Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Waspada Puting Beliung di Musim Pancaroba, Kenali Tanda dan Sifatnya

and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 11:38 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 11:38 WIB

Waspada Puting Beliung di Musim Pancaroba, Kenali Tanda dan Sifatnya

Angin puting beliung yang melanda wilayah selatan Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, menyebabkan satu orang tewas. Foto-kompas.com

apahabar.com, BOGOR – Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, angin puting beliung melanda wilayah selatan kota Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, puting beliung yang disertai hujan deras menyebabkan pohon-pohon tumbang di Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Lawanggintung.

Menanggapi hal ini, Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan bahwa puting beliung merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi. Terutama ketika terjadi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdurasi singkat.

Ia menambahkan, fenomena puting beliung lebih banyak terjadi pada masa transisi, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Baca Juga : Michael Rockfeller, Putra Miliarder AS Hilang di Belantara Hutan Papua, yang Ditemukan Hanya Potongan Kakinya

“Dan juga saat musim hujan ketika kondisi cuaca pagi hari cerah dan terik,” kata Hary dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (6/12/2018).

Tanda-tanda alam

Puting beling datang bukan tanpa peringatan. Hary mengungkapkan ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kemungkinan puting beliung akan hadir di suatu wilayah.

“Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb atau lebih dari 60 persen,” jelasnya dalam pesan singkat, Kamis (07/11/2018).

Mulai pukul 10.00 pagi akan terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis–lapis) dan diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu–abu menjulang tinggi layaknya bunga kol.

Awan Cumulus dengan tepian berwarna abu-abu itu kemudian akan berubah warna dengan cepat menjadi abu–abu atau hitam yang dikenal dengan awan CB (Cumulonimbus).
Kemudian tanda yang muncul di sekitar kita adalah pepohonan mulai bergoyang cepat. Ini akibat dorongan angin dan udara yang terasa dingin dan disusul hujan.

“( Angin puting beliung terjadi bila) hujan pertama yang turun adalah hujan deras yang muncul tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,” kata dia.

“Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim pancaroba atau penghujan, maka ada potensi hujan yang pertama kali turun akan lebat dan diikuti angin kencang, baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak,” sambungnya.

Sifat angin puting beliung

Hary menuturkan, puting beliung adalah angin lokal yang muncul hanya di satu titik lokasi dengan luas perputarannya berkisar antara lima sampai sepuluh kilometer. Kemunculan angin puting beliung berlangsung singkat, hanya sekitar 10 menit dan lebih sering terjadi pada musim pancaroba.

“Selain itu, fenomena puting beliung lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari,” ujar Hary.

Meski demikian, Hary menegaskan puting beliung sulit diprediksi secara spesifik dan hanya bisa diprediksi setengah sampai satu jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan 50 persen.

Angin ini pun cukup berbahaya karena kecepatanya bisa mencapai 45 kilometer per jam dan dapat membahayakan, terutama karena angin dapat menerbangkan benda-benda besar di sekitarnya. Hal ini seperti yang menimpa salah seorang warga Perumahan Bogor Nirwana. Ia meninggal akibat mobilnya tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung.

Baca Juga : Terungkap Video Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham

Sumber : kompas.com
Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani: Sistem Penggajian PNS Perlu Dikaji Ulang
apahabar.com

Nasional

Imbas Wabah Virus Corona, Jokowi Inginkan Insentif untuk Wisman
apahabar.com

Nasional

Jakarta PSBB Total, Gubernur Banten Tak Kenal Rem Darurat
apahabar.com

Nasional

Bahlil Jadi Menteri, Hipmi Canangkan Tahun Investasi
Update Virus Corona: WHO Sebut Korban Meninggal Mencapai 4.012 Orang

Nasional

Update Virus Corona: WHO Sebut Korban Meninggal Mencapai 4.012 Orang
apahabar.com

Nasional

Bicara Soal Penghapusan, Tjahjo: Pusat Tak Urusi Tenaga Honorer
apahabar.com

Nasional

Jelang Pengiriman Ibadah Umrah, Kemenag dan Kemenkes Bahas Persiapan
apahabar.com

Nasional

Pilu Pejuang Demokrasi di Kandangan: Tak Sempat Nikmati Uang Honor KPPS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com