Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Wiranto: Beda Pilihan Politik Jangan Ganggu NKRI

- Apahabar.com Sabtu, 8 Desember 2018 - 15:30 WIB

Wiranto: Beda Pilihan Politik Jangan Ganggu NKRI

Wiranto. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mempersilahkan warga ormas Mathla’ul Anwar untuk berbeda pilihan politik asalkan tidak mengganggu persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Beda pilihan politik silahkan, tapi bicara merawat persatuan, Pancasila, NKRI tidak bisa ditawar lagi,” kata Wiranto pada Rapat Kerja Nasional II Mathla’ul Anwar di Jakarta, Sabtu (7/12).

Wiranto yang juga Ketua Dewan Penasehat Mathla’ul Anwar mengingatkan agar ormas yang sudah berdiri lebih dari satu abad itu tidak disusupi ideologi lain selain Pancasila.

“Tugas yang diemban Mathla’ul Anwar adalah di bidang pendidikan dan dakwah serta ekonomi umat maka harus fokus ke sana,” tambah dia.

Wiranto juga mengingatkan tugas merawat NKRI agar terus dilanjutkan dengan mengedepankan semangat toleransi, semangat persatuan, semangat untuk membangun negeri bukan mengedepankan ego.

Sekjen Mathla’ul Anwar Oke Setiadi Affendi mengatakan, meski tahun politik, organisasi yang didirikan di Menes, Banten pada 1916 tersebut netral dan tidak memihak.

Baca Juga : Fadli Zon : Pemerintah Gagal Amankan Data Kependudukan

“Tidak ada tradisi di Mathla’ul Anwar untuk dukung mendukung walau ini tahun politik, kita lepas dari itu semua. Kita mengadakan rakernas dalam rangka konsolidasi seluruh pengurus wilayah agar kepengurusan terus berlanjut. Ini tidak ada urusan dengan politik,” tambah Oke.

Namun organisasi yang didirikan oleh para ulama salah satunya KH Mas Abdurrahman itu membebaskan anggotanya memiliki pilihan politik sebagai hak warga negara.

Dalam Rakernas kedua selama kepemimpinan KH Ahmad Syadeli Karim periode 2015-2020 itu diikuti Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Mathla ul Anwar se-Indonesia.

Rakernas dengan tema “Revitalisasi peran dan Kontribusi Mathlaul Anwar dalam merawat NKRI” bertujuan melakukan konsolidasi organisasi, termasuk merumuskan dan menyepakati sikap organisasi terkait perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Mathla ul Anwar didirikan pada 10 Ramadhan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916 oleh KH E Mohammad Yasin, KH Tb Mohammad Sholeh, dan KH Mas Abdurrahman serta dibantu oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mathla ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih awal dibanding NU. Ormas Islam yang sudah berusia lebih dari satu abad itu saat ini mengelola ratusan lembaga pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

Misi awal pendirian Mathla ul Anwar adalah melakukan purifikasi ajaran Islam dengan memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan churafat).

Baca Juga : Relawan Jokowi-Ma’ruf Targetkan Kalahkan Prabowo di NTB

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Unggul di Survei Charta Politika, Dukungan untuk HMJ Terus Mengalir
apahabar.com

Politik

Bebas Covid-19, Aditya Mufti Ariffin Siap Jalani Tes Kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Jelang Pendaftaran, Ini Jadwal Bapaslon Serahkan Berkas di KPU Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Bukan Anak Manja, Andin Sofyanoor Bangun Masa Depan Tanpa Ayah
Banjar

Politik

Isu Penggelembungan Suara Kabupaten Banjar, KPU Cecar Komisioner Aziz 
Pilkada Banjar

Politik

Terbukti Banyak Kecurangan, Supiansyah Darham Sebut Pilkada Kalsel di Kabupaten Banjar Terjelek
apahabar.com

Politik

Setelah Saipul Rahman, Abdul Kadir Juga Siap Maju Pilkada Tanbu
apahabar.com

Politik

Tak Percaya Lembaga Survei Luar, BKD Kalsel Klaim Prabowo-Sandi Unggul 63 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com