3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim

- Apahabar.com Kamis, 20 Desember 2018 - 16:27 WIB

Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim

Via Vallen Foto: kelanakota.suarasurabaya.net

apahabar.com, SURABAYA – Penyanyi dangdut Via Vallen memenuhi panggilan Polda Jawa Timur pada Kamis (20/12). Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus produk kosmetik ilegal bermerek Derma Skin Care (DSC) Beauty.

Penyanyi asal Sidoarjo ini datang sekitar pukul 11.35 WIB dengan mobil warna putih dan mengenakan hijab warna hitam menuju ke ruang penyidik.

Tidak banyak keterangan yang disampaikan pelantun “Meraih Bintang” yang merupakan “Theme Song” Asian Games 2018 tersebut. Dia hanya menjelaskan kondisinya saat akan menjalani pemeriksaan dan keberangkatannya dari Jakarta.

“Alhamdulillah, saya berangkat dari Jakarta pukul 10,” kata Via singkat sebelum masuk ke ruang penyidik.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan, Via Vallen adalah artis kedua yang memenuhi panggilan Polda Jatim, setelah Nella Kharisma pada Selasa (18/12) lalu.

“Salah satunya yang sudah datang itu Nella Kharisma. Hari ini Via Vallen, kita siapkan waktu,” ujarnya.

Baca Juga: Cantiknya Bebi Silvana, Calon Istri Baru Opick

Selain dua artis dangdut ini, penyidik juga sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap beberapa artis yang menjadi “endorse” untuk produk kosmetik ilegal dan akan datang di awal Januari 2019.

Arman mengaku, pertanyaan yang diajukan kepada perempuan yang terkenal dengan lagu “Sayang” ini tidak jauh berbeda dengan yang dipertanyakan kepada Nella Kharisma.

Setidaknya ada enam artis, yakni Via Vallen, Nella Kharisma dan empat artis berinisial NR, MP, DJB dan DK yang menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal dengan merek DSC Beauty dari Kediri yang tidak terdaftar di BPOM.

Polisi mengamankan satu tersangka berinisial KIL. Selama dua tahun, tersangka memproduksi kosmetik menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti, dan lain-lain.

Tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Baca Juga: Zumi Zola Resmi Jadi Penghuni Lapas Sukamiskin

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Apa Kabar Kebakaran Kejagung?
Sampah

Tak Berkategori

Usai Perangi Sampah, Satpolair Polres Kotabaru kembali Gelar Pengobatan Gratis
apahabar.com

Tak Berkategori

“Charge Energy” di Waduk Riam Kanan
apahabar.com

Tak Berkategori

Mengungkap Tabir Sejarah Banjar (2): Pemenggal Demang Lehman Tergiur Hadiah Belanda

Tak Berkategori

Hasil Pilpres Amerika Serikat 2020, Trump Susul Biden, Raih 213 Electoral Vote, Hanya Selisih 7 Suara
apahabar.com

Tak Berkategori

Hasil Timnas U19 Indonesia vs Qatar, Skor Babak Pertama Indonesia Sementara Tertinggal 0-1
apahabar.com

Tak Berkategori

Misteri Penderita Corona Pertama; Pencarian Mulai Menemukan Titik Terang
apahabar.com

Tak Berkategori

Orang Sehat Pakai Masker, Perlindungan Palsu Saat Wabah Virus Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com