Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

66 Tahun Mengabdi di Istiqlal, Mbah Parno Dihadiahi Kemenag Rumah

- Apahabar.com Sabtu, 5 Januari 2019 - 11:56 WIB

66 Tahun Mengabdi di Istiqlal, Mbah Parno Dihadiahi Kemenag Rumah

Menag memberikan hadiah secara simbolis, sebuah rumah, untuk pegawai tertua Istiqlal. Foto - Dok. Kemenag

apahabar.com, JAKARTA – Suparno atau Mbah Parno (90) mendapat hadiah sebuah rumah dari Kementerian Agama (Kemenag). Hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi Kemenag atas pengabdian dan semangat Suparno yang merupakan pegawai Masjid Istiqlal yang tertua.

“Semoga membawa berkah dan manfaat. Ini ada bantuan dari ASN Kementerian Agama,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin, dikutip dari pers rilis Kemenag, Sabtu (5/1/2019).

Acara penyerahan hadiah secara simbolik berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Jumat (04/01), bertepatan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-73.

Berdasarkan catatan Humas Kemenag, Mbah Parno adalah pelayan Friedrich Silaban, yang merupakan arsitek Masjid Istiqlal. Dia disebut saksi sejarah berdirinya Istiqlal.

Baca Juga: Janji Ridwan Kamil dan Duka Nestapa Kakak-Adik Korban Longsor

Dikutip dari hasil wawancara Humas Kemenag dengan Mbah Parno, Rabu (28/9/2016), Mbah Parno lahir di Desa Kalimati, Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah pada 1928. Dia merantau ke Ibu Kota sebagai kuli bangunan pada 1951.

Pada 24 Agustus 1952, saat Presiden Sukarno meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal, Mbah Parno turut hadir karena diajak mandor bangunan yang merekrutnya. Saat itu usia dia 24 tahun.

Setelah itu Mbah Parno mendapat tugas merekrut kuli-kuli bangunan untuk membangun masjid dengan upah Rp 15 perhari. Karena dinilai cekatan dan kerjanya bagus, Friedrich Silaban menjadikan Mbah Parno sebagai pelayan pribadinya.

Setelah masjid berdiri dan siap digunakan, Suparno diangkat menjadi pegawai Istiqlal. Tugas utamanya adalah mengantar surat.

Saat ini Mbah Parno bertugas mengomandoi para jemaah untuk merapatkan dan meluruskan saf (barisan) saat salat jemaah zuhur dan asar dengan gaji Rp 3,4 juta per bulan.

Baca Juga: 8 Rumah Sakit di Bogor Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan

Sumber: Detiknews
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dukung Aksi Bersih-Bersih Jiwasraya, Hipmi: Awas Serangan Balik Koruptor!
apahabar.com

Nasional

Kontroversi Anji dan Hadi Pranoto, IDI Imbau Influencer Cek Sumber
apahabar.com

Nasional

Facebook Batalkan Sejumlah Event dan Pekerjakan Karyawan di Rumah
apahabar.com

Nasional

Baleg DPR Sepakati Revisi UU KPK Jadi UU Disahkan di Paripurna
apahabar.com

Nasional

Warga Kontak Erat Pasien Covid-19 Gratis Tes Swab di Puskesmas
KPU Banjar

Nasional

Nih! Sederet Bantahan Tim BirinMu di Sidang Lanjutan MK
apahabar.com

Nasional

Pegawai Pemda Masih Dominasi Kasus Korupsi
apahabar.com

Nasional

Menggugat Hari Pers Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com