Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Warga Anyer Dengar Dentuman Keras dari Arah Laut

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 10:17 WIB

Warga Anyer Dengar Dentuman Keras dari Arah Laut

Air laut meluber ke jalan kawasan Pantai Anyer. Foto - twitter

apahabar.com, BANTEN – Setelah diterjang gelombang tinggi air laut, masyarakat Anyer, Kabupaten Serang, Banten, mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah laut.

“Bude ku dengar suara keras. Tapi enggak tau itu apa,” kata Tika, warga Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten, saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Minggu dini hari, 23 Desember 2018.

Wanita berkerudung dan berkacamata ini bercerita, dia terus memantau keadaan keluarganya di Anyer dan terus memberikan update informasi terbaru, dari situs resmi, sehingga tidak membuat kegaduhan.

“Aku juga telepon teman di Labuan (Pandeglang). Katanya suara dentuman itu biasa, aman, paling dari Gunung Krakatau,” ujarnya.

BNPB mengaku air yang masuk ke daratan bukan tsunami, melainkan gelombang tinggi karena fenomena bulan purnama. Bahkan, wilayah Lampung pun terkena imbasnya.

“Fenomena ini disebabkan oleh adanya gelombang pasang. Apalagi saat ini sedang bulan purnama sehingga menyebabkan permukaan air laut naik,” kata Sutopo Purwo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sabtu, 22 Desember 2018.

Dia menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 wib. Bahkan setelah mengecek informasi dari BMKG, tidak terjadi gempa di Selat Sunda maupun Samudera Hindia.

“Masyarakat diimbau tetap tenang. Tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Untuk sementara hindari aktivitas di sekitar pantai. Perhatikan kondisi lingkungan yang ada,” ujarnya.

Sebelumnya masyarakat Labuan dan Carita di Kabupaten Pandeglang. Lalu di di Anyer, Kabupaten Serang, dikagetkan dengan datangnya gelombang tinggi air laut dan dikira tsunami. Akibatnya, masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, seperti gunung, bukit dan masjid.

Sumber : Vivanews
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Golkar Klaim Keunggulan Jokowi di Kalsel 60 Persen, Airlangga Hartarto: Sahbirin Dua Periode
apahabar.com

Nasional

Cuncung Minta PLN Sosialisasikan Program Listrik Gratis Secara Masif
apahabar.com

Nasional

Pegawai Kemenpora Jadi Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Panglima-Kapolri Cek Penembakan 31 Pekerja Trans Papua
apahabar.com

Nasional

BNPB Gunakan “Drone” Pantau Dampak Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Sedang Berlibur, Dosen IPB Jadi Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Fatwa MUI Dibaca di Kampanye Prabowo, TKN: Itu Ajakan Pilih Jokowi
apahabar.com

Nasional

KPAI Minta Tokoh Agama Jadi Pelopor Perlindungan Anak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com