2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’

66 Tahun Mengabdi di Istiqlal, Mbah Parno Dihadiahi Kemenag Rumah

- Apahabar.com Sabtu, 5 Januari 2019 - 11:56 WIB

66 Tahun Mengabdi di Istiqlal, Mbah Parno Dihadiahi Kemenag Rumah

Menag memberikan hadiah secara simbolis, sebuah rumah, untuk pegawai tertua Istiqlal. Foto - Dok. Kemenag

apahabar.com, JAKARTA – Suparno atau Mbah Parno (90) mendapat hadiah sebuah rumah dari Kementerian Agama (Kemenag). Hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi Kemenag atas pengabdian dan semangat Suparno yang merupakan pegawai Masjid Istiqlal yang tertua.

“Semoga membawa berkah dan manfaat. Ini ada bantuan dari ASN Kementerian Agama,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin, dikutip dari pers rilis Kemenag, Sabtu (5/1/2019).

Acara penyerahan hadiah secara simbolik berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Jumat (04/01), bertepatan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-73.

Berdasarkan catatan Humas Kemenag, Mbah Parno adalah pelayan Friedrich Silaban, yang merupakan arsitek Masjid Istiqlal. Dia disebut saksi sejarah berdirinya Istiqlal.

Baca Juga: Janji Ridwan Kamil dan Duka Nestapa Kakak-Adik Korban Longsor

Dikutip dari hasil wawancara Humas Kemenag dengan Mbah Parno, Rabu (28/9/2016), Mbah Parno lahir di Desa Kalimati, Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah pada 1928. Dia merantau ke Ibu Kota sebagai kuli bangunan pada 1951.

Pada 24 Agustus 1952, saat Presiden Sukarno meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal, Mbah Parno turut hadir karena diajak mandor bangunan yang merekrutnya. Saat itu usia dia 24 tahun.

Setelah itu Mbah Parno mendapat tugas merekrut kuli-kuli bangunan untuk membangun masjid dengan upah Rp 15 perhari. Karena dinilai cekatan dan kerjanya bagus, Friedrich Silaban menjadikan Mbah Parno sebagai pelayan pribadinya.

Setelah masjid berdiri dan siap digunakan, Suparno diangkat menjadi pegawai Istiqlal. Tugas utamanya adalah mengantar surat.

Saat ini Mbah Parno bertugas mengomandoi para jemaah untuk merapatkan dan meluruskan saf (barisan) saat salat jemaah zuhur dan asar dengan gaji Rp 3,4 juta per bulan.

Baca Juga: 8 Rumah Sakit di Bogor Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan

Sumber: Detiknews
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

JK Tolak Usulan Pengelolaan Zakat Layaknya Pajak
apahabar.com

Nasional

Mematuhi Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik Melawan Covid-19
Relawan Bengkel Kula Kula Selamatkan Kendaraan Jemaah yang Bermasalah

Nasional

Relawan Bengkel Kula Kula Selamatkan Kendaraan Jemaah yang Bermasalah
apahabar.com

Nasional

Nama Amien Rais Terseret dalam Isu Lahan Prabowo  
apahabar.com

Nasional

Pesawat Malaysia Mendarat Darurat di Jambi
apahabar.com

Nasional

Korban Dioperasi Bedah Plastik 3 Kali, Polisi Bentuk Tim Gabungan
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Jakarta Bakal jadi Kota Bisnis Kelas Dunia
apahabar.com

Nasional

Jenazah Ustaz Arifin Ilham Dimakamkan di Pondok Pesantren Az Zikra Gunung Sindur Bogor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com