Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor Arus Lalu Lintas Jembatan Sei Alalak Sementara Dialihkan, Catat Kapan Ditutup Total

2.500 Bencana Ancam Indonesia, Masyarakat Harus Siap Siaga

- Apahabar.com     Minggu, 6 Januari 2019 - 10:12 WITA

2.500 Bencana Ancam Indonesia, Masyarakat Harus Siap Siaga

Ilustrasi. Foto-okezone

apahabar.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi akan ada setidaknya 2.500 bencana alam yang melanda Indonesia sepanjang 2019 ini.

Di mana kebanyakan berasal dari bencana hidrometeorologi, yaitu bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

Terkait prakiraan bencana itu, pakar mitigasi bencana dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menyebut, imbauan BNPB harus dicermati agar masyarakat siap selalu saat menghadapi dampak bencana tersebut.

“Kejadian bahaya hidrometeorologi terkait iklim ekstrem, baik berupa banjir, angin, maupun longsor. Kejadian bahaya tersebut berpotensi bencana, sehingga kita harus bersiap siaga mengantisipasinya,” ujar Eko kepada Okezone, Minggu (6/1/2019).

Baca Juga: Kota Jayapura Diterjang Banjir dan Longsor Pasca-Hujan Deras

Menurutnya, saat ini masyarakat masih minim pemahaman terkait mitigasi bencana. Seperti masih banyak yang membangun rumah di kawasan rawan longsor dan tidak sesuai peruntukannya hingga perilaku tidak menghargai sungai yang menyebabkan banjir bandang dan sebagainya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk mencermati ragam bahaya bencana yang ada di sekitar. Seperti mengecek apakah tempat tinggal masuk dalam daerah bahaya dan berisiko.

“Kedua, kalau kita berada di kawasan berisiko, mari kita selalu memahami karakter bahayanya dan melakukan pemantauan bahaya, secara sendiri atau bersama. Baik secara resmi maupun tidak,” tandasnya.

Ketiga, sambung Eko, menyebarluaskan informasi terkait bahaya ke semua pihak di kawasan rawan bencana, agar mereka selalu siaga. Keempat, meningkatkan kemampuan dan mengurangi kerentanan terkait bahaya.

“Tindakan mencegah, melakukan mitigasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan adalah pilihan yang bisa pilih untuk kita dilakukan. Mari kita kurangi risiko, sampai batas yang mampu kita terima,” pungkasnya.

Sumber : Okezone
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hipmi Minta Presiden Pertegas Regulasi Penunjukan Langsung untuk Pengusaha Muda
apahabar.com

Nasional

Jelang Kedatangan Jokowi, Petugas Sterilkan Pengunjung Hotel Mercure
apahabar.com

Nasional

16 Orang Rombongan RSUD Tarakan Belum Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Terbitkan Surat Jalan Djoko Tjandra, Kapolri Copot Brigjen Prasetyo!
apahabar.com

Nasional

Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan
apahabar.com

Nasional

Tiket Pesawat Mahal, Sektor Pariwisata Melambat
apahabar.com

Nasional

Bamsoet: Sebaiknya Pemerintah Kaji Ulang Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Sulbar digoyang Gempa Berkekuatan 3,5 Magnitudo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com