Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

2018, Kinerja Satpol PP Banjarbaru Garang

- Apahabar.com Jumat, 4 Januari 2019 - 17:34 WIB

2018, Kinerja Satpol PP Banjarbaru Garang

Ribuan botol minuman keras, barang bukti hasil razia Satpol PP Kota Banjarbaru dimusnahkan di halaman Kantor Balaikota Banjarbaru. Foto-apahabar.com/Zepi

apahabar.com BANJARBARU – Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru, selama 2018 bisa dibilang garang. Pasalnya selama satu tahun kemarin, puluhan kasus terkait pelanggaran Perda berhasil ditangani.

Selain itu puluhan pelaku pelanggar Perda juga berhasil di sidang Tipiring kan. Sebagai bentuk efek jera bagi para pelaku, untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Menariknya adalah selama tahun 2018 lalu, kasus yang paling menonjol adalah masalah prostitusi. Tercatat dari 63 kasus yang ditangani, 38 kasus diantaranya adalah masalah prostitusi.

“Selama satu 2018 kemarin memang kasus prostitusi yang banyak kami tangani. Mereka kami razia dari beberapa lokasi, mulai dari eks Lokalisasi Pembatuan, Batu Besi dan Pal 18,” ungkap Kasat Pol PP Banjarbaru Marhaen Rahman, diwakili PPNS Seksi Sidik Lidik Syamsiar Panani, Jumat (4/1) sore tadi.

Dia menjelaskan, rata-rata pelaku yang tertangkap adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK) dari luar Kalsel seperti pulau Jawa dan Kalimantan Timur. Dimana hanya sementara singgah, lalu melakukan bisnis esek-esek di Kota Banjarbaru.

Baca Juga: Berkedok Toko Burung, Satpol PP Kembali Amankan 120 Botol Miras di Pembatuan

“Semua kami sidang Tipiring kan di Pengadilan Negeri Banjarbaru. Vonisnya bermacam-macam dari hakim. Mulai dari hukuman percobaan kurungan, sampai denda uang bagi pelaku. Denda dari Rp500 ribu, Rp2,5 juta, bahkan sampai yang tertinggi adalah Rp10 juta,” ungkapnya kepada Wartawan Apahabar.com.

Dia menjelaskan, selain itu juga dilakukan pembinaan dan dipulangkan ke kampung halaman. Jika memang kembali terbukti melakukan bisnis ‘lendir’ ini dan tertangkap lagi. Maka hukuman mereka bisa lebih berat, bahkan sampai vonis kurungan badan di Hotel Prodeo.

“Selain kasus prostitusi, kami juga menangani 23 kasus penjualan minuman keras tanpa izin. Dengan barang bukti yang kami amankan 2.427 botol minuman keras. Serta dua PKL yang berjualan siang hari saat bulan Ramadhan,” jelasnya.

Untuk ribuan botol miras ini Syamsiar menerangkan, kesemuanya sudah dimusnahkan usai kasusnya Inkrah di Pengadilan. Serta dilakukan pemusnahan barang bukti, bersama dengan pihak Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan.

“Sebagai penegak Perda di Kota Banjarbaru, kedepan kami akan terus melakukan razia di lapangan. Dengan menggandeng Polres Banjarbaru, Kodim Martapura dan TNI AU Lanud Syamsudin Noor. Guna cipta kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Banjarbaru,” tegasnya.

Baca Juga: Terkait Label Halal, DPRD Kota Banjarmasin Siap Lakukan Koordinasi

Reporter: Zepi Al Ayubi
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Baru Tala dan Kotabaru Laporkan Logistik Rusak
apahabar.com

Kalsel

Sasar Warung Malam, Polsek Pandawan Polres HST Pastikan Kondisi Aman
apahabar.com

Kalsel

Kembangkan Objek Wisata di Banjarmasin, Disbudpar Latih Puluhan Pelaku Usaha Pariwisata
apahabar.com

Kalsel

Polsek Cerbon-Batola Ajak Warga Disiplin Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Cegah Masuknya Narkoba, Satgas TMMD Kunjungi Ponpes Al Amin
apahabar.com

Kalsel

Hari Anak Nasional, Sudian Noor Berpesan untuk Tetap Semangat dalam Belajar

Kalsel

Diperiksa Berjam-jam, Gusti Makmur Resmi Ditahan
apahabar.com

Kalsel

Terkejut Mendengar Kasus Mutilasi, Begini Tanggapan Ketua MUI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com