Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Wadai Sagu, Kudapan Khas Kandangan yang Masih Diburu

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 11:11 WIB

Wadai Sagu, Kudapan Khas Kandangan yang Masih Diburu

Foto-dapurumumsasyi.blogspot.com

apahabar.com, KANDANGAN – Wadai Sagu adalah penganan khas Kandangan selain Dodol dan Ketupat Kandangan, yang masih banyak diminati orang. Bahkan setiap harinya, ribuan wadai ini kerap ludes di toko penjual.

Wadai atau Kue Sagu adalah kudapan berbahan sagu dengan tekstur lembut. Rasa yang manis dari wadai ini menjadi kudapan yang cocok menemani segelas kopi atau teh di pagi hari. Terlebih di musim penghujan seperti sekarang.

Wadai ini mudah dijumpai di pasar tradisional Kandangan dan Tapin  dengan harga yang ekonomis, Rp7000 per bungkus. Satu bungkusnya berisi 5 buah wadai.

Jumi –seorang penjual Wadai Sagu di Tapin- mengatakan, “Wadai Sagu ini masih dibuat secara tradisional di Kandangan. Pembuatnya sering datang ke toko pagi-pagi, meminta untuk dijualkan.”

Baca Juga: Pemkot Ajak Semua Pihak Promosikan Kuliner Khas Banjar

Dari hasil penjualan, Jumi mengaku meraup untung bisa sampai Rp100 ribu per hari. Jumlah Wadai Sagu yang dia jual, mulai 500 hingga 1000 buah per harinya.

Jumi menurut pengakuannya memiliki keterampilan membuat Wadai Sagu. Namun dia lebih memilih menjualkan buatan orang, ketimbang membuat wadai itu sendiri.

”Kalau membuat sendiri kita harus siap menanggung resiko untung ruginya. Sementara kalau mengambil dari produsen kita sekedar menjualkan saja. Jika tidak laku, bisa dikembalikan kepada mereka,” katanya.

Sementara untuk pembuatan Wadai Sagu, menurut Jumi mudah saja. Wadai ini berbahan tepung sagu dan terigu, gula, telur, hingga mentega. Ada pun cara membuatnya; pertama, telur dan gula dikocok hingga mengental. Lalu dengan bertahap bahan-bahan lainnya dicampurkan hingga menjadi adonan. Adonan itu kemudian dituangkan ke cetakan kue, lalu dipanggang hingga matang. Kematangan ini terlihat pada lapisan luar wadai yang berwarna kecoklatan.

“Agar bagian luar kue tidak seluruhnya terlihat berwarna cokelat, di atas kue tadi diletakan kembangkan. Sehingga bagian atas kue terlihat menarik selera dengan warna putih dan kecoklatan,” pungkasnya.

Baca Juga: Paliat Kuliner Khas Tabalong, Bikin Lidah Menggeliat

Reporter: Nasrullah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Facebook

Gaya

Facebook Hapus 22,1 Juta Konten Ujaran Kebencian
apahabar.com

Gaya

Seruan Uninstall TikTok, Selebgram Cantik dari Banjarbaru Ini Dibuat Kaget
apahabar.com

Gaya

Komunitas Jejak Mahluk Astral Mendalami Dunia Spiritual
apahabar.com

Gaya

Bersaing dengan Samsung, Ini Hebat Ponsel 5G Realme
Desain

Gaya

Hampir 10 Tahun Dirilis, LINE Kini Punya Desain Baru

Gaya

Gangguan Kesehatan, Cek 9 Kebiasaan Tidur Anda
apahabar.com

Gaya

Benarkah Uang Mampu Tularkan Virus Corona? Simak Penjelasannya
apahabar.com

Gaya

Selama WFH, Tablet Samsung Diminati untuk Bekerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com