Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap

Wiranto: Beda Pilihan Politik Jangan Ganggu NKRI

- Apahabar.com     Sabtu, 8 Desember 2018 - 15:30 WITA

Wiranto: Beda Pilihan Politik Jangan Ganggu NKRI

Wiranto. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mempersilahkan warga ormas Mathla’ul Anwar untuk berbeda pilihan politik asalkan tidak mengganggu persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Beda pilihan politik silahkan, tapi bicara merawat persatuan, Pancasila, NKRI tidak bisa ditawar lagi,” kata Wiranto pada Rapat Kerja Nasional II Mathla’ul Anwar di Jakarta, Sabtu (7/12).

Wiranto yang juga Ketua Dewan Penasehat Mathla’ul Anwar mengingatkan agar ormas yang sudah berdiri lebih dari satu abad itu tidak disusupi ideologi lain selain Pancasila.

“Tugas yang diemban Mathla’ul Anwar adalah di bidang pendidikan dan dakwah serta ekonomi umat maka harus fokus ke sana,” tambah dia.

Wiranto juga mengingatkan tugas merawat NKRI agar terus dilanjutkan dengan mengedepankan semangat toleransi, semangat persatuan, semangat untuk membangun negeri bukan mengedepankan ego.

Sekjen Mathla’ul Anwar Oke Setiadi Affendi mengatakan, meski tahun politik, organisasi yang didirikan di Menes, Banten pada 1916 tersebut netral dan tidak memihak.

Baca Juga : Fadli Zon : Pemerintah Gagal Amankan Data Kependudukan

“Tidak ada tradisi di Mathla’ul Anwar untuk dukung mendukung walau ini tahun politik, kita lepas dari itu semua. Kita mengadakan rakernas dalam rangka konsolidasi seluruh pengurus wilayah agar kepengurusan terus berlanjut. Ini tidak ada urusan dengan politik,” tambah Oke.

Namun organisasi yang didirikan oleh para ulama salah satunya KH Mas Abdurrahman itu membebaskan anggotanya memiliki pilihan politik sebagai hak warga negara.

Dalam Rakernas kedua selama kepemimpinan KH Ahmad Syadeli Karim periode 2015-2020 itu diikuti Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Mathla ul Anwar se-Indonesia.

Rakernas dengan tema “Revitalisasi peran dan Kontribusi Mathlaul Anwar dalam merawat NKRI” bertujuan melakukan konsolidasi organisasi, termasuk merumuskan dan menyepakati sikap organisasi terkait perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Mathla ul Anwar didirikan pada 10 Ramadhan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916 oleh KH E Mohammad Yasin, KH Tb Mohammad Sholeh, dan KH Mas Abdurrahman serta dibantu oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mathla ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih awal dibanding NU. Ormas Islam yang sudah berusia lebih dari satu abad itu saat ini mengelola ratusan lembaga pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

Misi awal pendirian Mathla ul Anwar adalah melakukan purifikasi ajaran Islam dengan memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan churafat).

Baca Juga : Relawan Jokowi-Ma’ruf Targetkan Kalahkan Prabowo di NTB

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Andin-Guru Oton Siapkan Program Khusus untuk UMKM dan Kualitas Santri
apahabar.com

Politik

Jaga Soliditas, Musda X Golkar Balangan Ditunda
apahabar.com

Politik

Ingin Berinvestasi di Bidang SDM, AnandaMu Siap Hadirkan Sekolah Bagi Calon Ibu
Denny MK

Politik

BirinMu Salat Hajat, Denny Berharap Tuah Ramadan Jelang Putusan MK
apahabar.com

Politik

24 Juni, Verifikasi Faktual Calon Perseorangan di Tanbu Dimulai
apahabar.com

Politik

1.000 Sarjana untuk Anak Berprestasi, Warga Kerta Buwana Tanbu Siap Menangkan SHM-MAR
Keberatan Ditolak

Politik

Keberatan Ditolak, Tim Hukum Haji Denny: Penegakan Keadilan Pemilu Masih Jauh dari Harapan
apahabar.com

Politik

Pilkada Kotabaru Kena Tunda, Zairullah Tak Mau Mengendur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com