Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara Cerita Penggali Makam Jenazah Covid-19 di Tabalong: Semangat Kemanusiaan Kalahkan Ketakutan Ramai-Ramai Vaksinasi Massal, HSS Kekurangan Stok

Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim

- Apahabar.com     Kamis, 20 Desember 2018 - 16:27 WITA

Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim

Via Vallen Foto: kelanakota.suarasurabaya.net

apahabar.com, SURABAYA – Penyanyi dangdut Via Vallen memenuhi panggilan Polda Jawa Timur pada Kamis (20/12). Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus produk kosmetik ilegal bermerek Derma Skin Care (DSC) Beauty.

Penyanyi asal Sidoarjo ini datang sekitar pukul 11.35 WIB dengan mobil warna putih dan mengenakan hijab warna hitam menuju ke ruang penyidik.

Tidak banyak keterangan yang disampaikan pelantun “Meraih Bintang” yang merupakan “Theme Song” Asian Games 2018 tersebut. Dia hanya menjelaskan kondisinya saat akan menjalani pemeriksaan dan keberangkatannya dari Jakarta.

“Alhamdulillah, saya berangkat dari Jakarta pukul 10,” kata Via singkat sebelum masuk ke ruang penyidik.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan, Via Vallen adalah artis kedua yang memenuhi panggilan Polda Jatim, setelah Nella Kharisma pada Selasa (18/12) lalu.

“Salah satunya yang sudah datang itu Nella Kharisma. Hari ini Via Vallen, kita siapkan waktu,” ujarnya.

Baca Juga: Cantiknya Bebi Silvana, Calon Istri Baru Opick

Selain dua artis dangdut ini, penyidik juga sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap beberapa artis yang menjadi “endorse” untuk produk kosmetik ilegal dan akan datang di awal Januari 2019.

Arman mengaku, pertanyaan yang diajukan kepada perempuan yang terkenal dengan lagu “Sayang” ini tidak jauh berbeda dengan yang dipertanyakan kepada Nella Kharisma.

Setidaknya ada enam artis, yakni Via Vallen, Nella Kharisma dan empat artis berinisial NR, MP, DJB dan DK yang menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal dengan merek DSC Beauty dari Kediri yang tidak terdaftar di BPOM.

Polisi mengamankan satu tersangka berinisial KIL. Selama dua tahun, tersangka memproduksi kosmetik menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti, dan lain-lain.

Tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Baca Juga: Zumi Zola Resmi Jadi Penghuni Lapas Sukamiskin

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Berwisata Tubing Trip di Desa Alat Hantakan Bisa Dapat Durian Gratis
apahabar.com

Tak Berkategori

Menteri Agama: Ahli Waris Bisa Gantikan Calon Jemaah Haji Yang Wafat
Mahfud MD

Tak Berkategori

Mahfud MD: Kajian UU ITE Perlu Waktu Dua Bulan
apahabar.com

Tak Berkategori

Sepi Pengunjung, RTH Ratu Zalecha dan Taman CBS Dijaga Satpol PP
apahabar.com

Tak Berkategori

Rp549,5 T dari APBN 2021, Presiden Beberkan Rencana Reformasi Pendidikan
Elpiji 3 Kilogram

Tak Berkategori

Redam Gejolak Elpiji 3 Kilogram, Pemkab Tala Punya Kartu Kendali
apahabar.com

Tak Berkategori

Datang ke TPS Jalan Kaki, Cawawali Banjarbaru Wartono Optimis Menang
apahabar.com

Tak Berkategori

Positif Covid-19 di Tanbu Hari Ini Kembali Bertambah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com