Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

2.500 Bencana Ancam Indonesia, Masyarakat Harus Siap Siaga

- Apahabar.com Minggu, 6 Januari 2019 - 10:12 WIB

2.500 Bencana Ancam Indonesia, Masyarakat Harus Siap Siaga

Ilustrasi. Foto-okezone

apahabar.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi akan ada setidaknya 2.500 bencana alam yang melanda Indonesia sepanjang 2019 ini.

Di mana kebanyakan berasal dari bencana hidrometeorologi, yaitu bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

Terkait prakiraan bencana itu, pakar mitigasi bencana dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menyebut, imbauan BNPB harus dicermati agar masyarakat siap selalu saat menghadapi dampak bencana tersebut.

“Kejadian bahaya hidrometeorologi terkait iklim ekstrem, baik berupa banjir, angin, maupun longsor. Kejadian bahaya tersebut berpotensi bencana, sehingga kita harus bersiap siaga mengantisipasinya,” ujar Eko kepada Okezone, Minggu (6/1/2019).

Baca Juga: Kota Jayapura Diterjang Banjir dan Longsor Pasca-Hujan Deras

Menurutnya, saat ini masyarakat masih minim pemahaman terkait mitigasi bencana. Seperti masih banyak yang membangun rumah di kawasan rawan longsor dan tidak sesuai peruntukannya hingga perilaku tidak menghargai sungai yang menyebabkan banjir bandang dan sebagainya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk mencermati ragam bahaya bencana yang ada di sekitar. Seperti mengecek apakah tempat tinggal masuk dalam daerah bahaya dan berisiko.

“Kedua, kalau kita berada di kawasan berisiko, mari kita selalu memahami karakter bahayanya dan melakukan pemantauan bahaya, secara sendiri atau bersama. Baik secara resmi maupun tidak,” tandasnya.

Ketiga, sambung Eko, menyebarluaskan informasi terkait bahaya ke semua pihak di kawasan rawan bencana, agar mereka selalu siaga. Keempat, meningkatkan kemampuan dan mengurangi kerentanan terkait bahaya.

“Tindakan mencegah, melakukan mitigasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan adalah pilihan yang bisa pilih untuk kita dilakukan. Mari kita kurangi risiko, sampai batas yang mampu kita terima,” pungkasnya.

Sumber : Okezone
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

42 Tahun Perjuangan Mencari Patok Indonesia-Malaysia, Ini Hasilnya
apahabar.com

Nasional

Pecahkan Rekor AARM 2018, TNI AD Masih Perkasa Se-Asia Tenggara
apahabar.com

Nasional

Jokowi Senang Lihat Laporan Angka Ekonomi Semakin Baik
apahabar.com

Nasional

BEM Unej Sepakat Pertemuan Mahasiswa dengan Presiden Jokowi Harus Terbuka
apahabar.com

Nasional

BPD Hipmi Jabar Mantap Dukung Mardani H Maming
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Ingin Rasakan Kondisi Berdesakan di KRL
Puluhan Rest Area Masih Layani Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul

Nasional

Puluhan Rest Area Masih Layani Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul  
apahabar.com

Nasional

Koboy Bersajam Intimidasi Timses Capres
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com