah wilayah terparah dengan jumlah orang tewas terbanyak.

“Kalau kita lihat dampak yang terjadi di lima kabupaten, paling parah ada di kabupaten Pandeglang yaitu 296 meninggal kebanyakan adalah wisatawan pengunjung. Kemudian 7.656 orang luka, 8 orang hilang, 20.726 orang mengungsi,” kata Sutopo.

Ia menambahkan, masa tanggap darurat di Lampung Selatan diperpanjang satu minggu ke depan. Lantaran, masih banyak korban hilang.

“Masa tanggap darurat di Lampung Selatan diperpanjang satu minggu karena berakhir kemarin tanggal 29 Desember 2018, mengingat masih banyak korban yang hilang. Kemudian kerusakan dan pengungsi terus bertambah, sehinga bupati mengatakan untuk dilanjutkan,” ucap Sutopo.

Baca Juga: Pemkot Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru Masehi

Sumber : Detiknews
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ustaz Tengku Zulkarnain

Nasional

Terkait Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Tengku Zulkarnain Disarankan Mundur dari MUI
apahabar.com

Nasional

Kronologi Lengkap Jaksa Pinangki Bertemu Joe Chan alias Djoko Tjandra di Malaysia
apahabar.com

Nasional

8 Tuntutan Demo Aliansi Gelombang Rakyat Kalsel di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Viral, Lip Sync Madu 3 Lora Fadil Bareng Semua Istri
apahabar.com

Nasional

Cara Pencegahan dan Penanganan Kesehatan Akibat Asap
apahabar.com

Nasional

Tersangka Penghina Moeldoko di Facebook Ditangkap, Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti
apahabar.com

Nasional

Seorang Petani Tewas Disambar Petir
Joko Widodo

Nasional

Jokowi Ajak Masyarakat Bersatu Melawan Terorisme
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com