Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless

Wapres: Bawaslu Harus Lebih Pintar dari yang Diawasi

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 17:15 WIB

Wapres: Bawaslu Harus Lebih Pintar dari yang Diawasi

Wapres Jusuf Kalla. Foto-antara

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus lebih pintar dari peserta pemilu selaku pihak yang diawasi.

“Bawaslu itu harus lebih tinggi, lebih pintar dari yang diawasi,” ujar Wapres JK saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Bawaslu dalam rangka Memantapkan Jajaran Aparatur Pengawas untuk Mengawal dan Mengawasi Pemilu 2019, di Ancol, Jakarta, Senin (10/12).

Wapres menekankan selain harus lebih pintar dari yang diawasi, Bawaslu juga harus independen. Menurutnya independensi Bawaslu tercermin dari kerja para anggota di lapangan.

JK mengingatkan pemilu kali ini adalah pemilu yang paling rumit, layaknya diutarakan banyak pihak, di mana dalam pemilu serentak 2019 para pemilih harus memilih lima calon.

“Mereka harus membawa lima kertas suara ke dalam bilik,” ucap JK. Dia mengapresiasi upaya Bawaslu RI hingga daerah dalam memperkuat koordinasi pengawasan Pemilu 2019 melalui Rakornas tersebut. Dia berharap Pemilu 2019 dapat berjalan baik.

Baca Juga : Penanganan Ilung Belum Maksimal

Ketua Badan Pengawas Pemilu RI Abhan mengatakan Rapat Koordinasi Nasional Bawaslu dilakukan untuk memperkuat koordinasi pengawasan Pemilu 2019 di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Abhan melaporkan, sejauh ini Bawaslu telah berupaya melakukan pencegahan pelanggaran pemilu melalui berbagai cara, antara lain dengan membuat peta kerawanan pemilu hingga menjalin kerja sama dengan instansi lain.

Bawaslu menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengawasi potensi pelanggaran di media sosial.

Bawaslu juga membentuk gugus tugas bersama KPU, Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia untuk mengawasi potensi pelanggaran kampanye di media massa.

Sementara dari sisi regulasi, kata Abhan, Bawaslu RI telah merumuskan sedikitnya 32 peraturan terkait kerja-kerja pengawasan Pemilu 2019.

Baca Juga : Pelanggaran HAM Berat Belum Ditindaklanjuti Jaksa Agung

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Isu Reshuffle Kabinet Kembali Berhembus, Istana Buka Suara
apahabar.com

Ekbis

Dua Bulan Pasca Gempa, Pasokan LPG di Palu Berangsur Normal
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut 290 Juta Vaksin Siap Diproduksi hingga Akhir 2021
apahabar.com

Nasional

Gubernur Kaltim ke Jakarta Hari Ini, Kalsel Pasrah Soal Ibu Kota?
apahabar.com

Nasional

Ratusan Artefak Dayak Pukau Pengunjung Pameran di Swiss
apahabar.com

Nasional

Kemenpan-RB Buka Penerimaan CPNS dan PPPK Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

Menko Muhadjir Effendy Sebut Rokok Hambat Siklus Pembangunan Manusia
apahabar.com

Nasional

Rhenald Prihatin Banyak Opini Miring Terkait Freeport
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com