Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

10 Ribu Orang Turun ke Jalan Tuntut Kebebasan Pers

- Apahabar.com     Minggu, 20 Januari 2019 - 13:56 WITA

10 Ribu Orang Turun ke Jalan Tuntut Kebebasan Pers

10 juta orang turun ke jalan di Serbia guna menuntut kebebasan pers dalam pemilihan umum. Foto-Mata Mata Politik

apahabar.com, JAKARTA – Menuntut kebebasan media sebagai prasyarat pemilihan umum yang bebas dan adil, 10 ribu orang turun ke jalan di Serbia.

Diberitakan Reuters, ribuan orang berdemonstrasi selama empat minggu berturut-turut sebagai protes penindasan kebebasan demokratis selama pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic, sejak kemarin.

Para demonstran melakukan tur di pusat Beograd dengan plakat, peluit dan slogan “Pencuri Vucic!”, sambil menghalangi lalu lintas.

Lawan pemerintah mengatakan bahwa Vucic telah menerapkan kontrol ketat pada media dan membungkam kritiknya, yang dibantah presiden.

Pengkritik pemerintah mengklaim serangan itu adalah hasil dari pidato kebencian yang disebarkan oleh Presiden Vucic. Selain itu, puluhan ribu orang tersebut juga memprotes sejumlah kebijakan yang diambil pemerintahan dan Partai Progresif Serbia (SNS), terkait kebebasan pers.

Adapun para pengunjuk rasa merupakan gabungan Aliansi untuk Serbia, kelompok oposisi yang terdiri dari 30 partai dan organisasi, mengenakan lencana bertuliskan “Itu telah dimulai” dan meneriakkan “Pencuri Vucic”.

Demonstrasi mingguan ke delapan kalinya itu telah menarik perhatian banyak orang. Protes sudah menyebar ke kota-kota lain di Serbia.

“Satu-satunya tuntutan yang kami inginkan adalah kejahatan (rezim) ini hilang. Kami ingin pemilihan umum, akan tetapi kebebasan harus dihadirkan lebih dulu,” kata Branisalv Trifunovic, seorang aktor yang berbicara di hadapan publik sejak beberapa pekan sebelumnya.

Baca Juga: Pipa Bensin Bocor, Kebakaran Hebat Landa Meksiko, 20 Orang Tewas

Tidak ada seorang pun di kantor pemerintahan Vucic yang bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Sebelumnya, presiden mengatakan dirinya tidak akan tunduk pada tuntutan oposisi untuk melakukan reformasi pemilu dan meningkatkan kebebasan media, bahkan jika ada 5 juta orang di jalan.

Walaupun demikian, dirinya mengaku bersedia untuk menguji popularitas partainya dengan perhitungan suara cepat.

“Saya datang ke sini untuk menyatakan ketidakpuasan saya terhadap elit yang berkuasa. Mereka mengendalikan semua media, saya muak dengan semua korupsi yang terjadi,” kata Ljiljana Zivanovic, seorang pensiunan berusia 64 tahun.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Politikus Denmark Berencana Terbitkan Ulang Kartun yang Diduga Menghina Nabi
apahabar.com

Internasional

Rusia Enggan Tiru Prancis, Terbitkan Karikatur Hina Islam

Internasional

Masalah Teknis Teratasi, Taliban Pastikan Bandara Kabul Siap Beroperasi
apahabar.com

Internasional

Rusuh di AS, Pertokohan Dijarah, Kantor Polisi Dibakar
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 di India Tembus 2,5 Juta
apahabar.com

Internasional

NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana
Taliban

Internasional

Taliban Dikabarkan Bunuh Wanita Afghanistan yang Tak Pakai Burqa
apahabar.com

Internasional

Kopi Indonesia Dipromosikan di Rusia, Tiga Importir Tertarik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com