2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Polisi Soal Status Tersangka Dua Mahasiswa ULM Banjarmasin: Masih Proses Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal

2019, Pemprov Kalsel Harapkan Restoran Miliki Sertifikasi Halal

- Apahabar.com Jumat, 4 Januari 2019 - 15:43 WIB

2019, Pemprov Kalsel Harapkan Restoran Miliki Sertifikasi Halal

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah menyatakan, semua produk yang dipasarkan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri wajib bersertifikat halal pada 2019 ini.

Pengantongan sertifikasi halal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikasi halal.

Didasari peraturan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim berharap, pemilik perusahaan dan pengusaha makanan untuk mencantumkan atau memperpanjang sertifikasi halal terhadap produk yang dijual kepada masyarakat banua.

“Kita mengantisipasi kejadian yang tidak diduga terjadi pada masyarakat atau pengunjung. Maka segeralah para pengusaha membikin sertifikasi halal untuk produknya,” terangnya.

Pencantuman label halal pada setiap produk makanan itu, menurut dia, harus dilaksanakan sehingga masyarakat mengetahui secara jelas sebelum membeli barang tersebut.

Baca Juga: Tahun 2019, Pemko Fokus Penyelesaian RS Sultan Suriansyah

“Ini merupakan ketentuan yang harus dipatuhi para pengusaha penjualan makanan dan jangan dilanggar atau disepelekan,” ujarnya.

Ia pula menyebutkan, pengusaha dan industri makanan yang belum menempelkan label halal dari MUI harus melaksanakannya dengan cara melaporkan kepada lembaga yang berwenang.

Karena, makanan tanpa memiliki label halal tersebut akan menimbulkan tanda tanya dan umat muslim juga akan menjadi risih, sehingga harus dapat dihindari.

“Sehubungan dengan itu, pengusaha makanan tersebut harus secepatnya mendaftarkan produk yang dihasilkan mereka ke MUI,” tandasnya.

Seperti diketahui, bagi orang muslim ketentuan mengenai informasi halal tidaknya suatu produk merupakan hal yang penting, karena menyangkut pelaksanaan syariat.

Baca Juga: Kisah ‘Driver Cantik’ asal Banjarmasin, Godaan Pria Hidung Belang hingga Preman

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penyebab Kebakaran Pasar di Kotabaru Mulai Ada Sinyal Terang
apahabar.com

Kalsel

Hari Kedua Operasi Zebra Intan di Tabalong, 21 Pelanggar Kena Tilang
apahabar.com

Kalsel

Menpora Tiup Sumpit di Pembukaan Haornas 2019
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa dan Pelajar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas

Kalsel

INFOGRAFIS: Tips Penanganan dari Gigitan Kobra
apahabar.com

Kalsel

Makna Logo Harjad ke-60 HST: Burung Anggang hingga Angka 6
apahabar.com

Kalsel

Ikatan Pelajar NU Pusat Imbau Gelar Shalat Gaib untuk Korban Kecelakaan Horor di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Dekrit 5 Juli 1959 Silam di Kalsel, Kediaman Bupati HSU Dilempar Granat!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com